\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dilansir dari media online bisnis.com, Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) merasa keberatan dengan rencana kumulasi produksi SKM dengan SPM, karena menjadikan produksi rokok akan naik, kemudian naik pula golongan maupun layernya. Selanjutnya, secara otomatis naik pula tariff cukainya. Dengan penggabungan atau penyamaan tarif cukai SKM dan SPM akan menghilangkan golongan I-B SKT, yang akan memberatkan pabrik rokok lokal karena akan berdampak kenaikan harga rokok, dan pastinya akan terjadi penurunan penjualan. <\/p>\n\n\n\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Roko Indonesia (GAPPRI),  Ismanu Soemiran dilansir dari Krjogja.com, melayangkan permohonan kepada Presiden untuk meninjau kembali rencana simplikasi golongan serta penggabungan kuota rokok kretek dan rokok putih, serta roadmap cukai PMK 146\/2017 untuk tidak dilaksanakan di tahun 2019.  Ismanu berpendapat PMK 146\/2017 berpotensi mengarah kepada monopoli. Artinya, berpotensi hanya menguntungkan pabrik terbesar berstatus penanaman modal asing (PMA) saja, dan akan menggeser rokok kretek yang multi varian ke rokok putih yang hanya satu jenis. <\/p>\n\n\n\n

Dilansir dari media online bisnis.com, Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) merasa keberatan dengan rencana kumulasi produksi SKM dengan SPM, karena menjadikan produksi rokok akan naik, kemudian naik pula golongan maupun layernya. Selanjutnya, secara otomatis naik pula tariff cukainya. Dengan penggabungan atau penyamaan tarif cukai SKM dan SPM akan menghilangkan golongan I-B SKT, yang akan memberatkan pabrik rokok lokal karena akan berdampak kenaikan harga rokok, dan pastinya akan terjadi penurunan penjualan. <\/p>\n\n\n\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari penjelasan DPR RI Komisi Keuangan tersebut, seakan-akan aturan penggabungan ini hanya ditentukan untuk industry yang memproduksi rokok SKM dan SPM dalam satu perusahaan. Menjadi rancu, ternyata dalam PMK 146\/2017, tidak menjelaskan batasan tersebut. Selanjutnya dalam aturan tersebut, juga tidak memperjelas yang dimaksudkan penggabungan SKM dan SPM, apakah SKM digabung ke golongan SPM, atau SPM digabung ke dalam golongan SKM?. Karena SPM dan SKM, keduanya jelas sangat beda produknya (barang).  Hal inilah disinyalir menjadi pintu masuk untuk menggerus SKM perlahan-lahan.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Roko Indonesia (GAPPRI),  Ismanu Soemiran dilansir dari Krjogja.com, melayangkan permohonan kepada Presiden untuk meninjau kembali rencana simplikasi golongan serta penggabungan kuota rokok kretek dan rokok putih, serta roadmap cukai PMK 146\/2017 untuk tidak dilaksanakan di tahun 2019.  Ismanu berpendapat PMK 146\/2017 berpotensi mengarah kepada monopoli. Artinya, berpotensi hanya menguntungkan pabrik terbesar berstatus penanaman modal asing (PMA) saja, dan akan menggeser rokok kretek yang multi varian ke rokok putih yang hanya satu jenis. <\/p>\n\n\n\n

Dilansir dari media online bisnis.com, Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) merasa keberatan dengan rencana kumulasi produksi SKM dengan SPM, karena menjadikan produksi rokok akan naik, kemudian naik pula golongan maupun layernya. Selanjutnya, secara otomatis naik pula tariff cukainya. Dengan penggabungan atau penyamaan tarif cukai SKM dan SPM akan menghilangkan golongan I-B SKT, yang akan memberatkan pabrik rokok lokal karena akan berdampak kenaikan harga rokok, dan pastinya akan terjadi penurunan penjualan. <\/p>\n\n\n\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hal ini perlu diketahui anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, sebagai wakil rakyat perlu mengkaji lebih mendalam tentang rencana penggabungan volume produsi SKM dan SPM. Diadaptasi dari Koran-sindo.com, DPR RI Komisi Keuangan memberikan alasan penggabungan akan menghentikan praktek penghindaran pajak pabrikan rokok asing besar yang saat ini masih menikmati cukai murah. Jika penggabungan ini dilakukan, kebijakan tersebut juga akan melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan DPR RI Komisi Keuangan tersebut, seakan-akan aturan penggabungan ini hanya ditentukan untuk industry yang memproduksi rokok SKM dan SPM dalam satu perusahaan. Menjadi rancu, ternyata dalam PMK 146\/2017, tidak menjelaskan batasan tersebut. Selanjutnya dalam aturan tersebut, juga tidak memperjelas yang dimaksudkan penggabungan SKM dan SPM, apakah SKM digabung ke golongan SPM, atau SPM digabung ke dalam golongan SKM?. Karena SPM dan SKM, keduanya jelas sangat beda produknya (barang).  Hal inilah disinyalir menjadi pintu masuk untuk menggerus SKM perlahan-lahan.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Roko Indonesia (GAPPRI),  Ismanu Soemiran dilansir dari Krjogja.com, melayangkan permohonan kepada Presiden untuk meninjau kembali rencana simplikasi golongan serta penggabungan kuota rokok kretek dan rokok putih, serta roadmap cukai PMK 146\/2017 untuk tidak dilaksanakan di tahun 2019.  Ismanu berpendapat PMK 146\/2017 berpotensi mengarah kepada monopoli. Artinya, berpotensi hanya menguntungkan pabrik terbesar berstatus penanaman modal asing (PMA) saja, dan akan menggeser rokok kretek yang multi varian ke rokok putih yang hanya satu jenis. <\/p>\n\n\n\n

Dilansir dari media online bisnis.com, Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) merasa keberatan dengan rencana kumulasi produksi SKM dengan SPM, karena menjadikan produksi rokok akan naik, kemudian naik pula golongan maupun layernya. Selanjutnya, secara otomatis naik pula tariff cukainya. Dengan penggabungan atau penyamaan tarif cukai SKM dan SPM akan menghilangkan golongan I-B SKT, yang akan memberatkan pabrik rokok lokal karena akan berdampak kenaikan harga rokok, dan pastinya akan terjadi penurunan penjualan. <\/p>\n\n\n\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Nah, seharusnya di Indonesia membuat aturan sebaliknya dengan melindungi industri nasional. Jangan hanya menggenjot penerimaan dan meningkatnya pendapatan Negara melalui cukai, akan tetapi melemahkan dan merugikan industri nasional.   <\/p>\n\n\n\n

Hal ini perlu diketahui anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, sebagai wakil rakyat perlu mengkaji lebih mendalam tentang rencana penggabungan volume produsi SKM dan SPM. Diadaptasi dari Koran-sindo.com, DPR RI Komisi Keuangan memberikan alasan penggabungan akan menghentikan praktek penghindaran pajak pabrikan rokok asing besar yang saat ini masih menikmati cukai murah. Jika penggabungan ini dilakukan, kebijakan tersebut juga akan melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan DPR RI Komisi Keuangan tersebut, seakan-akan aturan penggabungan ini hanya ditentukan untuk industry yang memproduksi rokok SKM dan SPM dalam satu perusahaan. Menjadi rancu, ternyata dalam PMK 146\/2017, tidak menjelaskan batasan tersebut. Selanjutnya dalam aturan tersebut, juga tidak memperjelas yang dimaksudkan penggabungan SKM dan SPM, apakah SKM digabung ke golongan SPM, atau SPM digabung ke dalam golongan SKM?. Karena SPM dan SKM, keduanya jelas sangat beda produknya (barang).  Hal inilah disinyalir menjadi pintu masuk untuk menggerus SKM perlahan-lahan.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Roko Indonesia (GAPPRI),  Ismanu Soemiran dilansir dari Krjogja.com, melayangkan permohonan kepada Presiden untuk meninjau kembali rencana simplikasi golongan serta penggabungan kuota rokok kretek dan rokok putih, serta roadmap cukai PMK 146\/2017 untuk tidak dilaksanakan di tahun 2019.  Ismanu berpendapat PMK 146\/2017 berpotensi mengarah kepada monopoli. Artinya, berpotensi hanya menguntungkan pabrik terbesar berstatus penanaman modal asing (PMA) saja, dan akan menggeser rokok kretek yang multi varian ke rokok putih yang hanya satu jenis. <\/p>\n\n\n\n

Dilansir dari media online bisnis.com, Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) merasa keberatan dengan rencana kumulasi produksi SKM dengan SPM, karena menjadikan produksi rokok akan naik, kemudian naik pula golongan maupun layernya. Selanjutnya, secara otomatis naik pula tariff cukainya. Dengan penggabungan atau penyamaan tarif cukai SKM dan SPM akan menghilangkan golongan I-B SKT, yang akan memberatkan pabrik rokok lokal karena akan berdampak kenaikan harga rokok, dan pastinya akan terjadi penurunan penjualan. <\/p>\n\n\n\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pemerintah harus tegas dan berani membuat aturan tersendiri tentang peredaran SPM, seeperti halnya di Amerika. Dalam rangka melindungi industri nasional, negeri Paman Sam itu mengeluarkan aturan pembatasan peredaran SKM. <\/strong>Hal ini dilakukan untuk mengatasi peningkatan permintaan pangsa pasar SKM tiap tahunnya, sedangkan pasar SPM melemah.<\/p>\n\n\n\n

Nah, seharusnya di Indonesia membuat aturan sebaliknya dengan melindungi industri nasional. Jangan hanya menggenjot penerimaan dan meningkatnya pendapatan Negara melalui cukai, akan tetapi melemahkan dan merugikan industri nasional.   <\/p>\n\n\n\n

Hal ini perlu diketahui anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, sebagai wakil rakyat perlu mengkaji lebih mendalam tentang rencana penggabungan volume produsi SKM dan SPM. Diadaptasi dari Koran-sindo.com, DPR RI Komisi Keuangan memberikan alasan penggabungan akan menghentikan praktek penghindaran pajak pabrikan rokok asing besar yang saat ini masih menikmati cukai murah. Jika penggabungan ini dilakukan, kebijakan tersebut juga akan melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan DPR RI Komisi Keuangan tersebut, seakan-akan aturan penggabungan ini hanya ditentukan untuk industry yang memproduksi rokok SKM dan SPM dalam satu perusahaan. Menjadi rancu, ternyata dalam PMK 146\/2017, tidak menjelaskan batasan tersebut. Selanjutnya dalam aturan tersebut, juga tidak memperjelas yang dimaksudkan penggabungan SKM dan SPM, apakah SKM digabung ke golongan SPM, atau SPM digabung ke dalam golongan SKM?. Karena SPM dan SKM, keduanya jelas sangat beda produknya (barang).  Hal inilah disinyalir menjadi pintu masuk untuk menggerus SKM perlahan-lahan.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Roko Indonesia (GAPPRI),  Ismanu Soemiran dilansir dari Krjogja.com, melayangkan permohonan kepada Presiden untuk meninjau kembali rencana simplikasi golongan serta penggabungan kuota rokok kretek dan rokok putih, serta roadmap cukai PMK 146\/2017 untuk tidak dilaksanakan di tahun 2019.  Ismanu berpendapat PMK 146\/2017 berpotensi mengarah kepada monopoli. Artinya, berpotensi hanya menguntungkan pabrik terbesar berstatus penanaman modal asing (PMA) saja, dan akan menggeser rokok kretek yang multi varian ke rokok putih yang hanya satu jenis. <\/p>\n\n\n\n

Dilansir dari media online bisnis.com, Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) merasa keberatan dengan rencana kumulasi produksi SKM dengan SPM, karena menjadikan produksi rokok akan naik, kemudian naik pula golongan maupun layernya. Selanjutnya, secara otomatis naik pula tariff cukainya. Dengan penggabungan atau penyamaan tarif cukai SKM dan SPM akan menghilangkan golongan I-B SKT, yang akan memberatkan pabrik rokok lokal karena akan berdampak kenaikan harga rokok, dan pastinya akan terjadi penurunan penjualan. <\/p>\n\n\n\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Perlu diketahui, bahwa SPM rata-rata perusahaan milik asing, sedangkan SKM mayoritas milik pengusaha lokal.  Secara konten rokok SPM dan SKM sangat berbeda. Perbedaan yang mendasar adalah cengkeh, SPM tanpa cengkeh, SKM memakai cengkeh. SPM tidak memakai tembakau lokal (petani Indonesia), SKM konten tembakaunya dari campuran tembakau lokal (petani Indonesia).<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah harus tegas dan berani membuat aturan tersendiri tentang peredaran SPM, seeperti halnya di Amerika. Dalam rangka melindungi industri nasional, negeri Paman Sam itu mengeluarkan aturan pembatasan peredaran SKM. <\/strong>Hal ini dilakukan untuk mengatasi peningkatan permintaan pangsa pasar SKM tiap tahunnya, sedangkan pasar SPM melemah.<\/p>\n\n\n\n

Nah, seharusnya di Indonesia membuat aturan sebaliknya dengan melindungi industri nasional. Jangan hanya menggenjot penerimaan dan meningkatnya pendapatan Negara melalui cukai, akan tetapi melemahkan dan merugikan industri nasional.   <\/p>\n\n\n\n

Hal ini perlu diketahui anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, sebagai wakil rakyat perlu mengkaji lebih mendalam tentang rencana penggabungan volume produsi SKM dan SPM. Diadaptasi dari Koran-sindo.com, DPR RI Komisi Keuangan memberikan alasan penggabungan akan menghentikan praktek penghindaran pajak pabrikan rokok asing besar yang saat ini masih menikmati cukai murah. Jika penggabungan ini dilakukan, kebijakan tersebut juga akan melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan DPR RI Komisi Keuangan tersebut, seakan-akan aturan penggabungan ini hanya ditentukan untuk industry yang memproduksi rokok SKM dan SPM dalam satu perusahaan. Menjadi rancu, ternyata dalam PMK 146\/2017, tidak menjelaskan batasan tersebut. Selanjutnya dalam aturan tersebut, juga tidak memperjelas yang dimaksudkan penggabungan SKM dan SPM, apakah SKM digabung ke golongan SPM, atau SPM digabung ke dalam golongan SKM?. Karena SPM dan SKM, keduanya jelas sangat beda produknya (barang).  Hal inilah disinyalir menjadi pintu masuk untuk menggerus SKM perlahan-lahan.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Roko Indonesia (GAPPRI),  Ismanu Soemiran dilansir dari Krjogja.com, melayangkan permohonan kepada Presiden untuk meninjau kembali rencana simplikasi golongan serta penggabungan kuota rokok kretek dan rokok putih, serta roadmap cukai PMK 146\/2017 untuk tidak dilaksanakan di tahun 2019.  Ismanu berpendapat PMK 146\/2017 berpotensi mengarah kepada monopoli. Artinya, berpotensi hanya menguntungkan pabrik terbesar berstatus penanaman modal asing (PMA) saja, dan akan menggeser rokok kretek yang multi varian ke rokok putih yang hanya satu jenis. <\/p>\n\n\n\n

Dilansir dari media online bisnis.com, Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) merasa keberatan dengan rencana kumulasi produksi SKM dengan SPM, karena menjadikan produksi rokok akan naik, kemudian naik pula golongan maupun layernya. Selanjutnya, secara otomatis naik pula tariff cukainya. Dengan penggabungan atau penyamaan tarif cukai SKM dan SPM akan menghilangkan golongan I-B SKT, yang akan memberatkan pabrik rokok lokal karena akan berdampak kenaikan harga rokok, dan pastinya akan terjadi penurunan penjualan. <\/p>\n\n\n\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kembali ke SPM dan SKM, jika volume keduanya disamakan, otomatis golongan atau layernya sama, seperti penjelasan sederhana di alenia pertama di atas. Ini membuktikan lemahnya pemerintah mengenai pengaturan peredaran rokok produk asing di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, bahwa SPM rata-rata perusahaan milik asing, sedangkan SKM mayoritas milik pengusaha lokal.  Secara konten rokok SPM dan SKM sangat berbeda. Perbedaan yang mendasar adalah cengkeh, SPM tanpa cengkeh, SKM memakai cengkeh. SPM tidak memakai tembakau lokal (petani Indonesia), SKM konten tembakaunya dari campuran tembakau lokal (petani Indonesia).<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah harus tegas dan berani membuat aturan tersendiri tentang peredaran SPM, seeperti halnya di Amerika. Dalam rangka melindungi industri nasional, negeri Paman Sam itu mengeluarkan aturan pembatasan peredaran SKM. <\/strong>Hal ini dilakukan untuk mengatasi peningkatan permintaan pangsa pasar SKM tiap tahunnya, sedangkan pasar SPM melemah.<\/p>\n\n\n\n

Nah, seharusnya di Indonesia membuat aturan sebaliknya dengan melindungi industri nasional. Jangan hanya menggenjot penerimaan dan meningkatnya pendapatan Negara melalui cukai, akan tetapi melemahkan dan merugikan industri nasional.   <\/p>\n\n\n\n

Hal ini perlu diketahui anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, sebagai wakil rakyat perlu mengkaji lebih mendalam tentang rencana penggabungan volume produsi SKM dan SPM. Diadaptasi dari Koran-sindo.com, DPR RI Komisi Keuangan memberikan alasan penggabungan akan menghentikan praktek penghindaran pajak pabrikan rokok asing besar yang saat ini masih menikmati cukai murah. Jika penggabungan ini dilakukan, kebijakan tersebut juga akan melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan DPR RI Komisi Keuangan tersebut, seakan-akan aturan penggabungan ini hanya ditentukan untuk industry yang memproduksi rokok SKM dan SPM dalam satu perusahaan. Menjadi rancu, ternyata dalam PMK 146\/2017, tidak menjelaskan batasan tersebut. Selanjutnya dalam aturan tersebut, juga tidak memperjelas yang dimaksudkan penggabungan SKM dan SPM, apakah SKM digabung ke golongan SPM, atau SPM digabung ke dalam golongan SKM?. Karena SPM dan SKM, keduanya jelas sangat beda produknya (barang).  Hal inilah disinyalir menjadi pintu masuk untuk menggerus SKM perlahan-lahan.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Roko Indonesia (GAPPRI),  Ismanu Soemiran dilansir dari Krjogja.com, melayangkan permohonan kepada Presiden untuk meninjau kembali rencana simplikasi golongan serta penggabungan kuota rokok kretek dan rokok putih, serta roadmap cukai PMK 146\/2017 untuk tidak dilaksanakan di tahun 2019.  Ismanu berpendapat PMK 146\/2017 berpotensi mengarah kepada monopoli. Artinya, berpotensi hanya menguntungkan pabrik terbesar berstatus penanaman modal asing (PMA) saja, dan akan menggeser rokok kretek yang multi varian ke rokok putih yang hanya satu jenis. <\/p>\n\n\n\n

Dilansir dari media online bisnis.com, Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) merasa keberatan dengan rencana kumulasi produksi SKM dengan SPM, karena menjadikan produksi rokok akan naik, kemudian naik pula golongan maupun layernya. Selanjutnya, secara otomatis naik pula tariff cukainya. Dengan penggabungan atau penyamaan tarif cukai SKM dan SPM akan menghilangkan golongan I-B SKT, yang akan memberatkan pabrik rokok lokal karena akan berdampak kenaikan harga rokok, dan pastinya akan terjadi penurunan penjualan. <\/p>\n\n\n\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Baca: Agenda Terselubung di Balik Isu Penyederhanaan Layer Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kembali ke SPM dan SKM, jika volume keduanya disamakan, otomatis golongan atau layernya sama, seperti penjelasan sederhana di alenia pertama di atas. Ini membuktikan lemahnya pemerintah mengenai pengaturan peredaran rokok produk asing di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, bahwa SPM rata-rata perusahaan milik asing, sedangkan SKM mayoritas milik pengusaha lokal.  Secara konten rokok SPM dan SKM sangat berbeda. Perbedaan yang mendasar adalah cengkeh, SPM tanpa cengkeh, SKM memakai cengkeh. SPM tidak memakai tembakau lokal (petani Indonesia), SKM konten tembakaunya dari campuran tembakau lokal (petani Indonesia).<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah harus tegas dan berani membuat aturan tersendiri tentang peredaran SPM, seeperti halnya di Amerika. Dalam rangka melindungi industri nasional, negeri Paman Sam itu mengeluarkan aturan pembatasan peredaran SKM. <\/strong>Hal ini dilakukan untuk mengatasi peningkatan permintaan pangsa pasar SKM tiap tahunnya, sedangkan pasar SPM melemah.<\/p>\n\n\n\n

Nah, seharusnya di Indonesia membuat aturan sebaliknya dengan melindungi industri nasional. Jangan hanya menggenjot penerimaan dan meningkatnya pendapatan Negara melalui cukai, akan tetapi melemahkan dan merugikan industri nasional.   <\/p>\n\n\n\n

Hal ini perlu diketahui anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, sebagai wakil rakyat perlu mengkaji lebih mendalam tentang rencana penggabungan volume produsi SKM dan SPM. Diadaptasi dari Koran-sindo.com, DPR RI Komisi Keuangan memberikan alasan penggabungan akan menghentikan praktek penghindaran pajak pabrikan rokok asing besar yang saat ini masih menikmati cukai murah. Jika penggabungan ini dilakukan, kebijakan tersebut juga akan melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan DPR RI Komisi Keuangan tersebut, seakan-akan aturan penggabungan ini hanya ditentukan untuk industry yang memproduksi rokok SKM dan SPM dalam satu perusahaan. Menjadi rancu, ternyata dalam PMK 146\/2017, tidak menjelaskan batasan tersebut. Selanjutnya dalam aturan tersebut, juga tidak memperjelas yang dimaksudkan penggabungan SKM dan SPM, apakah SKM digabung ke golongan SPM, atau SPM digabung ke dalam golongan SKM?. Karena SPM dan SKM, keduanya jelas sangat beda produknya (barang).  Hal inilah disinyalir menjadi pintu masuk untuk menggerus SKM perlahan-lahan.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Roko Indonesia (GAPPRI),  Ismanu Soemiran dilansir dari Krjogja.com, melayangkan permohonan kepada Presiden untuk meninjau kembali rencana simplikasi golongan serta penggabungan kuota rokok kretek dan rokok putih, serta roadmap cukai PMK 146\/2017 untuk tidak dilaksanakan di tahun 2019.  Ismanu berpendapat PMK 146\/2017 berpotensi mengarah kepada monopoli. Artinya, berpotensi hanya menguntungkan pabrik terbesar berstatus penanaman modal asing (PMA) saja, dan akan menggeser rokok kretek yang multi varian ke rokok putih yang hanya satu jenis. <\/p>\n\n\n\n

Dilansir dari media online bisnis.com, Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) merasa keberatan dengan rencana kumulasi produksi SKM dengan SPM, karena menjadikan produksi rokok akan naik, kemudian naik pula golongan maupun layernya. Selanjutnya, secara otomatis naik pula tariff cukainya. Dengan penggabungan atau penyamaan tarif cukai SKM dan SPM akan menghilangkan golongan I-B SKT, yang akan memberatkan pabrik rokok lokal karena akan berdampak kenaikan harga rokok, dan pastinya akan terjadi penurunan penjualan. <\/p>\n\n\n\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari pertanyaan sederhana di atas, tentu saja yang menjadi sasaran empuk disalahkan adalah industri. Sedangkan industri rokok mengikuti aturan pemerintah, melalui aturan tarif cukai oleh kantor bea cukai. Perlu diluruskan, bahwa sebetulnya industri rokok adalah semi badan usaha milik Negara. Karena, pertama; harga jual ditentukan oleh pemerintah melalui golongan tarif cukai. Kedua; tanpa modal pemerintah mempunyai keuntungan rata-rata lebih dari 60% perbatang. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Terselubung di Balik Isu Penyederhanaan Layer Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kembali ke SPM dan SKM, jika volume keduanya disamakan, otomatis golongan atau layernya sama, seperti penjelasan sederhana di alenia pertama di atas. Ini membuktikan lemahnya pemerintah mengenai pengaturan peredaran rokok produk asing di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, bahwa SPM rata-rata perusahaan milik asing, sedangkan SKM mayoritas milik pengusaha lokal.  Secara konten rokok SPM dan SKM sangat berbeda. Perbedaan yang mendasar adalah cengkeh, SPM tanpa cengkeh, SKM memakai cengkeh. SPM tidak memakai tembakau lokal (petani Indonesia), SKM konten tembakaunya dari campuran tembakau lokal (petani Indonesia).<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah harus tegas dan berani membuat aturan tersendiri tentang peredaran SPM, seeperti halnya di Amerika. Dalam rangka melindungi industri nasional, negeri Paman Sam itu mengeluarkan aturan pembatasan peredaran SKM. <\/strong>Hal ini dilakukan untuk mengatasi peningkatan permintaan pangsa pasar SKM tiap tahunnya, sedangkan pasar SPM melemah.<\/p>\n\n\n\n

Nah, seharusnya di Indonesia membuat aturan sebaliknya dengan melindungi industri nasional. Jangan hanya menggenjot penerimaan dan meningkatnya pendapatan Negara melalui cukai, akan tetapi melemahkan dan merugikan industri nasional.   <\/p>\n\n\n\n

Hal ini perlu diketahui anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, sebagai wakil rakyat perlu mengkaji lebih mendalam tentang rencana penggabungan volume produsi SKM dan SPM. Diadaptasi dari Koran-sindo.com, DPR RI Komisi Keuangan memberikan alasan penggabungan akan menghentikan praktek penghindaran pajak pabrikan rokok asing besar yang saat ini masih menikmati cukai murah. Jika penggabungan ini dilakukan, kebijakan tersebut juga akan melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan DPR RI Komisi Keuangan tersebut, seakan-akan aturan penggabungan ini hanya ditentukan untuk industry yang memproduksi rokok SKM dan SPM dalam satu perusahaan. Menjadi rancu, ternyata dalam PMK 146\/2017, tidak menjelaskan batasan tersebut. Selanjutnya dalam aturan tersebut, juga tidak memperjelas yang dimaksudkan penggabungan SKM dan SPM, apakah SKM digabung ke golongan SPM, atau SPM digabung ke dalam golongan SKM?. Karena SPM dan SKM, keduanya jelas sangat beda produknya (barang).  Hal inilah disinyalir menjadi pintu masuk untuk menggerus SKM perlahan-lahan.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Roko Indonesia (GAPPRI),  Ismanu Soemiran dilansir dari Krjogja.com, melayangkan permohonan kepada Presiden untuk meninjau kembali rencana simplikasi golongan serta penggabungan kuota rokok kretek dan rokok putih, serta roadmap cukai PMK 146\/2017 untuk tidak dilaksanakan di tahun 2019.  Ismanu berpendapat PMK 146\/2017 berpotensi mengarah kepada monopoli. Artinya, berpotensi hanya menguntungkan pabrik terbesar berstatus penanaman modal asing (PMA) saja, dan akan menggeser rokok kretek yang multi varian ke rokok putih yang hanya satu jenis. <\/p>\n\n\n\n

Dilansir dari media online bisnis.com, Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) merasa keberatan dengan rencana kumulasi produksi SKM dengan SPM, karena menjadikan produksi rokok akan naik, kemudian naik pula golongan maupun layernya. Selanjutnya, secara otomatis naik pula tariff cukainya. Dengan penggabungan atau penyamaan tarif cukai SKM dan SPM akan menghilangkan golongan I-B SKT, yang akan memberatkan pabrik rokok lokal karena akan berdampak kenaikan harga rokok, dan pastinya akan terjadi penurunan penjualan. <\/p>\n\n\n\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Masyarakat pada umumnya, tidak tahu atau bahkan acuh tentang perkembangan aturan rokok. Tahu-tahu harga rokok berubah, baru mereka mencari informasi. Pasti pertanyaan sederhana yang selalu mereka utarakan, \u201cmengapa harga rokok naik? Apakah industri masih kurang untung?\u201d. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Dari pertanyaan sederhana di atas, tentu saja yang menjadi sasaran empuk disalahkan adalah industri. Sedangkan industri rokok mengikuti aturan pemerintah, melalui aturan tarif cukai oleh kantor bea cukai. Perlu diluruskan, bahwa sebetulnya industri rokok adalah semi badan usaha milik Negara. Karena, pertama; harga jual ditentukan oleh pemerintah melalui golongan tarif cukai. Kedua; tanpa modal pemerintah mempunyai keuntungan rata-rata lebih dari 60% perbatang. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Terselubung di Balik Isu Penyederhanaan Layer Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kembali ke SPM dan SKM, jika volume keduanya disamakan, otomatis golongan atau layernya sama, seperti penjelasan sederhana di alenia pertama di atas. Ini membuktikan lemahnya pemerintah mengenai pengaturan peredaran rokok produk asing di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, bahwa SPM rata-rata perusahaan milik asing, sedangkan SKM mayoritas milik pengusaha lokal.  Secara konten rokok SPM dan SKM sangat berbeda. Perbedaan yang mendasar adalah cengkeh, SPM tanpa cengkeh, SKM memakai cengkeh. SPM tidak memakai tembakau lokal (petani Indonesia), SKM konten tembakaunya dari campuran tembakau lokal (petani Indonesia).<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah harus tegas dan berani membuat aturan tersendiri tentang peredaran SPM, seeperti halnya di Amerika. Dalam rangka melindungi industri nasional, negeri Paman Sam itu mengeluarkan aturan pembatasan peredaran SKM. <\/strong>Hal ini dilakukan untuk mengatasi peningkatan permintaan pangsa pasar SKM tiap tahunnya, sedangkan pasar SPM melemah.<\/p>\n\n\n\n

Nah, seharusnya di Indonesia membuat aturan sebaliknya dengan melindungi industri nasional. Jangan hanya menggenjot penerimaan dan meningkatnya pendapatan Negara melalui cukai, akan tetapi melemahkan dan merugikan industri nasional.   <\/p>\n\n\n\n

Hal ini perlu diketahui anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, sebagai wakil rakyat perlu mengkaji lebih mendalam tentang rencana penggabungan volume produsi SKM dan SPM. Diadaptasi dari Koran-sindo.com, DPR RI Komisi Keuangan memberikan alasan penggabungan akan menghentikan praktek penghindaran pajak pabrikan rokok asing besar yang saat ini masih menikmati cukai murah. Jika penggabungan ini dilakukan, kebijakan tersebut juga akan melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan DPR RI Komisi Keuangan tersebut, seakan-akan aturan penggabungan ini hanya ditentukan untuk industry yang memproduksi rokok SKM dan SPM dalam satu perusahaan. Menjadi rancu, ternyata dalam PMK 146\/2017, tidak menjelaskan batasan tersebut. Selanjutnya dalam aturan tersebut, juga tidak memperjelas yang dimaksudkan penggabungan SKM dan SPM, apakah SKM digabung ke golongan SPM, atau SPM digabung ke dalam golongan SKM?. Karena SPM dan SKM, keduanya jelas sangat beda produknya (barang).  Hal inilah disinyalir menjadi pintu masuk untuk menggerus SKM perlahan-lahan.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Roko Indonesia (GAPPRI),  Ismanu Soemiran dilansir dari Krjogja.com, melayangkan permohonan kepada Presiden untuk meninjau kembali rencana simplikasi golongan serta penggabungan kuota rokok kretek dan rokok putih, serta roadmap cukai PMK 146\/2017 untuk tidak dilaksanakan di tahun 2019.  Ismanu berpendapat PMK 146\/2017 berpotensi mengarah kepada monopoli. Artinya, berpotensi hanya menguntungkan pabrik terbesar berstatus penanaman modal asing (PMA) saja, dan akan menggeser rokok kretek yang multi varian ke rokok putih yang hanya satu jenis. <\/p>\n\n\n\n

Dilansir dari media online bisnis.com, Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) merasa keberatan dengan rencana kumulasi produksi SKM dengan SPM, karena menjadikan produksi rokok akan naik, kemudian naik pula golongan maupun layernya. Selanjutnya, secara otomatis naik pula tariff cukainya. Dengan penggabungan atau penyamaan tarif cukai SKM dan SPM akan menghilangkan golongan I-B SKT, yang akan memberatkan pabrik rokok lokal karena akan berdampak kenaikan harga rokok, dan pastinya akan terjadi penurunan penjualan. <\/p>\n\n\n\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pemerintah harus tegas dalam memberikan aturan pembeda tentang batas produksi bagi Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM). Keduanya tidak bisa disamakan. Apabila digabungkan, asumsi sederhananya, golongan SKM naik tingkat ke golongan SPM, atau sebaliknya golongan SPM turun masuk golongan SKM. Selanjutnya akan berdampak terhadap penyamaan pungutan cukai keduanya. Jika disamakan, industri lokal berupa SKM, sangat dirugikan. Tarif pungutan cukai SKM bisa jadi naik sejajar dengan SPM, atau tarif pungutan cukai SPM turun ke layer SKM. Hal ini akan berimbas pada harga jual SKM dan SPM yang sama dipasaran. Padahal, selama ini harga jual SPM lebih tinggi dari SKM dipasaran. <\/p>\n\n\n\n

Masyarakat pada umumnya, tidak tahu atau bahkan acuh tentang perkembangan aturan rokok. Tahu-tahu harga rokok berubah, baru mereka mencari informasi. Pasti pertanyaan sederhana yang selalu mereka utarakan, \u201cmengapa harga rokok naik? Apakah industri masih kurang untung?\u201d. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Dari pertanyaan sederhana di atas, tentu saja yang menjadi sasaran empuk disalahkan adalah industri. Sedangkan industri rokok mengikuti aturan pemerintah, melalui aturan tarif cukai oleh kantor bea cukai. Perlu diluruskan, bahwa sebetulnya industri rokok adalah semi badan usaha milik Negara. Karena, pertama; harga jual ditentukan oleh pemerintah melalui golongan tarif cukai. Kedua; tanpa modal pemerintah mempunyai keuntungan rata-rata lebih dari 60% perbatang. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Agenda Terselubung di Balik Isu Penyederhanaan Layer Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kembali ke SPM dan SKM, jika volume keduanya disamakan, otomatis golongan atau layernya sama, seperti penjelasan sederhana di alenia pertama di atas. Ini membuktikan lemahnya pemerintah mengenai pengaturan peredaran rokok produk asing di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, bahwa SPM rata-rata perusahaan milik asing, sedangkan SKM mayoritas milik pengusaha lokal.  Secara konten rokok SPM dan SKM sangat berbeda. Perbedaan yang mendasar adalah cengkeh, SPM tanpa cengkeh, SKM memakai cengkeh. SPM tidak memakai tembakau lokal (petani Indonesia), SKM konten tembakaunya dari campuran tembakau lokal (petani Indonesia).<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah harus tegas dan berani membuat aturan tersendiri tentang peredaran SPM, seeperti halnya di Amerika. Dalam rangka melindungi industri nasional, negeri Paman Sam itu mengeluarkan aturan pembatasan peredaran SKM. <\/strong>Hal ini dilakukan untuk mengatasi peningkatan permintaan pangsa pasar SKM tiap tahunnya, sedangkan pasar SPM melemah.<\/p>\n\n\n\n

Nah, seharusnya di Indonesia membuat aturan sebaliknya dengan melindungi industri nasional. Jangan hanya menggenjot penerimaan dan meningkatnya pendapatan Negara melalui cukai, akan tetapi melemahkan dan merugikan industri nasional.   <\/p>\n\n\n\n

Hal ini perlu diketahui anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, sebagai wakil rakyat perlu mengkaji lebih mendalam tentang rencana penggabungan volume produsi SKM dan SPM. Diadaptasi dari Koran-sindo.com, DPR RI Komisi Keuangan memberikan alasan penggabungan akan menghentikan praktek penghindaran pajak pabrikan rokok asing besar yang saat ini masih menikmati cukai murah. Jika penggabungan ini dilakukan, kebijakan tersebut juga akan melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar. <\/p>\n\n\n\n

Dari penjelasan DPR RI Komisi Keuangan tersebut, seakan-akan aturan penggabungan ini hanya ditentukan untuk industry yang memproduksi rokok SKM dan SPM dalam satu perusahaan. Menjadi rancu, ternyata dalam PMK 146\/2017, tidak menjelaskan batasan tersebut. Selanjutnya dalam aturan tersebut, juga tidak memperjelas yang dimaksudkan penggabungan SKM dan SPM, apakah SKM digabung ke golongan SPM, atau SPM digabung ke dalam golongan SKM?. Karena SPM dan SKM, keduanya jelas sangat beda produknya (barang).  Hal inilah disinyalir menjadi pintu masuk untuk menggerus SKM perlahan-lahan.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Roko Indonesia (GAPPRI),  Ismanu Soemiran dilansir dari Krjogja.com, melayangkan permohonan kepada Presiden untuk meninjau kembali rencana simplikasi golongan serta penggabungan kuota rokok kretek dan rokok putih, serta roadmap cukai PMK 146\/2017 untuk tidak dilaksanakan di tahun 2019.  Ismanu berpendapat PMK 146\/2017 berpotensi mengarah kepada monopoli. Artinya, berpotensi hanya menguntungkan pabrik terbesar berstatus penanaman modal asing (PMA) saja, dan akan menggeser rokok kretek yang multi varian ke rokok putih yang hanya satu jenis. <\/p>\n\n\n\n

Dilansir dari media online bisnis.com, Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) merasa keberatan dengan rencana kumulasi produksi SKM dengan SPM, karena menjadikan produksi rokok akan naik, kemudian naik pula golongan maupun layernya. Selanjutnya, secara otomatis naik pula tariff cukainya. Dengan penggabungan atau penyamaan tarif cukai SKM dan SPM akan menghilangkan golongan I-B SKT, yang akan memberatkan pabrik rokok lokal karena akan berdampak kenaikan harga rokok, dan pastinya akan terjadi penurunan penjualan. <\/p>\n\n\n\n

Gaperoma, berharap agar penyederhanaan layer dengan penggabungan SKM dengan SPM dikaji ulang secara mendalam, karena sangat meberatkan industry rokok lokal (kretek). <\/p>\n\n\n\n

Baca: KNPK Menolak Simplifikasi Tarif Cukai<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekali lagi, untuk Komisi Keuangan DPR RI,sebaiknya mendengarkan harapan GAPPRI dan Gaperoma. Mereka mewakili suara industry, tahu betul kondisi perkembangan pabrik rokok kretek lokal. Jangan sampai usul asal-asalan atau asal usul. Juga seharusnya Komisi Keuangan DPR RI membela industry rokok lokal (SKM), daripada kepentingan industry rokok asing (SPM).<\/p>\n\n\n\n

Perlu diketahui, pangsa pasar SKT lebih besar dibanding SPM, terlebih di Indonesia. Jadi jika SKM digabungkan dengan SPM, yang kemudian salah satu harus naik golongan atau turun golongan, sangat merugikan SKM. Untuk itu, Komisi Keuangan DPR RI agar hati-hati dalam mendorong rencana penggabungan SKM dengan SPM.  Yang diuntungkan adalah industry asing (SPM), dan jauh dari alasan Komisi Keuangan DPR RI tertera di atas, salah satunya untuk melindungi pabrikan rokok kecil dari persaingan harga dengan pabrikan asing besar, ini tidak akan terjadi, yang terjadi adalah sebaliknya. <\/p>\n\n\n\n

Justru yang harus dilakukan Komisi Keuangan DPR RI adalah membuat aturan rijit SPM jika memang masih menikmati cukai murah, bukan malah memberikan solusi penggabungan, yang akan menimbulkan keresahan bagi industry lokal (SKM). Terlebih lagi, jika dirunut dorongan untuk menggabungkan SPM dan SKM, sebagai salah satu agenda mematikan rokok kretek dan industry dalam negeri dalam (SKM).
<\/p>\n","post_title":"Penggabungan Volume Produksi SKM dengan SPM Merugikan Industri Lokal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"penggabungan-volume-produksi-skm-dengan-spm-merugikan-industri-lokal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-24 06:58:22","post_modified_gmt":"2019-02-23 23:58:22","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5483","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5479,"post_author":"883","post_date":"2019-02-23 06:22:41","post_date_gmt":"2019-02-22 23:22:41","post_content":"\n

Sejak kemarin kelompok antirokok sedang ribut-ribut menyoal penerbitan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Permenkes tersebut di dalamnya berisikan, pemerintah pusat mengambil kembali pajak rokok untuk menutup defisit JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok menganggap Permenkes Nomor 53 Tahun 2017 mencederai hak Pemerintah Daerah dalam mengelola pajak rokok. Landasan argumentasi yang mereka bangun adalah pajak rokok merupakan hak pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. <\/p>\n\n\n\n

Baca: Cukai Rokok Penyangga Jaminan Kesehatan Negara<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Sekilas memang tidak terlihat ada yang janggal dari protes kelompok antirokok atas Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, sebab kebijakan mengambil pajak rokok dari daerah untuk menambal defisit JKN merugikan pemerintah daerah. Dana pajak rokok daerah ini biasa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk berbagai macam program pembangunan daerah, termasuk alokasi 50% untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
<\/p>\n\n\n\n

Namun tentu kita tidak bisa begitu saja percaya terhadap antirokok, manuver yang dilakukan antirokok pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu. Dalam isu Permenkes ini mereka punya kepentingan. Apa kepentingannya?
<\/p>\n\n\n\n

Kelompok antirokok telah melakukan blunder besar dengan kampanye \u201cRokok Membebani JKN\u201d. Awalnya kampanye ini cukup berhasil untuk menggiring opini bahwa bobolnya anggaran JKN disebabkan oleh para perokok. Meskipun data yang mereka pakai hanyalah asumsi-asumsi semata, namun asumsi ini terus diteriakkan berulang-ulang agar publik dapat mengamini.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Hingga kemudian BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mengalami defisit anggaran terus-menerus setiap tahunnya. Sejak 2014 BPJS Kesehatan sudah mengalami defisit anggaran mencapai Rp3,3 triliun. Angka itu membengkak menjadi Rp5,7 triliun tahun 2015 dan 9,7 triliun pada 2016. Lalu pada 2017 BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit sebesar Rp 9,75 Triliun.
<\/p>\n\n\n\n

Rokok yang sejak dulu di kambing hitamkan atas bobolnya anggaran JKN, justru dana pajaknya malah dipakai untuk menyelamatkan defisit BPJS Kesehatan. Aneh memang, satu sisi ada kelompok yang teriak-teriak bahwa rokok menjadi beban bagi JKN, di sisi lainnya pemerintah malah membutuhkan kontribusi rokok bagi keberlangsungan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Sejak ditetapkannya pajak rokok dimanfaatkan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, kampanye antirokok jadi tidak laku. Publik berbondong-bondong mengapresiasi kedermawanan perokok atas kontribusinya bagi JKN. Begitupun dengan pemerintah juga semakin membutuhkan kontribusi pajak rokok.
<\/p>\n\n\n\n

Dampak lainnya dari blunder kampanye antirokok adalah kini mereka tidak bisa lagi utak-atik dana pajak rokok bagi kepentingan kampanye pengendalian tembakau, terutama dana pajak rokok daerah.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Kalau diperhatikan secara seksama, Pasal 31 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ini memberikan celah bagi antirokok untuk menggarong dana pajak rokok. Sebab dalam juknis pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, kampanye pengendalian tembakau masuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan masyarakat. Artinya antirokok bisa ikut menggunakan dana pajak rokok ini untuk kampanye pengendalian tembakau.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi kini setelah keluar Permenkes Nomor 53 Tahun 2017, kelompok antirokok tidak punya slot untuk menikmati dana pajak rokok. Pemerintah pusat menafsirkan pelayanan kesehatan dengan prioritas terhadap pembiayaan JKN. Sehingga komponen pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak jelas seperti kampanye bahaya merokok dieliminir.
<\/p>\n\n\n\n

Jadi tidak ada yang salah dari keputusan pemerintah untuk memprioritaskan 50% dana pajak rokok daerah yang digunakan untuk pelayanan kesehatan diarahkan untuk pembiayaan JKN.
<\/p>\n\n\n\n

Ini lebih jelas ketimbang digarong oleh kelompok antirokok yang selalu menyerukan demi kepentingan kesehatan masyarakat, tapi pada kenyataannya justru jargon tersebut mereka gunakan sebagai legitimasi mengambil dana pajak rokok.
<\/p>\n","post_title":"Di Balik Protes Antirokok terhadap Alokasi Pajak Rokok Daerah untuk JKN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"di-balik-protes-antirokok-terhadap-alokasi-pajak-rokok-daerah-untuk-jkn","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-23 06:22:48","post_modified_gmt":"2019-02-22 23:22:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5479","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5468,"post_author":"877","post_date":"2019-02-20 07:40:45","post_date_gmt":"2019-02-20 00:40:45","post_content":"\n

Kalau ada yang bilang rokok adalah candu dan masuk kategori zat adiktif itu keliru dan salah kaprah. Aktivitas merokok bisa ditinggalkan. Contoh, saat bulan puasa banyak perokok dapat tidak merokok selama satu hari penuh, mereka tidak sakaw dan kejang-kejang.<\/p>\n\n\n\n

Saya ibaratkan merokok sama dengan makan nasi. Kalau ada
orang tidak kenyang jika tidak makan nasi, apakah ia termasuk kategori bahasa kecanduan? Kecanduan dalam arti keinginan makan nasi bagi mayoritas orang bisa dipastikan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n

Ada kelompok minoritas, yang gak makan nasi bahkan tidak doyan sama sekali. Ia tiap harinya hanya makan sayur sayuran, makan mie instan, makan buah buahan dan lain sebagainya.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Ada juga orang yang belum makan nasi rasanya belum puas, atau bahkan badannya gemetaran. Sekali lagi pertanyaan, apakah keadaan ini, masuk kategori kecanduan? Sehingga nasi masuk daftar sebagai zat adiktif?<\/p>\n\n\n\n

Baca: Melawan Label Adiktif Terhadap Perokok dengan Berpuasa <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tentu tidak, makan nasi sebenarnya adalah pilihan, tidak makan nasi pun tidak mengapa. Itu hanya soal kebiasaan. Semua kebiasaan kalau dimasukkan kategori kecanduan, itu hal yang tidak tepat. Karena orang mempunyai kebiasaan adalah wajar, karena semua manusia punya akal pikiran yang memutuskan punya keinginan. <\/p>\n\n\n\n

Tanpa keinginan, manusia dianggap tidak wajar, bahkan tidak waras.
Seperti halnya, aktivitas merokok itu hanya merupakan keinginan dan bisa ditinggalkan (tidak mencandu), dan jauh dari sifat adiktif.
Jika rokok dikategorikan mengandung zat adiktif, adalah tuduhan yang tidak beralasan. Hanya dipaksakan, tujuannya agar rokok tidak boleh dikonsumsi, terutama rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n

Dalam PP 109\/012, rokok dimasukkan kategori barang yang mengandung zat adiktif. Kira kira penjelasannya, kalau tidak merokok, perokok merasa galau, merasa bingung dan sebagainya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Baca: Rokok, Asupan Jiwa yang Baik<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Hal ini tidak benar adanya, bisa di tanya ke para perokok, apakah kalau tidak merokok badannya kacau?. Saya pastikan jawabannya tidak.
Mereka yang merokok, pada dasarnya hanya keinginan untuk rekreasi dan relaksasi. Dalam keadaan apapun, sekalipun tertekan, teman sejati perokok ya rokok itu sendiri. Dan bahkan tidak sedikit, perokok bisa memunculkan ide ide cemerlangnya, saat merokok.<\/p>\n\n\n\n

Ada cerita dari orang yang tiap harinya bekerja sebagai desain grafis dan percetakan, panggilan akrabnya Irwan asli Bandung, ia menggeluti pekerjaannya sudah hampir 30 tahun. Banyak orang yang memakai jasanya.<\/p>\n\n\n\n

Saat akhir tahun, ia sering mendapatkan pesanan mencetak kalender. Dan kebanyakan pemesan pasrah sampai pada desainnya. Pemesan hanya memberikan bahan materi beberapa foto, kemudian olah desain pasrah sama irwan.<\/p>\n\n\n\n

Dibulan bulan akhir tahun inilah, temenku Irfan sering mengalami stres (bukan arti sakit jiwa bikin gila permanen). Ia stres harus mengolah waktu, dan pikiran.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kretek Berbeda Dengan Rokok, Apalagi Narkoba <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Masalah cetak ia biasa dibantu karyawannya berjumlah 6 orang. Tetapi masalah desain ia kerjakan sendiri. Karena banyak orang cocok dengan karyanya dan tidak mau di gantikan dengan orang lain. Saat ia memunculkan ide ide pikirannya ada beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n

Pertama:<\/strong> pergi ketempat yang tenang sambil berpikir, bahasa sederhananya refresing atau rekreasi sambil kerja. Metode ini ia aku harus mengeluarkan rupiah lumayan gede untuk transportasi dan makan. <\/p>\n\n\n\n

Kedua<\/strong>: merokok, ia akui lebih irit, bisa dilakukan di rumah, bahkan terkadang bisa dilakukan sambil bekerja membuat desain. Terlebih lagi menurutnya, lebih enak mikir saat beol sambil merokok.
Maaf pembaca agak jorok, tetapi ini betulan apa yang telah di utarakan Irfan begitu adanya. Dan banyak orang ternyata juga mengalami kenikmatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Rokok bukan candu, bukan barang yang mengandung zat adiktif. Kalau ada yang bilang sebaliknya, mereka belum pernah merokok. Kalau pingin kebenaran coba merokoklah, maka anda akan menjadi orang yang bijak.<\/strong><\/p>\n","post_title":"Rokok Bukan Candu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"rokok-bukan-candu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 18:44:56","post_modified_gmt":"2019-02-20 11:44:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5468","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5463,"post_author":"883","post_date":"2019-02-19 09:22:20","post_date_gmt":"2019-02-19 02:22:20","post_content":"\n

Para capres di 2019 ini memang tidak ada yang merokok. Maka tulisan ini hanyalah tulisan iseng semata, jadi bagi para pendukung kedua kubu jangan serius-serius amat menyikapinya. Apalagi kalau sampai ada sumbu pendek yang langsung mencap saya menghina jagoan kalian, lalu #BoikotSitusBolehMerokok bergema di jagat maya, bisa repot nantinya.
<\/p>\n\n\n\n

Paragraf awal sengaja saya mulai dengan disclaimer, sebab akhir-akhir ini para pendukung capres-capresan sedang tidak selow. Tensi politik tinggi, urat syaraf tegang terus karena para pendukung satu sama lain mengambil jarak untuk ngopi dan merokok bareng-bareng. Padahal guyub menjadi kunci bangsa ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
<\/p>\n\n\n\n

Sudah cukup, saya bukan pengamat politik, saya cuma orang yang bisa cocoklogi. Karena keahlian cocoklogi saya, maka tulisan ini keluar. Tulisan yang mengimajinasikan jikalau Jokowi dan Prabowo merokok, apa rokok yang cocok untuk mereka. Dan tentunya dari rokok tersebut dapat terlihat gambaran karakter masing-masing.<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Baik kita mulai. Berikut ini adalah rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo:
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi \u2013 SKT (Sigaret Kretek Tangan)<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi cocok sekali merokok jenis SKT, mereknya terserah kalian imajinasikan sendiri. Dji Sam Soe boleh, Gudang Garam Merah boleh, Djarum Coklat boleh, Minak Djinggo juga boleh, terserahlah. Yang penting SKT. Lalu kenapa harus SKT?
<\/p>\n\n\n\n

Seiring perkembangan zaman, rokok jenis SKT dicap oleh masyarakat sebagai rokok kalangan tua. Rokok yang hanya dihisap oleh orang-orang tua. Oldies<\/em>-lah pokoknya.
<\/p>\n\n\n\n

Tapi jangan salah, SKT boleh saja dicap oldies, <\/em>namun SKT merupakan jenis kretek yang paling dicintai masyarakat Indonesia. SKT adalah trademark kretek Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Jokowi hari ini menjadi sorotan politik nasional. Berlatar belakang keluarga biasa-biasa saja, bukan dari keluarga yang memiliki trah politik, keluarga kaya, ataupun keluarga jendral, Jokowi mampu menyedot perhatian publik dengan sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tak butuh waktu lama naik menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi pun sebenarnya bukanlah strategi baru dalam berpolitik. Banyak politisi-politisi yang juga melakukan blusukan, bahkan jauh sebelum dipopulerkan Jokowi.
<\/p>\n\n\n\n

Namun memang blusukan yang dilakukan Jokowi dan para politisi lainnya berbeda. Sama halnya dengan SKT yang dicintai oleh masyarakat Indonesia, Jokowi juga memiliki cinta dalam setiap blusukannya, sehingga masyarakat yang ditemuinya merasa dekat dengan sang pemimpin. Gaya berpolitik Jokowi kini menjadi trademark bagi politisi-politisi lainnya.
<\/p>\n\n\n\n

Hal lain yang istimewa dari SKT adalah proses pembuatannya. SKT adalah satu-satunya jenis kretek yang sangat menghargai proses dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Lihat saja tahapan-tahapan dalam produksi SKT yang terdiri dari, ngiping, nggiling, bathil, nglongsongi, nyonthong, ngeslop dan ngebal.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Mengkonsumsi\u00a0Kretek\u00a0Tangan\u00a0Menjaga\u00a0Nasib\u00a0Banyak\u00a0Orang<\/a>
<\/h2>\n\n\n\n

Selayaknya proses pembuatan SKT, karir politik Jokowi juga dibangun dengan proses yang tidak instan. Dibangun tahap demi tahap mulai dari Walikota Solo kemudian naik menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjadi Presiden Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n

Dan yang terakhir dari cocoknya Jokowi merokok SKT adalah karakter woles Jokowi dalam kepribadiannya. Sangat cocok dengan gaya merokok SKT yang dihisap pelan-pelan untuk mendapatkan nikmatnya racikan tembakau dan cengkeh alami yang ada di SKT.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo \u2013 SKM (Sigaret Kretek Mesin) Full Flavor<\/strong>
<\/p>\n\n\n\n

SKM Full Flavor adalah salah satu jenis kretek. Bentuknya lugas tidak mencla-mencle, begitupun dengan karakter taste kreteknya yang kuat meskipun memiliki tambahan busa filter di dalamnya.
<\/p>\n\n\n\n

Andaikan Prabowo merokok, jenis SKM Full Flavor ini sangat cocok untuknya. Mereknya bisa saja Djarum Super, Gudang Garam Filter, Dji Sam Soe Magnum, atau merek-merek SKM Full Flavor lainnya. Silahkan diimajinasikan sendiri merek apa yang cocok bagi Prabowo.
<\/p>\n\n\n\n

Kretek mesin full flavor merupakan jenis kretek yang diinovasi sesuai dengan permintaan pasar. Pasar menginginkan jenis kretek baru yang lebih simple dari SKT namun dengan tidak menghilangkan karakter rasa kretek di dalamnya.
<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n

Prabowo hadir dalam catur perpolitikan nasional pasca reformasi. Meskipun era reformasi mengeliminasi sistem otoritarian, namun masyarakat masih menginginkan sosok pemimpin yang tegas, tidak bertele-tele, dan sikap nasionalisme yang menjunjung tinggi pride<\/em> terhadap Indonesia. Prabowo hadir dengan membawa keinginan masyarakat tersebut.
<\/p>\n\n\n\n

Meskipun dianggap sebagai representasi Orde Baru, dalam setiap langkah politik Prabowo, demokrasi dikatakannya sebagai fondasi dalam sistem politik di Indonesia. Sehingga terasa sulit bagi pengkritiknya untuk menyerangnya dengan isu tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Kreativitas Membuat Kretek adalah\u00a0<\/a>Local Knowledge<\/a><\/em>, Kekayaan Budaya Nusantara <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Belum lagi dalam setiap pidatonya, Prabowo bak singa podium, mengingatkan kita pada sosok Bung Karno. Susunan kalimat per kalimatnya sangat rapih, intonasi suaranya pun diatur dengan sangat baik sehingga terasa renyah bagi pendengarnya. Ini makin membuat pengkritiknya gamang, karena dalam berpidato Prabowo hampir mirip dengan Soekarno bukan Soeharto.
<\/p>\n\n\n\n

Dilihat dari proses pembuatannya, SKM Full Flavor ini sudah menggunakan mesin. Tapi meskipun dibuat dengan mesin, aroma rasa yang khas dengan tarikan yang lebih berat menjadi karakteristik yang khas.
<\/p>\n\n\n\n

Prabowo berasal dari trah keluarga yang bukan sembarang orang, ia adalah anak dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Jalur politik ia rintis sendiri dengan membuat partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
<\/p>\n\n\n\n

Memang seperti terlihat instan, tapi sebenarnya tetap melalui perjuangan-perjuangan dalam membangun karir politiknya. Proses dari bawah membuat partai hingga capaiannya sekarang ini tentunya berkat kerja keras melaui proses panjang.
<\/p>\n\n\n\n

Itu tadi jenis rokok yang cocok bagi Jokowi dan Prabowo setelah ditinjau dari berbagai aspek cocoklogi. Kalau cocoklogi di atas ada yang dirasa kurang pas, ya namanya juga cocoklogi. Kalau cocok ya kebetulan, kalau gak cocok ya karena memang asal-asalan saja.
<\/p>\n\n\n\n

Yang terpenting adalah apapun hasil cocoklogi saya tadi, saya cuma mau menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia :
<\/p>\n\n\n\n

\u201cSiapapun Pilihan Politik Kalian, Gak Papa Beda, Yang Penting Hafal Pancasila dan Indonesia Raya, Kita Masih Bersaudara Satu Bangsa Indonesia\u201d
<\/p>\n","post_title":"Andaikan Jokowi-Prabowo Merokok, Inilah Rokok yang Cocok Buat Mereka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"andaikan-jokowi-prabowo-merokok-inilah-rokok-yang-cocok-buat-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-20 08:36:53","post_modified_gmt":"2019-02-20 01:36:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5460,"post_author":"877","post_date":"2019-02-18 09:22:25","post_date_gmt":"2019-02-18 02:22:25","post_content":"\n

Berbakti\nterhadap Nusa dan Bangsa wajib hukumnya bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak\nada pengecualian. Orang kaya, orang kota, orang desa, individu, kelompok,\ngolongan, pengusaha, petani, dan lain-lain, selama menjadi warga negara\nIndonesia harus peduli terhadap kemajuan Bangsa. Bentuknya bisa macam-macam dan\nberbeda-beda, sesuai kemampuan masing-masing. \nBentuk kepedulian yang berbeda, harus kita dorong dan hormati. Asalkan\ntujuannya baik, dan positif untuk kemajuan kehidupan Bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Menjadi aneh,\njika ada orang atau golongan mencurigai orang lain yang sudah berbuat baik\nuntuk kemajuan Bangsa. Ambil contoh, keberadaan Djarum Foundation dalam bhakti\nolah raga berupa audisi pencarian bakat atlet bulu tangkis sejak dini sekitar\numur 6-15 tahun. Keberadaannya dilaporkan Ketua Yayasan Lentera Anak\n(YLA) bernama Lisda Sundari kepada Komisi Perlindungan Anak\nIndonesia (KPAI) di Jakarta, pada Jumat, 15 Februari 2019. YLA\nmenuduh adanya audisi tersebut, sebagai bentuk tindakan ekploitasi anak dan\npencitraan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Tuduhan yang keterlaluan terhadap sesama anak bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa dengan bentuk lain. Seharusnya keadaan ini tidak terjadi, sebaliknya justru saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Ketua YLKI yang Tak Pernah Membela Konsumen Rokok Itu Bernama Tulus Abadi <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Setelah membaca berita yang tersebar di media online, tentang\nlaporan ketua YLA kepada KPAI, isi penggalan laporannya berbunyi: \"Pemenang\naudisi ini sebenarnya bukanlah anak-anak yang mendapat secuil beasiswa,\nmelainkan adalah penyelenggara audisi. Karena mereka membangun pasar masa depan\ndan pencitraan sebagai perusahaan yang seolah-olah peduli (dengan \nbulutangkis) melalui kegiatan ini, jelas Lisda\u201d.  Saya menilai, tuduhan tersebut tidaklah tepat\ndan jauh dari kenyataan. <\/p>\n\n\n\n

Tentunya, saya yakin YLA sudah berbuat yang terbaik untuk\nkemajuan anak-anak bangsa Indonesia. Mungkin pola dan bentuknya berbeda dengan Djarum\nFoundation. Melalui program bhakti olah raga yang saya ketahui, Djarum\nFoundation berupaya untuk memajukan olah raga bulutangkis yang selama ini\nsering membawa nama harum bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat kudus, bisa menjadi pemain bulutangkis asuhan Djarum Foundation, menjadi kebanggaan tersendiri. Dan mungkin juga, berlaku didaerah lain. Buktinya setiap dilakukan audisi, yang datang dari seluruh pelosok negeri. Karena Djarum Foundation selama ini banyak mencetak atlet bulu tangkis mendunia. Sudah sepantasnya, karena Djarum Foundation selama ini melakukan pencarian bakat dimulai sejak dini, untuk mencari bibit-bibit unggulan.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Antirokok Jangan Asal-asalan Melarang Iklan Rokok<\/a> <\/h2>\n\n\n\n

Anak-anak betul-betul dilatih bermain bulutangkis dengan\nbaik. Tanpa ada sumbangan atau pembayaran sepersenpun dari mereka. Kebutuhan\nmereka, terpenuhi dengan baik, mereka hanya dilatih dengan giat, dan juga\nmendapatkan pembelajaran formal bersifat gratis pula. <\/p>\n\n\n\n

Pertanyaan selanjutnya, apakah yang dilakukan Djarum\nFoundation di atas salah? Dimana letak kesalahannya?. Jelas-jelas Djarum\nFoundation membantu Negara, melalui audisi Djarum Foundatian memberikan kepada  anak-anak agar mempunyai keahlian berbasis\nolah raga sejak dini. Dan justru dengan bisa bergabung bersama Djarum\nFoundation, sudah meringankan beban Negara dalam rangka mencerdaskan bangsa.\nPemerintah, anak dan keluarga lebih di untungkan. Anak-anak bisa sekolah,\nmempunyai keahlian, bermain, bahagia dengan gratis, sehingga keluarga dan\npemerintah tidak terbebani. <\/p>\n\n\n\n

Jika ada yang mempertanyakan bahkan mencurigai dengan apa\nyang telah dilakukan Djarum Foundation di atas, harus dipertanyakan dan balik\ndicurigai. Apa motif dan tujuannya?, sudah berapa besar perannya dalam\nmencerdaskan anak bangsa?. Jangan \u2013jangan mereka ada rasa iri atau cemburu\nterhadap Djarum Foundation. Jika hanya iri atau cemburu, akan lebih baik,\nsehingga mereka diharapkan berlomba-lomba untuk mencerdaskan anak bangsa dengan\nDjarum Foundation. Namun menjadi celaka, bila kecurigaan mereka tanpa ada\nsolusi konkret dan hanya didasari atau ditumpangi kepentingan lain. <\/p>\n\n\n\n

Seperti halnya agenda untuk membatasi dan membunuh karakter industri rokok Indonesia. Bahasa tuduhan yang YLA pakai juga sangat menyudutkan, penggalannya berbunyi: \u201caudisi diduga adanya tindakan ekploitasi anak untuk promosi produk rokok\u201d. \u00a0Tuduhan tersebut dijawab tegas bagian Program Manajer Komunikasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, bernama Budi Darmawan, bahwa: kegiatan audisi umum bulutangkis secara tegas tidak atau kampanye rokok karena tidak terkait merek rokok, adapun tulisan dalam kaos hanya sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Menafsir Keputusan Pemerintah Tidak Menaikkan Tarif Cukai Rokok 2019 <\/a><\/h2>\n\n\n\n

Tuduhan YLA di atas memeng tidak beralasan, jika audisi\nsebagai ajang promosi, pastinya Djarum Foundation akan memerintahkan bahkan\nmewajibkan para atletnya untuk merokok Djarum, kenyataannya tidak. Kalaupun ada\ntulisan Djarum di kaos yang dipakai para calon atlet, itupun hanya tulisan saja\ndan tidak dari bagian promosi produk, lebih pada identitas. Buktinya Djarum\nsangat mendukung adanya aturan yang boleh merokok umur 18+. Pihak Djarum menyadari\nbahwa usia tersebut masih menjadi beban orang tua, sehingga perlu dilarang. <\/p>\n\n\n\n

Adanya program Djarum Foundation merupakan bakti Djarum terhadap Negeri, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak. Adanya Djarum Foundation, ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, membantu masyarakat, dan ikut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apabila keberadaan program Djarum Foundation dipermasalahkan bahkan dicurigai keberadaannya, pastinya yang mencurigai tidak tahu dan tidak faham betul tujuan utama program Djarum Foundatian. <\/p>\n\n\n\n

Dan apabila sampai program Djarum Foundation tidak berlanjut, ada pihak yang dirugikan, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pastinya bukan pihak Djarum yang rugi, justru sebaliknya hal tersebut mengurangi beban pengeluaran Djarum. Untuk itu mari kita dukung dan kita dorong program Djarum Foundation, karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan mampu membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup Bangsa, mencerdaskan bangsa, mencetak generasi muda tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n","post_title":"Tuduhan Keterlaluan Yayasan Lentera Anak Terhadap Djarum Foundation","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"tuduhan-keterlaluan-yayasan-lentera-anak-terhadap-djarum-foundation","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-18 09:22:32","post_modified_gmt":"2019-02-18 02:22:32","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5460","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5457,"post_author":"919","post_date":"2019-02-17 08:13:20","post_date_gmt":"2019-02-17 01:13:20","post_content":"\n

Sebagai seseorang yang lahir di era 90-an atau yang saat ini populer disapa generasi 90-an, istilah akronim atau singkatan menjadi sesuatu yang tak asing di telinga. Istilah-istilah tersebut memudahkan untuk melakukan komunikasi yang acapkali ribet dan menjemukan. Ragam akronim tersebut juga merupakan sebuah plesetan yang mengandung unsur kejenakaan didalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran bahasa-bahas gaul tersebut konon katanya sudah muncul di era 70-an. Ketika Indonesia sebagai sebuah negara baru mengalami kemajuan secara ekonomi. Saat itu sedang tumbuh dan munculnya kelas menengah di Tanah Air yang signifikan dan memiliki daya konsumtif yang tinggi. Eits<\/em>, tapi sebenarnya bukan itu sih<\/em>, hehehe hadirnya bahasa gaul justru dipopulerkan oleh para bromocorah. Alasannya simpel, konon bahasa gaul dan beberapa singkatan itu mempermudah mereka berkomunikasi tanpa diketahui oleh pihak-pihak di luar komunitas mereka, ibarat bahasa-bahasa sandi gitu lahh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu singkatan gaul yang tertua di Tanah Air kemungkinan adalah kata ABG atau anak baru gede. Kata bokap nyokap dulu sih jaman mereka masih ngebasis di terminal Blok M yang masih ada Plaza Aldironnya, singkatan ABG udah ada saat itu. Tapi sebenarnya bicara soal bahasa singkatan, Kota Bandung termasuk salah satu yang unik. Coba kalian ke Kota Kembang, pasti akan ada banyak makanan yang rupanya merupakan hasil dari singkatan, sebut saja Batagor yaitu bakso tahu goreng, Cireng (aci digoreng), Comro (oncom di jero), hingga cuanki (cari uang jalan kaki), hemmm jadi lapar.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Masa Depan, Rokok Elektrik dan Semangat Alternatif yang Sia-sia<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Kudapan-kudapan tadi sih emang paling enak dibuat makan siang lucu sama si dia yang makin aduhai (thanks to skincare<\/em>). Ga<\/em> usah jauh-jauh ke Kota Bandung, di era globalisasi saat ini ragam makanan itu juga udah pasti ada yang ekspansi ke kota-kota kalian. Tapi emang kebiasaan orang Indonesia nih, abis makan emang paling enak ngudud<\/em>. Hingga muncul istilah, apapun makanannya rokok adalah penutupnya, bener kan?<\/p>\n\n\n\n

Ternyata eh ternyata, berbagai merek rokok itu juga ada singkatannya yang lucu-lucu kok<\/em>. Tentu singkatan-singkatan tersebut bukan merupakan makna asli dari pemberian nama rokok dari para produsennya. Ibarat para bromocorah tadi yang membuat singkatan atau bahasa gaul sebagai kode, begitu juga dengan para perokok. Singkatan-singkatan merek rokok itu lahir secara organik dan tumbuh sebagai sesuatu jenaka yang segar serta dinikmati bukan saja oleh para perokok namun juga masyarakat umum lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Baca: Jember, Wilayah yang Dibesarkan oleh Tembakau<\/a><\/h2>\n\n\n\n

Salah satu merek rokok yang terkenal dan banyak dinikmati di Indonesia adalah Djarum. Perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah punya kepanjangan yaitu demi jakarta aku rela untuk mencintaimu\u2019. Buat kalian yang berdomisili di Jember, Jogja, Jambi, atau bahkan Jepang bisa diganti nama kotanya sesuai dengan tempat yang kalian tinggal. Mumpung masih hawa-hawanya syawal valentine nih<\/em>, buat kekasih kalian yang perokok, ga<\/em> ada salahnya kasih hadiah sebungkus rokok Djarum biar dengan tulisan kepanjangan di atas laah hehehe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Selain Djarum, merek rokok lainnya yang paling sering mendapatkan plesetan adalah LA. Tak diketahui secara pasti apa sejatinya kepanjangan rokok yang juga produk keluaran Djarum tersebut. Namun, orang-orang Lamongan, Jawa Timur punya kebangaan tersendiri sama merek rokok ini. Sering dari mereka menyebut bahwa LA merupakan singkatan dari Lamongan asli. Sebenarnya orang Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga bisa klaim sih. Tapi bagi beberapa anak gaul istilah LA mereka sebut merupakan kepanjangan dari Lumayan Anjay!<\/p>\n\n\n\n

Sampoerna bisa dikatakan sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. A Mild dan Dji Sam Soe adalah dua produk mereka yang menurut statistik memiliki penjualan terbesar, ets ets ets <\/em>kok jadi kayak presentasi keberhasilan produk ya?! Baim jadi bingung. Intinya gini, Sampoerna juga punya kepanjangan yang unik lho yaitu salam dari poejangga buat anda, beehh <\/em>sedap kali macam nak-nak<\/em> indies<\/em> pecinta kopi penikmat senja.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya berbagai merek rokok tadi dan lebih banyak lagi juga punya plesetan atau kepanjangan yang lain. Bahkan berbagai kepanjangan itu berbau aroma birahi seperti Ardath yaitu aku rela ditiduri asal tidak hamil tapi ada juga yang bernafaskan semangat kebajikan seperti Dunhill (dunia hampa tanpa ilmu). Nampaknya bukan saja kehadiran rokok yang mewarnai khasanah kebudayaan Indonesia, ragam singkatan-singkatan lucu itu juga berkontribusi dalam dunia komedi di tanah air, tsahhh<\/em>!<\/p>\n\n\n\n

Tetap menjadi perokok santun, dan jangan lupa bakar dulu rokoknya sebelum diudud!
<\/p>\n","post_title":"Lucu-lucuan Bareng Singkatan Merek Rokok di Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"lucu-lucuan-bareng-singkatan-merek-rokok-di-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2019-02-17 08:13:28","post_modified_gmt":"2019-02-17 01:13:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=5457","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":45},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};