Buka puasa merupakan momentum paling ditunggu-tunggu oleh semua orang yang melakukan ibadah puasa. Momen inilah yang paling dinanti selama seharian menahan nafsu. Bukan untuk pelampiasan, tapi seperti sebuah capaian yang harus dinikmati. Kalau diucapkan, “inilah kemenangan hari ini!”.
Daftar Isi
ToggleSemua orang menikmati waktu buka puasa dengan banyak hal. Dan tentu berbeda-beda cara mereka menyambut kumandang adzan Magrib. Ada yang hanya cukup dengan makan dan minum air putih seperti halnya hari-hari biasa. Ada yang harus mewah, maupun harus komplit dengan memborong jajan-jajan di pinggir jalan atau pasar. Tentu sangat dimaklumi. Sebab barangkali, sedari siang mereka sudah membayangkan: menu apa yang akan disantap duluan, minuman apa yang bisa melepas dahaga saat berbuka. Kalau saya, jangankan membayangkan atau memilih, bisa makan saja sudah Alhamdullilah. Disyukuri.
Tapi, di antara semua orang yang sedang menikmati buka puasa, ada hal yang menjadi persamaan untuk untuk para penikmat rokok. Sudah pasti merokok setelah buka puasa. Entah itu hanya dengan minum, lalu merokok. Atau makan, lalu merokok.
Merokok saat berbuka adalah kemenangan
Merokok saat buka puasa bisa dibilang sebagai kemenangan para perokok. Karena di waktu itu, penikmat kretek dengan merdekanya melepaskan rindu dengan kebiasaan yang sejak lama ia tinggalkan. Dari menjelang Subuh sampai menjelang Magrib. Ibarat seorang kekasih yang jarang bertemu. Ya, pasti rindu. Seperti dendam, rindu harus dibayar tuntas.
Kalau tuntas, ya, harus benar-benar tuntas kalau saya. Karena bagi saya momen berbuka bukan hanya persoalan melepas lapar dan dahaga. Tapi, ya, itu tadi. Melepas rindu dengan kekasih: menikmati rokok. Membakar sebatang kretek tangan.
Saya memilih kretek tangan untuk menemani buka puasa
Kenapa kretek tangan? bukan kretek mesin? Bukan soal harga. Melainkan karena bagi saya kretek mesin itu ibarat makanan cepat saji. Kurang nendang dan jujur saja terlalu terburu-buru. Setelah seharian menahan diri, saya tidak butuh yang cepat, tapi butuhnya yang lama dan punya karakter khas.
Ketika dibakar, ia tidak mudah cepat habis terkikis angin. Momen buka puasa adalah momen untuk santai, bukan untuk buru-buru. Benar-benar menemani jeda saya selama menanti seharian. Kadang, ketika teman saya merokok kretek mesin dan sudah habis, saya baru menikmati setengah batang dari kretek tangan ini. Apalagi kretek mesin yang mild, pasti lebih cepat habisnya.
Selain itu soal rasa juga lebih nendang, aroma rempahnya pas. Dan suara bunyi khas kretek nya jelas: kretek-kretek. Ada semacam keseimbangan antara gurih dan manis. Di tengah bunyi kretek-kretek, sambil mengisap dalam-dalam, sambil dikeluarkan pelan-pelan. Dunia seperti sedang jeda sebentar menunggu saya menghembuskan rokok ini.
Apalagi yang biasa saya isap adalah kretek tangan dengan merek 76 Mangga Royal. Ada perpaduan manis, gurih dan aroma mangga yang pas tidak berlebihan seperti rokok rasa pada umumnya.
Segelas teh manis dengan 76 Mangga kretek merupakan perpaduan yang pas dan cocok untuk saya saat berbuka. Benar-benar membalas rindu dengan tuntas yang selama seharian saya pendam.
Juru Bicara Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Alfianaja Maulana Ardika
BACA JUGA: Merokok Ketika Buka Puasa Lebih Nikmat Ketimbang Sahur






