halim coklat
REVIEW

Halim Coklat Pantas Masuk Sebagai Idola SPM Kelas 2

Jika saya disuruh memilih antara Halim Coklat atau Halim Merah, saya memilih Halim Coklat.

Tidak banyak pilihan ketika kalian memilih rokok putih kelas dua era 90-2000an awal. Jika kalian berkantong cekak, daftar pilihannya antara lain West, Long Beach, Kansas, Ardath. Khusus yang terakhir, sempat berjaya karena kemasan yang eye catching. Beruntung, tahun 2015an muncul rokok Halim –yang konsumen kira bagian dari produk Gudang Garam.

halim coklat

Dan, memang benar. Halim adalah bagian dari produk Gudang Garam yang berjenis Sigaret Putih Mesin (SPM). Namun demikian, meskipun sama-sama berlokasi di Kediri, Halim terdaftar sebagai hasil produksi dari PT Halim Wonowidjojo. Oleh karena diferensiasi itulah, Halim tampak ingin berdiri sendiri. 

Pada mulanya, konsumen hanya mengenal Halim dengan bungkus warna merah. Seiring berjalannya waktu, Halim menelurkan inovasi, yaitu Halim Coklat.

Harga dan Kandungan Halim Coklat

Rokok ini dijual di pasaran dengan kisaran harga Rp22.000-24.500, baik pembelian secara online maupun di warung-warung tertentu. Sebab, tidak semua warung menjual varian Halim Coklat. Saya menebus sebungkus Halim Coklat di Tobeko seharga Rp23.500. Namun, jika kamu ingin mencarinya dengan harga lebih murah, berkunjunglah ke aplikasi toko online. Sayangnya, untuk mendapatkan harga murah, kamu perlu membeli dalam jumlah banyak.

halim coklat 

Rokok ini memiliki kandungan nikotin sebanyak 1.3 mg dan tar sebesar 19 mg di tiap batangnya. Kandungan tersebut hampir sama dengan rokok-rokok putih yang beredar di Indonesia. 

Kemasan dan Batang Halim Coklat

Bungkus Halim Coklat sama seperti kemasan soft pack milik Halim Merah. Isinya pun sama-sama berisi 20 batang rokok SPM. Ukuran batangnya sama seperti Halim Merah. 

Warna coklat mendominasi bagian tengah depan dan belakang dipadukan dengan warna putih di sisi kiri dan kanannya. Desainnya pun sama seperti kemasan Halim Merah. Masih di bagian depan dan belakang kemasan ada gambar mahkota dan tulisan Halim di bagian bawahnya yang sama-sama berwarna emas. Lalu, dua kata penegasan dari halim bertuliskan; Filter Cigarettes yang artinya bukan SKT walaupun kemasannya soft pack, serta tulisan; Made In Indonesia

Sisi kiri bungkus rokok ada tulisan “20 Virginia Filter Cigarettes” sebagai penegasan bahwa Halim menggunakan bahan baku utama tembakau jenis Virginia. Sementara di sisi kanan ada barcode dan peringatan tentang bahaya merokok. 

Sementara warna batang rokoknya berbeda jauh dengan Halim Merah. Batang bakar dan filternya berwarna coklat. Namun, hanya warna coklat pada filter sedikit lebih gelap dari batang bakarnya. Kemudian, dua garis tipis berwarna emas sebagai pembatas antara filter isap dan batang bakarnya. Sekilas warna coklatnya mirip seperti produk dari FORTE atau Djarum Coklat Extra. 

Citarasa Halim Coklat

Rokok putihan memang agak sulit dibedakan citarasanya. Sebab, menurut saya, rokok putihan rasanya begitu-begitu saja. Saya pernah mencoba Halim yang ini beberapa tahun lalu. Namun, apakah rasa yang dulu sama persis dengan rasa yang sekarang? Saya coba jelaskan.

Pertama, rasa dalam tiap batangnya tidak se-variatif rokok kretek. Tak ada sepat-pedas, rasa buah, atau menthol. Tapi, entah sugesti atau bukan, setiap kali mengisap rokok berwarna coklat, apa pun mereknya, selalu ada kesan aromatik “coklat” dalam setiap isapannya.

Bagi saya, isapan rokok Halim termasuk ringan. Tidak berbau mencolok dan cepat diisap. Saya hanya butuh 14-16 isapan panjang untuk menghabiskan sebatang Halim Coklat. Efeknya membuat bibir lebih hangat dan pahit di lidah bagian belakang terasa tebal.

Halim Coklat Lebih Enak dari Halim Merah? 

Ketika mengisap rokok ini, tenggorokan saya tidak terasa kering sekaligus kaget, atau banyak orang menyebutnya dengan istilah “nyegrak” di tenggorokan. Sensasinya mirip ketika kita merokok Marlboro Lights, Camel Kuning atau Lucky Strike Merah. Jadi, bukan tipe rokok putih yang “galak” ketika diisap.

Kalau dibandingkan Halim Merah, saya pribadi akan lebih memilih menghisap Halim Coklat. Kenapa? Karena, meskipun telah habis 5-6 batang dengan durasi 2-3 jam, tidak menimbulkan rasa pahit. Bahkan, tidak ada yang bikin nyegrak di tenggorokan. 

Kebetulan, saat mencoba rokok ini, saya menikmatinya dengan sebotol Fanta Merah dingin. Menurut saya, minuman pendamping perlu hadir ketika hendak mengisap sebatang rokok. Alasannya, untuk menguji apakah citarasanya lebih kuat atau tidak daripada minuman tersebut. 

Saat menulis ini, saya menghabiskan tiga batang Halim Coklat dan saya selingi mengisap satu batang Sukun Executive. Secara keseluruhan, jika harus memilih antara Halim Coklat atau Halim Merah, indera perasa saya lebih condong ke Halim Coklat.

Rokok ini menurut saya cocok dinikmati kalau sambil menyeruput kopi susu panas atau es teh manis. Namun bisa juga, setelah menyantap Es Pisang Ijo atau Kolak Pisang Hangat ketika berbuka puasa. 

Selamat mencoba, siapa tahu malah jodoh.