\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Apalagi jika anggapan tersebut hanya asumsi, tidak berdasarkan riset, maka hal tersebut tidak bisa sebagai landasan informasi atau sebagai dasar penentuan hukum dan kebijakan. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jika ada yang menganggap bahwa merokok vape lebih menyehatkan, sudah terbantahkan dari hasil riset  Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi jika anggapan tersebut hanya asumsi, tidak berdasarkan riset, maka hal tersebut tidak bisa sebagai landasan informasi atau sebagai dasar penentuan hukum dan kebijakan. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hasil riset di atas, memperjelas bahwa keberadaan vape banyak dampak penyakit yang ditimbulkan. Inti riset di atas, memperjelas bahwa vape bukan rokok yang menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang menganggap bahwa merokok vape lebih menyehatkan, sudah terbantahkan dari hasil riset  Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi jika anggapan tersebut hanya asumsi, tidak berdasarkan riset, maka hal tersebut tidak bisa sebagai landasan informasi atau sebagai dasar penentuan hukum dan kebijakan. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik\u00a0\u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas, memperjelas bahwa keberadaan vape banyak dampak penyakit yang ditimbulkan. Inti riset di atas, memperjelas bahwa vape bukan rokok yang menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang menganggap bahwa merokok vape lebih menyehatkan, sudah terbantahkan dari hasil riset  Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi jika anggapan tersebut hanya asumsi, tidak berdasarkan riset, maka hal tersebut tidak bisa sebagai landasan informasi atau sebagai dasar penentuan hukum dan kebijakan. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Riset ini, sebagai lanjutan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh lembaga-lembaga lain tentang vape. Untuk itu, karena riset terbaru, sudah selayaknya menjadi jawaban tentang keberadaan vape yang selama ini terjadi debatable apakah lebih menyehatkan atau tidak. Dan sudah pasti dalam membangun paradigma riset, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika berlandaskan adanya debatable tersebut. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik\u00a0\u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas, memperjelas bahwa keberadaan vape banyak dampak penyakit yang ditimbulkan. Inti riset di atas, memperjelas bahwa vape bukan rokok yang menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang menganggap bahwa merokok vape lebih menyehatkan, sudah terbantahkan dari hasil riset  Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi jika anggapan tersebut hanya asumsi, tidak berdasarkan riset, maka hal tersebut tidak bisa sebagai landasan informasi atau sebagai dasar penentuan hukum dan kebijakan. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hasil riset yang dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika. Dalam pengumpulan datanya dilakukan terhadap 400.000 peserta Sistem Surveilans Faktor Risiko Perilaku. <\/p>\n\n\n\n

Riset ini, sebagai lanjutan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh lembaga-lembaga lain tentang vape. Untuk itu, karena riset terbaru, sudah selayaknya menjadi jawaban tentang keberadaan vape yang selama ini terjadi debatable apakah lebih menyehatkan atau tidak. Dan sudah pasti dalam membangun paradigma riset, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika berlandaskan adanya debatable tersebut. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik\u00a0\u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas, memperjelas bahwa keberadaan vape banyak dampak penyakit yang ditimbulkan. Inti riset di atas, memperjelas bahwa vape bukan rokok yang menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang menganggap bahwa merokok vape lebih menyehatkan, sudah terbantahkan dari hasil riset  Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi jika anggapan tersebut hanya asumsi, tidak berdasarkan riset, maka hal tersebut tidak bisa sebagai landasan informasi atau sebagai dasar penentuan hukum dan kebijakan. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kembali pada pernyataan Dr. Paul Ndunda, bahwa vape mempunyai efek samping negatif bagi penikmatnya. Dijelaskan potensi vapers (julukan bagi penikmat vape) terjangkit penyakit kardiovaskular sangat tinggi dua kali lipat dibanding dengan orang yang bukan penikmat vape. <\/p>\n\n\n\n

Hasil riset yang dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika. Dalam pengumpulan datanya dilakukan terhadap 400.000 peserta Sistem Surveilans Faktor Risiko Perilaku. <\/p>\n\n\n\n

Riset ini, sebagai lanjutan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh lembaga-lembaga lain tentang vape. Untuk itu, karena riset terbaru, sudah selayaknya menjadi jawaban tentang keberadaan vape yang selama ini terjadi debatable apakah lebih menyehatkan atau tidak. Dan sudah pasti dalam membangun paradigma riset, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika berlandaskan adanya debatable tersebut. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik\u00a0\u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas, memperjelas bahwa keberadaan vape banyak dampak penyakit yang ditimbulkan. Inti riset di atas, memperjelas bahwa vape bukan rokok yang menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang menganggap bahwa merokok vape lebih menyehatkan, sudah terbantahkan dari hasil riset  Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi jika anggapan tersebut hanya asumsi, tidak berdasarkan riset, maka hal tersebut tidak bisa sebagai landasan informasi atau sebagai dasar penentuan hukum dan kebijakan. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Penjelasan lain mengenai apa itu penyakit kardiovaskular dapat dilihat dan ditelusuri di wikipedia.org, yaitu penyakit kardiovaskular yang umum adalah:penyakit jantung iskemik (ischemic heart disease<\/em>) (IHD), stroke, penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi (hypertensive heart disease<\/em>), penyakit jantung rematik (rheumatic heart disease<\/em>) (RHD), pembesaran aorta<\/em> (aortic aneurysm<\/em>), cardiomyopathy<\/em>, atrial fibrillation<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Kembali pada pernyataan Dr. Paul Ndunda, bahwa vape mempunyai efek samping negatif bagi penikmatnya. Dijelaskan potensi vapers (julukan bagi penikmat vape) terjangkit penyakit kardiovaskular sangat tinggi dua kali lipat dibanding dengan orang yang bukan penikmat vape. <\/p>\n\n\n\n

Hasil riset yang dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika. Dalam pengumpulan datanya dilakukan terhadap 400.000 peserta Sistem Surveilans Faktor Risiko Perilaku. <\/p>\n\n\n\n

Riset ini, sebagai lanjutan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh lembaga-lembaga lain tentang vape. Untuk itu, karena riset terbaru, sudah selayaknya menjadi jawaban tentang keberadaan vape yang selama ini terjadi debatable apakah lebih menyehatkan atau tidak. Dan sudah pasti dalam membangun paradigma riset, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika berlandaskan adanya debatable tersebut. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik\u00a0\u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas, memperjelas bahwa keberadaan vape banyak dampak penyakit yang ditimbulkan. Inti riset di atas, memperjelas bahwa vape bukan rokok yang menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang menganggap bahwa merokok vape lebih menyehatkan, sudah terbantahkan dari hasil riset  Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi jika anggapan tersebut hanya asumsi, tidak berdasarkan riset, maka hal tersebut tidak bisa sebagai landasan informasi atau sebagai dasar penentuan hukum dan kebijakan. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Penjelasan lain mengenai apa itu penyakit kardiovaskular dapat dilihat dan ditelusuri di wikipedia.org, yaitu penyakit kardiovaskular yang umum adalah:penyakit jantung iskemik (ischemic heart disease<\/em>) (IHD), stroke, penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi (hypertensive heart disease<\/em>), penyakit jantung rematik (rheumatic heart disease<\/em>) (RHD), pembesaran aorta<\/em> (aortic aneurysm<\/em>), cardiomyopathy<\/em>, atrial fibrillation<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Kembali pada pernyataan Dr. Paul Ndunda, bahwa vape mempunyai efek samping negatif bagi penikmatnya. Dijelaskan potensi vapers (julukan bagi penikmat vape) terjangkit penyakit kardiovaskular sangat tinggi dua kali lipat dibanding dengan orang yang bukan penikmat vape. <\/p>\n\n\n\n

Hasil riset yang dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika. Dalam pengumpulan datanya dilakukan terhadap 400.000 peserta Sistem Surveilans Faktor Risiko Perilaku. <\/p>\n\n\n\n

Riset ini, sebagai lanjutan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh lembaga-lembaga lain tentang vape. Untuk itu, karena riset terbaru, sudah selayaknya menjadi jawaban tentang keberadaan vape yang selama ini terjadi debatable apakah lebih menyehatkan atau tidak. Dan sudah pasti dalam membangun paradigma riset, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika berlandaskan adanya debatable tersebut. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik\u00a0\u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas, memperjelas bahwa keberadaan vape banyak dampak penyakit yang ditimbulkan. Inti riset di atas, memperjelas bahwa vape bukan rokok yang menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang menganggap bahwa merokok vape lebih menyehatkan, sudah terbantahkan dari hasil riset  Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi jika anggapan tersebut hanya asumsi, tidak berdasarkan riset, maka hal tersebut tidak bisa sebagai landasan informasi atau sebagai dasar penentuan hukum dan kebijakan. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ternyata, hasil riset Dr. Paul Ndunda berkata lain. Vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakit kardiovaskular.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Penjelasan lain mengenai apa itu penyakit kardiovaskular dapat dilihat dan ditelusuri di wikipedia.org, yaitu penyakit kardiovaskular yang umum adalah:penyakit jantung iskemik (ischemic heart disease<\/em>) (IHD), stroke, penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi (hypertensive heart disease<\/em>), penyakit jantung rematik (rheumatic heart disease<\/em>) (RHD), pembesaran aorta<\/em> (aortic aneurysm<\/em>), cardiomyopathy<\/em>, atrial fibrillation<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Kembali pada pernyataan Dr. Paul Ndunda, bahwa vape mempunyai efek samping negatif bagi penikmatnya. Dijelaskan potensi vapers (julukan bagi penikmat vape) terjangkit penyakit kardiovaskular sangat tinggi dua kali lipat dibanding dengan orang yang bukan penikmat vape. <\/p>\n\n\n\n

Hasil riset yang dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika. Dalam pengumpulan datanya dilakukan terhadap 400.000 peserta Sistem Surveilans Faktor Risiko Perilaku. <\/p>\n\n\n\n

Riset ini, sebagai lanjutan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh lembaga-lembaga lain tentang vape. Untuk itu, karena riset terbaru, sudah selayaknya menjadi jawaban tentang keberadaan vape yang selama ini terjadi debatable apakah lebih menyehatkan atau tidak. Dan sudah pasti dalam membangun paradigma riset, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika berlandaskan adanya debatable tersebut. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik\u00a0\u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas, memperjelas bahwa keberadaan vape banyak dampak penyakit yang ditimbulkan. Inti riset di atas, memperjelas bahwa vape bukan rokok yang menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang menganggap bahwa merokok vape lebih menyehatkan, sudah terbantahkan dari hasil riset  Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi jika anggapan tersebut hanya asumsi, tidak berdasarkan riset, maka hal tersebut tidak bisa sebagai landasan informasi atau sebagai dasar penentuan hukum dan kebijakan. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Banyak kalangan menganggap, rokok elektrik atau sering dikenal dengan vape adalah alternatif sehat meski tetap merokok. Asumsi rokok elektrik lebih sehat sering digaungkan dan kali pertama ia muncul dengan tujuan menghentikan kebiasaan rokok konvensional. Sehingga banyak konsumen yang akhirnya berpindah haluan dari rokok konvensional ke rokok elektrik.<\/p>\n\n\n\n

Ternyata, hasil riset Dr. Paul Ndunda berkata lain. Vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakit kardiovaskular.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Penjelasan lain mengenai apa itu penyakit kardiovaskular dapat dilihat dan ditelusuri di wikipedia.org, yaitu penyakit kardiovaskular yang umum adalah:penyakit jantung iskemik (ischemic heart disease<\/em>) (IHD), stroke, penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi (hypertensive heart disease<\/em>), penyakit jantung rematik (rheumatic heart disease<\/em>) (RHD), pembesaran aorta<\/em> (aortic aneurysm<\/em>), cardiomyopathy<\/em>, atrial fibrillation<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Kembali pada pernyataan Dr. Paul Ndunda, bahwa vape mempunyai efek samping negatif bagi penikmatnya. Dijelaskan potensi vapers (julukan bagi penikmat vape) terjangkit penyakit kardiovaskular sangat tinggi dua kali lipat dibanding dengan orang yang bukan penikmat vape. <\/p>\n\n\n\n

Hasil riset yang dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika. Dalam pengumpulan datanya dilakukan terhadap 400.000 peserta Sistem Surveilans Faktor Risiko Perilaku. <\/p>\n\n\n\n

Riset ini, sebagai lanjutan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh lembaga-lembaga lain tentang vape. Untuk itu, karena riset terbaru, sudah selayaknya menjadi jawaban tentang keberadaan vape yang selama ini terjadi debatable apakah lebih menyehatkan atau tidak. Dan sudah pasti dalam membangun paradigma riset, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika berlandaskan adanya debatable tersebut. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik\u00a0\u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas, memperjelas bahwa keberadaan vape banyak dampak penyakit yang ditimbulkan. Inti riset di atas, memperjelas bahwa vape bukan rokok yang menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang menganggap bahwa merokok vape lebih menyehatkan, sudah terbantahkan dari hasil riset  Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi jika anggapan tersebut hanya asumsi, tidak berdasarkan riset, maka hal tersebut tidak bisa sebagai landasan informasi atau sebagai dasar penentuan hukum dan kebijakan. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bahan kimia lain yang ditemukan dalam rokok elektrik dapat meningkatkan peradangan pada lapisan pembuluh darah. Itu dapat menyebabkan pembentukan gumpalan, menyumbat arteri dan menyebabkan stroke, kata Dr. Paul Ndunda. (Sumber)<\/a>
<\/p>\n\n\n\n

Banyak kalangan menganggap, rokok elektrik atau sering dikenal dengan vape adalah alternatif sehat meski tetap merokok. Asumsi rokok elektrik lebih sehat sering digaungkan dan kali pertama ia muncul dengan tujuan menghentikan kebiasaan rokok konvensional. Sehingga banyak konsumen yang akhirnya berpindah haluan dari rokok konvensional ke rokok elektrik.<\/p>\n\n\n\n

Ternyata, hasil riset Dr. Paul Ndunda berkata lain. Vape dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit penyakit kardiovaskular, yaitu stroke, serangan jantung atau penyakit jantung, atau biasa disebut penyakit kardiovaskular.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik, dan Semangat Alternatif yang Sia-Sia<\/a><\/p>\n\n\n\n

Penjelasan lain mengenai apa itu penyakit kardiovaskular dapat dilihat dan ditelusuri di wikipedia.org, yaitu penyakit kardiovaskular yang umum adalah:penyakit jantung iskemik (ischemic heart disease<\/em>) (IHD), stroke, penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi (hypertensive heart disease<\/em>), penyakit jantung rematik (rheumatic heart disease<\/em>) (RHD), pembesaran aorta<\/em> (aortic aneurysm<\/em>), cardiomyopathy<\/em>, atrial fibrillation<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Kembali pada pernyataan Dr. Paul Ndunda, bahwa vape mempunyai efek samping negatif bagi penikmatnya. Dijelaskan potensi vapers (julukan bagi penikmat vape) terjangkit penyakit kardiovaskular sangat tinggi dua kali lipat dibanding dengan orang yang bukan penikmat vape. <\/p>\n\n\n\n

Hasil riset yang dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika. Dalam pengumpulan datanya dilakukan terhadap 400.000 peserta Sistem Surveilans Faktor Risiko Perilaku. <\/p>\n\n\n\n

Riset ini, sebagai lanjutan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh lembaga-lembaga lain tentang vape. Untuk itu, karena riset terbaru, sudah selayaknya menjadi jawaban tentang keberadaan vape yang selama ini terjadi debatable apakah lebih menyehatkan atau tidak. Dan sudah pasti dalam membangun paradigma riset, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika berlandaskan adanya debatable tersebut. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Riset Kesehatan Rokok Elektrik\u00a0\u00a0<\/a><\/p>\n\n\n\n

Hasil riset di atas, memperjelas bahwa keberadaan vape banyak dampak penyakit yang ditimbulkan. Inti riset di atas, memperjelas bahwa vape bukan rokok yang menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang menganggap bahwa merokok vape lebih menyehatkan, sudah terbantahkan dari hasil riset  Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi jika anggapan tersebut hanya asumsi, tidak berdasarkan riset, maka hal tersebut tidak bisa sebagai landasan informasi atau sebagai dasar penentuan hukum dan kebijakan. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai contoh yang terbantahkan dari hasil riset di atas adalah, keputusan bagian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU dilakukan pada Senin tanggal 18 Februari 2019, dengan agenda bedah buku tentang \u201cKebijakan Produk Tembakau Alternatif di Indonesia\u201d di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Dilansir dari detiknews<\/em>, hasil bedah buku tersebut mendukung inovasi produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape). Asumsi dasarnya adalah mendorong pengurangan risiko kesehatan, dengan bersandar hasil riset terdahulu tentang produk tembakau alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya memakai dasar hasil riset Public Health England, dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris pada 2018 berjudul 'Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018', penggunaan produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Sedangkan riset yang terbaru dilakukan Dr. Paul Ndunda ini bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menyimpulkan bahwa rokok elektrik (vape) sangat membahayakan bagi penikmatnya.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu, keputusan Lakpesdam PBNU di atas, perlu dikaji ulang, dan tidak bisa sebagai rujukan dan referensi kuat guna mendukung pengembangan rokok elektrik di Indonesia umumnya, dan khususnya dikalangan warga NU. <\/p>\n\n\n\n

Alasannya; pertama; dari dulu keberadaan rokok elektrik (vape) masih debatable, dan kemudian hanya hasil riset Public Health England yang diambil sebagai referensi. Kedua, hasil riset terbaru, menyatakan bahwa rokok elektrik (vape) sangat berisiko terjangkit penyakit kardiovaskular. Ketiga; hukum rokok konvensional bagi Ulama\u2019 dari dulu hingga sekarang masih terjadi ketetapan diperbolehkan. Keempat; keberadaan rokok elektrik dengan penggunaan produk tembakau alternatif, akan membunuh perekonomian petani tembakau dan cengkeh yang ada di Indonesia. Seharusnya, keberadaan mereka terlindungi oleh NU, karena mayoritas petani tembakau dan cengkeh di Indonesia adalah warga NU. Kelima; produk rokok konvensional berupa kretek adalah asli Indonesia dan perkembangannyapun di daerah basis NU. Rokok elektrik (vape) adalah produk luar yang tujuannya menggerus keberadaan rokok kretek. NU harusnya melindungi produk pribumi, bukan sebaliknya, karena giroh pendirian NU adalah nasionalisme. <\/p>\n\n\n\n

Menjadi rancu, dimana acara yang dilaksanakan Lakpesdam PBNU adalah bedah buku, namun ujung ujungnya bahasan acara tersebut mengkritisi pungutan pemerintah terhadap cukai produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape). Apalagi alasan yang dibangun adalah produk tembakau alternatif (vape\/rokok elektrik) merupakan hasil dari pengembangan teknologi dan bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n

Jelas-jelas rokok elektrik (vape) adalah produk luar, sudah sewajarnya harus membayar pajak, dan harus tinggi. Memang, rokok elektrik dari hasil inovasi pengembangan teknologi, tapi nyatanya berisiko terjangkit penyakit sangat besar. Darimana nilai positifnya?.Untuk itu, Lakpesdam PBNU harus mengkaji lebih dalam lagi tentang produk tembakau alternatif berupa rokok elektrik (vape) dengan mempertimbangkan hasil riset Dr. Paul Ndunda bekerjasama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, dan mempertimbangkan keberadaan petani tembakau juga cengkeh, dalam rangka memperkuat Nasionalisme.<\/p>\n","post_title":"Kata Siapa Lebih Sehat? Perokok Elektrik Berisiko Terjangkit Penyakit Kardiovaskular","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kata-siapa-lebih-sehat-perokok-elektrik-berisiko-terjangkit-penyakit-kardiovaskular","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-27 05:44:19","post_modified_gmt":"2019-02-26 22:44:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5492","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5489,"post_author":"883","post_date":"2019-02-26 06:13:58","post_date_gmt":"2019-02-25 23:13:58","post_content":"\n

Gerombolan antirokok semakin lama manuvernya semakin aneh. Kini mereka mengkritik klub badminton PB Djarum dengan tudingan telah mengeksploitasi anak-anak untuk promosi produk berkedok pembinaan olahraga badminton.
<\/p>\n\n\n\n

Kita semua tahu olahraga merupakan element penting untuk mengharumkan nama sebuah negara di kancah internasional. Melalui olahraga nation pride<\/em> dapat dibangun, sehingga memajukan olahraga menjadi tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah memang stakeholder yang paling bertanggung jawab perihal kemajuan olahraga nasional, tapi tak dapat dipungkiri bahwa pemerintah memiliki keterbatasan, utamanya alokasi anggaran dalam sektor olahraga.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Cacat Pikir KPAI Memaknai Kata Ekploitasi Anak dan Promosi<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Maka peran serta masyarakat dalam memajukan olahraga nasional ditekankan di dalam pasal 75 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Dalam hal ini pemerintah tidak bekerja sendirian, masyarakat berkewajiban ikut ambil bagian, tak terkecuali pihak swasta.<\/strong> Peran swasta sangat dibutuhkan, bahkan pemerintah sampai mendorong pihak swasta untuk turut membina olahraga di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pernah mengatakan sangat penting peran swasta untuk ikut campur tangan dan membantu peningkatan olahraga nasional dalam konsep awal pembuatan blue print olahraga visi Indonesia hebat.
<\/p>\n\n\n\n

Di negara-negara lain, swasta memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga. Lihat saja misalnya klub-klub sepakbola Eropa, dengan pengelolaan klub yang mandiri mereka dapat membangun stadion, akademi, fasilitas latihan, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Semuanya berkat peran serta pihak swasta. Alhasil, dari klub-klub tersebut dapat melahirkan pemain tim nasional yang hebat.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah dituntut lebih keras untuk memfasilitasi kegiatan olahraga nasional. Mendorong peran swasta dalam pembinaan olahraga pun sulit.
<\/p>\n\n\n\n

Seperti dalam kasus tudingan eksploitasi anak oleh antirokok kepada klub badminton PB Djarum. Hal tersebut merupakan fenomena buruk dalam hal mendorong peran swasta memajukan olahraga nasional.
<\/p>\n\n\n\n

Gerombolan antirokok yang menuding klub PB Djarum ini tidak paham mana konteks promosi dan mana konteks pembinaan olahraga. Klub PB Djarum adalah klub swasta atlet badminton, PB Djarum dalam hal ini bukanlah perusahaan rokok yang menjadikan badminton sebagai media promosi mengajak publik membeli produknya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Tudingan antirokok ini langsung direpon oleh Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurutnya program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club.
<\/p>\n\n\n\n

Tudingan antirokok tidaklah memiliki landasan argumen yang kuat. Mereka hanya mensimplifikasi dari logo PB Djarum yang ada di kaos-kaos peserta audisi klub PB Djarum diasosiasikan sebagai kegiatan marketing dengan mengeksploitasi anak-anak.
<\/h4>\n\n\n\n

Kalau memang benar sebagai kegiatan marketing, kenapa antirokok baru sekarang ribut-ribut soal logo brand? Kenapa waktu zaman Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo tidak diributkan?
<\/p>\n\n\n\n

Tapi memang begitulah antirokok, mereka selalu resah jika ada simbol-simbol brand produk rokok di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Padahal masalahnya bukan di persoalan simbol, melainkan pengetahuan mereka yang minim dalam banyak hal. Tahu apa mereka soal olahraga?
<\/p>\n","post_title":"Wahai Antirokok, Tahukah Kalian Pentingnya Peran Swasta dalam Kemajuan Olahraga Nasional?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"wahai-antirokok-tahukah-kalian-pentingnya-peran-swasta-dalam-kemajuan-olahraga-nasional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-26 06:14:06","post_modified_gmt":"2019-02-25 23:14:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5489","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":37},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};