Apresiasi diri adalah tindakan memberikan penghargaan kepada diri sendiri atas pencapaian, usaha, atau bahkan melewati masa-masa sulit. Ini bukan sekadar memanjakan diri, melainkan sebuah praktik penting untuk menjaga kesehatan mental dan motivasi.
Bentuk self reward tidak harus mahal. Bisa jadi sesederhana menyisihkan waktu untuk membaca buku yang sudah lama ingin dibaca, menonton film favorit, atau menikmati secangkir kopi di kafe yang tenang. Bisa juga dengan melakukan hobi yang disukai, seperti melukis, berkebun, atau bermain musik.
Namun, bagi orang seperti saya, self reward yang biasa dilakukan adalah dengan membeli rokok ‘enak’. Setelah melewati hari yang terkadang terasa cukup berat, kadang saya hanya ingin menepi sejenak, menyeruput secangkir kopi, dan menghisap rokok kesukaan saya.
Di manapun tempatnya terserah. Kadang di angkringan, kadang di warmindo, bahkan tidak jarang hanya di teras depan rumah saja.
Dengan membeli rokok bercukai golongan 1, lalu menghisapnya tanpa ada distraksi apapun, itu sudah sangat cukup bagi saya untuk mengapresiasi diri sendiri dan menepi sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan yang kadang terasa berjalan begitu cepat bagi saya.
Biasanya, untuk merayakan hal kecil seperti self reward, saya membeli Djarum Super untuk perayaan kecil setelah melewati hari yang semrawut. Walaupun sebetulnya rokok harian saya adalah WIN Kretek Berry, namun di momen seperti ini saya memilih ditemani Djarum Super.
Djarum Super termasuk ke cukai golongan 1. Makanya harganya terbilang lumayan mahal. Untuk isi 12 batang, harganya Rp27 ribu. Sedangkan untuk yang isi 16 batang, harganya Rp35 ribu.
Agak mahal tak masalah. Namanya juga self reward. Untuk kesenangan dan kesehatan mental diri sendiri, merogoh kocek agak dalam saya kira bukan masalah yang besar.
BACA JUGA: Rokok HITZ Temani Saya Berjibaku dengan Skripsi hingga Akhirnya Jadi Sarjana









