\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n


Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
<\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


\u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
b. seni pertunjukan;
c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e. kemahiran kerajinan tradisional.
Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n
  1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
  2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
  3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
  4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
  5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
  6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

    Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


    Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


    Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


    Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
    Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


    Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


    Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


    Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


    Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


    Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


    Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


    Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
    Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


    Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


    Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


    Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


    Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


    Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
    Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


    Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

    CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

    Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

    Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

    Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

    Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

    Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

    Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

    Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

    Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

    Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

    Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

    Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

    Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

    Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

    Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

    Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
    <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

    Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


    Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


    Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


    Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


    Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


    Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


    Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


    Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


    Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
    Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
    Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


    Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


    Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


    Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
    Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

    Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

    Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

    Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
    Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


    Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


    Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


    Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


    Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


    Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


    Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


    Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


    Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


    Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


    Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


    Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
    Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
    Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


    Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


    Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


    \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


    Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

    Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


    Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

    Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

    Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
    Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
    a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
    b. seni pertunjukan;
    c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
    d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
    e. kemahiran kerajinan tradisional.
    Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
    Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


    Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

    Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

    Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


    Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


    Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


    Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
    Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
    Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


    Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


    Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


    Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


    Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

    \n

    Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

    1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
    2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
    3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
    4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
    5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
    6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

      Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


      Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


      Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


      Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
      Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


      Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


      Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


      Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


      Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


      Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


      Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


      Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
      Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


      Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


      Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


      Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


      Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


      Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
      Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


      Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

      CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

      Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

      Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

      Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

      Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

      Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

      Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

      Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

      Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

      Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

      Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

      Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

      Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

      Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

      Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

      Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

      Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
      <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

      Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


      Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


      Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


      Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


      Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


      Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


      Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


      Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


      Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
      Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
      Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


      Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


      Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


      Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
      Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

      Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

      Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

      Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
      Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


      Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


      Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


      Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


      Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


      Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


      Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


      Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


      Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


      Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


      Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


      Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
      Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
      Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


      Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


      Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


      \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


      Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

      Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


      Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

      Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

      Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
      Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
      a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
      b. seni pertunjukan;
      c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
      d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
      e. kemahiran kerajinan tradisional.
      Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
      Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


      Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

      Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

      Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


      Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


      Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


      Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
      Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
      Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


      Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


      Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


      Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


      Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

      \n
      1. pemilihan mitra usaha<\/li>
      2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
      3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

        Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

        1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
        2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
        3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
        4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
        5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
        6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

          Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


          Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


          Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


          Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
          Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


          Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


          Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


          Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


          Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


          Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


          Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


          Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
          Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


          Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


          Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


          Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


          Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


          Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
          Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


          Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

          CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

          Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

          Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

          Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

          Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

          Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

          Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

          Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

          Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

          Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

          Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

          Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

          Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

          Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

          Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

          Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

          Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
          <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

          Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


          Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


          Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


          Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


          Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


          Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


          Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


          Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


          Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
          Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
          Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


          Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


          Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


          Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
          Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

          Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

          Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

          Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
          Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


          Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


          Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


          Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


          Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


          Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


          Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


          Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


          Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


          Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


          Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


          Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
          Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
          Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


          Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


          Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


          \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


          Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

          Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


          Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

          Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

          Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
          Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
          a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
          b. seni pertunjukan;
          c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
          d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
          e. kemahiran kerajinan tradisional.
          Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
          Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


          Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

          Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

          Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


          Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


          Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


          Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
          Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
          Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


          Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


          Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


          Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


          Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

          \n
          1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
          2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
          3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
            1. pemilihan mitra usaha<\/li>
            2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
            3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

              Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

              1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
              2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
              3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
              4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
              5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
              6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                b. seni pertunjukan;
                c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                e. kemahiran kerajinan tradisional.
                Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                \n

                Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                  1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                  2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                  3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                    Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                    1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                    2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                    3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                    4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                    5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                    6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                      Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                      Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                      Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                      Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                      Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                      Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                      Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                      Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                      Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                      Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                      Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                      Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                      Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                      Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                      Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                      Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                      Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                      Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                      Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                      Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                      CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                      Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                      Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                      Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                      Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                      Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                      Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                      Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                      Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                      Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                      Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                      Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                      Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                      Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                      Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                      Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                      Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                      <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                      Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                      Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                      Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                      Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                      Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                      Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                      Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                      Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                      Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                      Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                      Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                      Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                      Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                      Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                      Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                      Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                      Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                      Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                      Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                      Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                      Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                      Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                      Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                      Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                      Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                      Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                      Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                      Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                      Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                      Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                      Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                      Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                      Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                      Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                      \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                      Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                      Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                      Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                      Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                      Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                      Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                      a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                      b. seni pertunjukan;
                      c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                      d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                      e. kemahiran kerajinan tradisional.
                      Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                      Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                      Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                      Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                      Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                      Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                      Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                      Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                      Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                      Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                      Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                      Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                      Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                      Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                      \n
                      1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                      2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                      3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                        Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                        1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                        2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                        3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                          1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                          2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                          3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                            Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                            1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                            2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                            3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                            4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                            5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                            6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                              Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                              Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                              Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                              Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                              Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                              Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                              Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                              Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                              Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                              Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                              Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                              Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                              Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                              Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                              Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                              Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                              Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                              Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                              Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                              Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                              CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                              Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                              Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                              Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                              Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                              Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                              Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                              Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                              Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                              Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                              Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                              Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                              Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                              Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                              Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                              Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                              Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                              <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                              Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                              Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                              Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                              Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                              Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                              Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                              Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                              Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                              Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                              Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                              Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                              Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                              Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                              Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                              Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                              Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                              Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                              Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                              Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                              Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                              Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                              Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                              Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                              Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                              Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                              Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                              Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                              Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                              Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                              Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                              Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                              Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                              Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                              Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                              \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                              Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                              Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                              Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                              Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                              Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                              Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                              a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                              b. seni pertunjukan;
                              c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                              d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                              e. kemahiran kerajinan tradisional.
                              Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                              Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                              Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                              Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                              Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                              Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                              Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                              Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                              Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                              Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                              Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                              Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                              Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                              Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                              \n

                              Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                              1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                              2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                              3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                  1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                  2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                  3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                    Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                    1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                    2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                    3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                    4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                    5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                    6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                      Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                      Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                      Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                      Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                      Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                      Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                      Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                      Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                      Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                      Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                      Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                      Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                      Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                      Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                      Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                      Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                      Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                      Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                      Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                      Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                      CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                      Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                      Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                      Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                      Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                      Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                      Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                      Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                      Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                      Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                      Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                      Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                      Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                      Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                      Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                      Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                      Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                      <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                      Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                      Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                      Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                      Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                      Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                      Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                      Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                      Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                      Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                      Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                      Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                      Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                      Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                      Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                      Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                      Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                      Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                      Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                      Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                      Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                      Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                      Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                      Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                      Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                      Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                      Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                      Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                      Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                      Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                      Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                      Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                      Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                      Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                      Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                      \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                      Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                      Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                      Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                      Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                      Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                      Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                      a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                      b. seni pertunjukan;
                                      c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                      d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                      e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                      Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                      Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                      Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                      Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                      Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                      Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                      Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                      Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                      Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                      Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                      Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                      Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                      Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                      Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                      \n

                                      Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                      Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                      1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                      2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                      3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                        Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                        1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                        2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                        3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                          1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                          2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                          3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                            Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                            1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                            2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                            3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                            4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                            5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                            6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                              Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                              Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                              Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                              Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                              Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                              Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                              Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                              Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                              Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                              Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                              Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                              Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                              Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                              Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                              Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                              Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                              Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                              Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                              Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                              Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                              CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                              Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                              Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                              Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                              Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                              Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                              Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                              Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                              Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                              Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                              Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                              Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                              Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                              Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                              Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                              Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                              Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                              <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                              Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                              Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                              Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                              Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                              Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                              Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                              Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                              Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                              Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                              Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                              Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                              Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                              Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                              Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                              Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                              Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                              Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                              Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                              Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                              Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                              Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                              Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                              Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                              Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                              Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                              Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                              Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                              Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                              Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                              Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                              Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                              Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                              Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                              Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                              \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                              Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                              Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                              Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                              Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                              Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                              Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                              a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                              b. seni pertunjukan;
                                              c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                              d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                              e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                              Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                              Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                              Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                              Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                              Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                              Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                              Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                              Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                              Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                              Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                              Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                              Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                              Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                              Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                              \n

                                              Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                              <\/p>\n\n\n\n

                                              Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                              Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                              1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                              2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                              3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                  1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                  2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                  3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                    Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                    1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                    2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                    3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                    4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                    5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                    6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                      Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                      Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                      Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                      Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                      CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                      Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                      Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                      Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                      Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                      Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                      Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                      Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                      <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                      Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                      Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                      Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                      Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                      Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                      Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                      Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                      Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                      Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                      Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                      Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                      Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                      Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                      Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                      Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                      Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                      Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                      Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                      \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                      Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                      Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                      Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                      Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                      a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                      b. seni pertunjukan;
                                                      c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                      d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                      e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                      Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                      Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                      Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                      Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                      Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                      Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                      Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                      Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                      \n
                                                      1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                      2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                        Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                        <\/p>\n\n\n\n

                                                        Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                        Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                        1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                        2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                        3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                          Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                          1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                          2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                          3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                            1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                            2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                            3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                              Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                              1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                              2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                              3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                              4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                              5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                              6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                b. seni pertunjukan;
                                                                c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                \n

                                                                Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                  Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                  Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                  Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                  1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                  2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                  3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                    Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                    1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                    2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                    3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                      1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                      2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                      3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                        Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                        1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                        2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                        3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                        4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                        5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                        6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                          Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                          Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                          Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                          Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                          CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                          <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                          Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                          Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                          Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                          Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                          Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                          Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                          Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                          Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                          Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                          Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                          Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                          Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                          Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                          Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                          Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                          Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                          Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                          Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                          Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                          Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                          a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                          b. seni pertunjukan;
                                                                          c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                          d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                          e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                          Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                          Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                          Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                          Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                          Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                          Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                          Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                          Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                          \n

                                                                          Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                          1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                          2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                            Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                            <\/p>\n\n\n\n

                                                                            Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                            Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                            1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                            2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                            3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                              Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                              1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                              2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                              3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                  Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                  2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                  3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                  4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                  5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                  6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                    Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                    Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                    Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                    Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                    CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                    Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                    Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                    Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                    Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                    Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                    Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                    Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                    Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                    Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                    Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                    Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                    Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                    Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                    a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                    b. seni pertunjukan;
                                                                                    c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                    d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                    e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                    Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                    Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                    Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                    Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                    Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                    Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                    Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                    \n

                                                                                    Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                    <\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                    <\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                    2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                      Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                      2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                      3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                        Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                        2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                        3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                          1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                          2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                          3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                            Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                            2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                            3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                            4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                            5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                            6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                              Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                              Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                              Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                              Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                              CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                              Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                              Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                              Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                              Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                              Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                              Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                              Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                              Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                              Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                              Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                              Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                              Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                              Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                              a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                              b. seni pertunjukan;
                                                                                              c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                              d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                              e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                              Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                              Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                              Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                              Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                              Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                              Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                              Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                              \n
                                                                                              \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                              Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                              2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                                <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                                2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                                3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                  Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                                  2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                                  3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                                    1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                                    2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                                    3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                      Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                                      2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                                      3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                                      4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                                      5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                                      6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                                        Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                                        Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                                        Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                                        Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                                        CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                                        Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                                        Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                                        Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                                        Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                                        Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                                        Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                                        Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                                        Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                                        Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                                        Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                                        Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                                        Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                                        Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                                        a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                                        b. seni pertunjukan;
                                                                                                        c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                                        d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                                        e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                                        Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                                        Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                                        Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                                        Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                                        Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                                        Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                        Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                                        \n

                                                                                                        Pada dasarnya tata niaga tembakau tidak ada bedanya dengan komoditi lainnya, sasarannya adalah pedagang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                        Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                                        <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                                        <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                                        2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                          Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                                          2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                                          3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                            Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                                            2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                                            3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                                              1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                                              2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                                              3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                                                2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                                                3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                                                4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                                                5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                                                6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                                                  Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                                                  Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                                                  Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                                                  Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                                                  CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                                                  Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                                                  Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                                                  Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                                                  Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                                                  Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                                                  Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                                                  Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                                                  Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                                                  Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                                                  Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                                                  Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                                                  Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                                                  Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                                                  a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                                                  b. seni pertunjukan;
                                                                                                                  c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                                                  d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                                                  e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                                                  Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                                                  Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                                                  Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                                                  Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                                                  Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                                                  Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                  Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                                                  \n
                                                                                                                  \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                  Pada dasarnya tata niaga tembakau tidak ada bedanya dengan komoditi lainnya, sasarannya adalah pedagang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                  Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                                                  2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                    Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                                                    <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                                                    2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                                                    3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                      Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                                                      2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                                                      3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                                                        1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                                                        2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                                                        3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                          Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                                                          2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                                                          3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                                                          4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                                                          5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                                                          6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                                                            Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                                                            Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                                                            Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                                                            Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                                                            CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                                                            Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                                                            Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                                                            Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                                                            Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                                                            Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                                                            Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                                                            Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                                                            Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                                                            Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                                                            Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                                                            Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                                                            Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                                                            Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                                                            a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                                                            b. seni pertunjukan;
                                                                                                                            c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                                                            d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                                                            e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                                                            Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                                                            Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                                                            Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                                                            Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                                                            Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                                                            Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                            Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                                                            \n
                                                                                                                            \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n
                                                                                                                            \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                            Pada dasarnya tata niaga tembakau tidak ada bedanya dengan komoditi lainnya, sasarannya adalah pedagang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                            Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                                                            <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                                                            <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                                                            2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                              Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                                                              2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                                                              3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                                                                2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                                                                3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                                                                  1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                                                                  2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                                                                  3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                                                                    2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                                                                    3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                                                                    4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                                                                    5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                                                                    6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                                                                      Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                                                                      Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                                                                      Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                                                                      Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                                                                      CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                                                                      Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                                                                      Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                                                                      Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                                                                      Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                                                                      Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                                                                      Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                                                                      Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                                                                      Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                                                                      Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                                                                      Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                                                                      Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                                                                      Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                                                                      Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                                                                      a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                                                                      b. seni pertunjukan;
                                                                                                                                      c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                                                                      d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                                                                      e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                                                                      Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                                                                      Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                                                                      Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                                                                      Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                                                                      Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                                                                      Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                      Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                      Model pemasaran Petani Tembakau di Jawa Tengah<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n
                                                                                                                                      \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pada dasarnya tata niaga tembakau tidak ada bedanya dengan komoditi lainnya, sasarannya adalah pedagang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                                                                      2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                                                                        <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                                                                        2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                                                                        3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                                                                          2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                                                                          3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                                                                            1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                                                                            2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                                                                            3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                                                                              2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                                                                              3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                                                                              4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                                                                              5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                                                                              6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                                                                                Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                                                                                Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                                                                                Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                                                                                Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                                                                                CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                                                                                Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                                                                                Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                                                                                Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                                                                                Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                                                                                Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                                                                                Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                                                                                Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                                                                                Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                                                                                Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                                                                                Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                                                                                Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                                                                                Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                                                                                Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                                                                                a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                                                                                b. seni pertunjukan;
                                                                                                                                                c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                                                                                d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                                                                                e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                                                                                Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                                                                                Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                                                                                Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                                                                                Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                                                                                Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                                                                                Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                1. saluran penjualan langsung : transaksi yang dilakukan petani produsen langsung dengan perusahaan rokok atau perusahaan eksportir.<\/li>
                                                                                                                                                2. saluran penjualan tidak langsung : melalui beberapa saluran seperti pedagang perantara\/pengepul , blandang (petani pemimpin), pedagang besar, oopkoper (pedagang gudang\/pengomprong\/perusahaan <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Model pemasaran Petani Tembakau di Jawa Tengah<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Pada dasarnya tata niaga tembakau tidak ada bedanya dengan komoditi lainnya, sasarannya adalah pedagang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                                                                                  2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                                                                                    <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                                                                                    2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                                                                                    3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                                                                                      2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                                                                                      3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                                                                                        2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                                                                                        3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                                                                                          2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                                                                                          3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                                                                                          4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                                                                                          5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                                                                                          6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                                                                                            Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                                                                                            Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                                                                                            Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                                                                                            Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                                                                                            CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                                                                                            Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                                                                                            Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                                                                                            Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                                                                                            Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                                                                                            Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                                                                                            Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                                                                                            Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                                                                                            Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                                                                                            Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                                                                                            Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                                                                                            Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                                                                                            Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                                                                                            Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                                                                                            a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                                                                                            b. seni pertunjukan;
                                                                                                                                                            c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                                                                                            d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                                                                                            e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                                                                                            Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                                                                                            Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                                                                                            Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                                                                                            Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                                                                                            Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                                                                                            Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                            Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                            Saluran penjualan dan pemasaran tembakau  setelah panen terdapat dua jalur, yaitu:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            1. saluran penjualan langsung : transaksi yang dilakukan petani produsen langsung dengan perusahaan rokok atau perusahaan eksportir.<\/li>
                                                                                                                                                            2. saluran penjualan tidak langsung : melalui beberapa saluran seperti pedagang perantara\/pengepul , blandang (petani pemimpin), pedagang besar, oopkoper (pedagang gudang\/pengomprong\/perusahaan <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Model pemasaran Petani Tembakau di Jawa Tengah<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pada dasarnya tata niaga tembakau tidak ada bedanya dengan komoditi lainnya, sasarannya adalah pedagang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                                                                                              2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                                                                                                <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                                                                                                2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                                                                                                3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                                                                                                  2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                                                                                                  3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                                                                                                    2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                                                                                                    3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                                                                                                      2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                                                                                                      3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                                                                                                      4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                                                                                                      5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                                                                                                      6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                                                                                                        Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                                                                                                        Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                                                                                                        Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                                                                                                        Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                                                                                                        CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                                                                                                        Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                                                                                                        Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                                                                                                        Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                                                                                                        Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                                                                                                        Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                                                                                                        Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                                                                                                        Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                                                                                                        Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                                                                                                        Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                                                                                                        Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                                                                                                        Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                                                                                                        Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                                                                                                        Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                                                                                                        a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                                                                                                        b. seni pertunjukan;
                                                                                                                                                                        c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                                                                                                        d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                                                                                                        e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                                                                                                        Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                                                                                                        Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                                                                                                        Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                                                                                                        Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                                                                                                        Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                                                                                                        Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                        Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                        2.  tembakau na-oogst : tembakau utk bahan baku industri cerutu pangsa pasar  34 \u2013 41 %      indonesia eksistensinya diperhitungkan dunia
                                                                                                                                                                        <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Saluran penjualan dan pemasaran tembakau  setelah panen terdapat dua jalur, yaitu:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        1. saluran penjualan langsung : transaksi yang dilakukan petani produsen langsung dengan perusahaan rokok atau perusahaan eksportir.<\/li>
                                                                                                                                                                        2. saluran penjualan tidak langsung : melalui beberapa saluran seperti pedagang perantara\/pengepul , blandang (petani pemimpin), pedagang besar, oopkoper (pedagang gudang\/pengomprong\/perusahaan <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Model pemasaran Petani Tembakau di Jawa Tengah<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pada dasarnya tata niaga tembakau tidak ada bedanya dengan komoditi lainnya, sasarannya adalah pedagang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                                                                                                          2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                                                                                                            <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                                                                                                            2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                                                                                                            3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                                                                                                              2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                                                                                                              3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                                                                                                                2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                                                                                                                3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                                                                                                                  2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                                                                                                                  3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                                                                                                                  4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                                                                                                                  5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                                                                                                                  6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                    Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                                                                                                                    Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                                                                                                                    Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                                                                                                                    Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                    CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                    Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                                                                                                                    Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                                                                                                                    Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                                                                                                                    Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                    Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                                                                                                                    Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                                                                                                                    Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                                                                                                                    Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                                                                                                                    Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                    Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                                                                                                                    Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                                                                                                                    Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                                                                                                                    Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                                                                                                                    a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                                                                                                                    b. seni pertunjukan;
                                                                                                                                                                                    c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                                                                                                                    d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                                                                                                                    e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                                                                                                                    Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                                                                                                                    Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                                                                                                                    Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                                                                                                                    Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                                                                                                                    Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                                                                                                                    Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                    Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                                                                                                                    \n

                                                                                                                                                                                    1.  Tembakau voor-oogst : tembakau untuk bahan baku industri rokok dengan pangsa pasar     2,3 s\/d 2,5 % dari produk dunia indonesia masih mengimpor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    2.  tembakau na-oogst : tembakau utk bahan baku industri cerutu pangsa pasar  34 \u2013 41 %      indonesia eksistensinya diperhitungkan dunia
                                                                                                                                                                                    <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Saluran penjualan dan pemasaran tembakau  setelah panen terdapat dua jalur, yaitu:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    1. saluran penjualan langsung : transaksi yang dilakukan petani produsen langsung dengan perusahaan rokok atau perusahaan eksportir.<\/li>
                                                                                                                                                                                    2. saluran penjualan tidak langsung : melalui beberapa saluran seperti pedagang perantara\/pengepul , blandang (petani pemimpin), pedagang besar, oopkoper (pedagang gudang\/pengomprong\/perusahaan <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Model pemasaran Petani Tembakau di Jawa Tengah<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                      \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Pada dasarnya tata niaga tembakau tidak ada bedanya dengan komoditi lainnya, sasarannya adalah pedagang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                                                                                                                      2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                                                                                                                        <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                                                                                                                        2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                                                                                                                        3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                                                                                                                          2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                                                                                                                          3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                                                                                                                            2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                                                                                                                            3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                                                                                                                              2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                                                                                                                              3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                                                                                                                              4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                                                                                                                              5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                                                                                                                              6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                                                                                                                                Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                                                                                                                                Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                                                                                                                                Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                                                                                                                                <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                                                                                                                                Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                                                                                                                                Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                                                                                                                                Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                                                                                                                                Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                                                                                                                                Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                                                                                                                                Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                                                                                                                                Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                                                                                                                                Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                                                                                                                                Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                                                                                                                                Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                                                                                                                                a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                                                                                                                                b. seni pertunjukan;
                                                                                                                                                                                                c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                                                                                                                                d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                                                                                                                                e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                                                                                                                                Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                                                                                                                                Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                                                                                                                                Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                                                                                                                                Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                                                                                                                                Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                                                                                                                                Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                                                                                                                                \n

                                                                                                                                                                                                Jika di sederhanakan, Indonesia salah satu negara penghasil tembakau untuk kepentingan dalam negeri maupun kepentingan dunia, terdapat dua jenis tembakau, <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                1.  Tembakau voor-oogst : tembakau untuk bahan baku industri rokok dengan pangsa pasar     2,3 s\/d 2,5 % dari produk dunia indonesia masih mengimpor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                2.  tembakau na-oogst : tembakau utk bahan baku industri cerutu pangsa pasar  34 \u2013 41 %      indonesia eksistensinya diperhitungkan dunia
                                                                                                                                                                                                <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Saluran penjualan dan pemasaran tembakau  setelah panen terdapat dua jalur, yaitu:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                1. saluran penjualan langsung : transaksi yang dilakukan petani produsen langsung dengan perusahaan rokok atau perusahaan eksportir.<\/li>
                                                                                                                                                                                                2. saluran penjualan tidak langsung : melalui beberapa saluran seperti pedagang perantara\/pengepul , blandang (petani pemimpin), pedagang besar, oopkoper (pedagang gudang\/pengomprong\/perusahaan <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Model pemasaran Petani Tembakau di Jawa Tengah<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                  \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pada dasarnya tata niaga tembakau tidak ada bedanya dengan komoditi lainnya, sasarannya adalah pedagang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                                                                                                                                  2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                                                                                                                                    2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                                                                                                                                    3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                                                                                                                                      2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                                                                                                                                      3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                                                                                                                                        2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                                                                                                                                        3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                                                                                                                                          2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                                                                                                                                          3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                                                                                                                                          4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                                                                                                                                          5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                                                                                                                                          6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                            Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                                                                                                                                            Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                                                                                                                                            Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                                                                                                                                            Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                            CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                            Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                                                                                                                                            Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                                                                                                                                            Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                                                                                                                                            Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                            Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                                                                                                                                            Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                                                                                                                                            Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                                                                                                                                            Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                                                                                                                                            Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                            Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                                                                                                                                            Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                                                                                                                                            Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                                                                                                                                            Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                                                                                                                                            a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                                                                                                                                            b. seni pertunjukan;
                                                                                                                                                                                                            c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                                                                                                                                            d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                                                                                                                                            e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                                                                                                                                            Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                                                                                                                                            Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                                                                                                                                            Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                                                                                                                                            Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                                                                                                                                            Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                                                                                                                                            Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                            Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                                                                                                                                            \n

                                                                                                                                                                                                            Sistem perdagangan dalam negeri menganut sistem pasar yang cenderung ke struktur pasar oligopsoni. Dimaksud sistem perdagangan melalui berbagai saluran pemasaran (marketing channel <\/em>). Kelemahan sistem ini, posisi tawar petani ditentukan kualitas dan permintaan pasar atau juga permintaan perusahaan. 
                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Jika di sederhanakan, Indonesia salah satu negara penghasil tembakau untuk kepentingan dalam negeri maupun kepentingan dunia, terdapat dua jenis tembakau, <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            1.  Tembakau voor-oogst : tembakau untuk bahan baku industri rokok dengan pangsa pasar     2,3 s\/d 2,5 % dari produk dunia indonesia masih mengimpor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            2.  tembakau na-oogst : tembakau utk bahan baku industri cerutu pangsa pasar  34 \u2013 41 %      indonesia eksistensinya diperhitungkan dunia
                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Saluran penjualan dan pemasaran tembakau  setelah panen terdapat dua jalur, yaitu:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            1. saluran penjualan langsung : transaksi yang dilakukan petani produsen langsung dengan perusahaan rokok atau perusahaan eksportir.<\/li>
                                                                                                                                                                                                            2. saluran penjualan tidak langsung : melalui beberapa saluran seperti pedagang perantara\/pengepul , blandang (petani pemimpin), pedagang besar, oopkoper (pedagang gudang\/pengomprong\/perusahaan <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Model pemasaran Petani Tembakau di Jawa Tengah<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                              \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Pada dasarnya tata niaga tembakau tidak ada bedanya dengan komoditi lainnya, sasarannya adalah pedagang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                                                                                                                                              2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                                                                                                                                                <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                                                                                                                                                2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                                                                                                                                                3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                                                                                                                                                  2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                                                                                                                                                  3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                                                                                                                                                    2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                                                                                                                                                    3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                                                                                                                                                      2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                                                                                                                                                      3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                                                                                                                                                      4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                                                                                                                                                      5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                                                                                                                                                      6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                        Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                                                                                                                                                        Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                                                                                                                                                        Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                                                                                                                                                        Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                        CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                        Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                                                                                                                                                        Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                                                                                                                                                        Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                                                                                                                                                        Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                        Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                                                                                                                                                        Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                                                                                                                                                        Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                                                                                                                                                        Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                                                                                                                                                        Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                        Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                                                                                                                                                        Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                                                                                                                                                        Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                                                                                                                                                        Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                                                                                                                                                        a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                                                                                                                                                        b. seni pertunjukan;
                                                                                                                                                                                                                        c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                                                                                                                                                        d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                                                                                                                                                        e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                                                                                                                                                        Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                                                                                                                                                        Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                                                                                                                                                        Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                                                                                                                                                        Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                                                                                                                                                        Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                                                                                                                                                        Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                        Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                        \n

                                                                                                                                                                                                                        Tembakau sebagai salah satu produk perkebunan dapat dijadikan produk andalan ekspor non migas Indonesia di era perdagangan  bebas. Dengan memiliki daya saing yang tinggi, produsen (baik petani, swasta maupun perkebunan besar) akan dapat menghasilkan produksi  maksimal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Sistem perdagangan dalam negeri menganut sistem pasar yang cenderung ke struktur pasar oligopsoni. Dimaksud sistem perdagangan melalui berbagai saluran pemasaran (marketing channel <\/em>). Kelemahan sistem ini, posisi tawar petani ditentukan kualitas dan permintaan pasar atau juga permintaan perusahaan. 
                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Jika di sederhanakan, Indonesia salah satu negara penghasil tembakau untuk kepentingan dalam negeri maupun kepentingan dunia, terdapat dua jenis tembakau, <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        1.  Tembakau voor-oogst : tembakau untuk bahan baku industri rokok dengan pangsa pasar     2,3 s\/d 2,5 % dari produk dunia indonesia masih mengimpor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        2.  tembakau na-oogst : tembakau utk bahan baku industri cerutu pangsa pasar  34 \u2013 41 %      indonesia eksistensinya diperhitungkan dunia
                                                                                                                                                                                                                        <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Saluran penjualan dan pemasaran tembakau  setelah panen terdapat dua jalur, yaitu:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        1. saluran penjualan langsung : transaksi yang dilakukan petani produsen langsung dengan perusahaan rokok atau perusahaan eksportir.<\/li>
                                                                                                                                                                                                                        2. saluran penjualan tidak langsung : melalui beberapa saluran seperti pedagang perantara\/pengepul , blandang (petani pemimpin), pedagang besar, oopkoper (pedagang gudang\/pengomprong\/perusahaan <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Model pemasaran Petani Tembakau di Jawa Tengah<\/strong><\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                          \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Pada dasarnya tata niaga tembakau tidak ada bedanya dengan komoditi lainnya, sasarannya adalah pedagang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \"\"\/<\/figure>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Pakemnya : petani ? pedagang perantara ? pabrik        gudang  pabrik 
                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Bedanya, liku-liku tata niaga pertembakauan itu pada gudang para tengkulak dan ada beberapa di gudang grader. Disini pedagang akan bersaing untuk mendapatkan harga tembakau tertinggi.
                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Pada level perdagangan perantara ini, perlu diperbanyak posisi tawar pedagang. Artinya  lebih banyak penawar maka posisi tawar petani akan naik, sebab;<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          1. tembakau sebagai fancy product : harga ditentukan mutunya. jika tembakau mutu baik, maka penawaran didapatkan terbaik.<\/li>
                                                                                                                                                                                                                          2. banyak pedagang, disini kesempatan petani untuk memilih penawar terbaik dari  mutu yang dimiliki <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Permasalahan tata niaga tembakau, biasanya pada proses jual beli petani \u2013 pedagang dan  gudang sebagai perwakilan pabrik. Kelas pedagang ada beberapa cluster, minimal dua cluster, yaitu pedagang tengkulak penampung (punya gudang) dan pedagang tengkulak penyetor ke gudang penampung. Biasanya pedagang penyetor itu orang suruhan atau kepercayaan pedagang tengkulak penampung.
                                                                                                                                                                                                                            <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Pedagang penyetor, di kasih modal pedagang penampung untuk mencari barang yang berkuwalitas sampai kepelosok. Namun ada juga pedagang penyetor yang lepas. Ia dengan modal sendiri membeli tembakau dari masyarakat kemudian  baru di tawarkan ke pedagang penampung. Posisi pedagang penampung mempunyai kartu lisensi yang dapat menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan.  Artinya tanpa kartu tersebut, orang tidak bisa sembarang menyetorkan barangnya ke gudang pabrikan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Biasanya harga di lapangan penentunya ada di pedagang\/tengkulak penyetor dan penampung, solusinya:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            1. petani harus mengatur jumlah produksinya  - panenan terserap<\/li>
                                                                                                                                                                                                                            2. transparansi serapan jumlah tembakau dari pabrikan \u2013 per gudang<\/li>
                                                                                                                                                                                                                            3. ketersediaan gudang petani  untuk simpanan stok\/tunda jual<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Disini kemitraan perusahaan sangat baik untuk para petani. Dengan bermitra, berkelompok\/lembaga bersama perusahaan, banyak manfaat untuk petani, misal:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              1. informasi waktu yg tepat menanam tembakau \u2013 ketersediaan saprodi dan air.<\/li>
                                                                                                                                                                                                                              2. menyediakan bibit \/jenis tembakau<\/li>
                                                                                                                                                                                                                              3. informasi tata cara usaha tani yg tepat<\/li><\/ol>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                1. pemilihan mitra usaha<\/li>
                                                                                                                                                                                                                                2. alih teknologi & proses produksi<\/li>
                                                                                                                                                                                                                                3. permodalan & sumber2nya dan sebagainya masih banyak lagi <\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Faktor yang berpengaruh pada persentase keuntungan tataniaga tembakau<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  1. Usaha tani yang masih tradisional, dan minimnya pendampingan dari pihak manapun, sehingga petani tidak dapat informasi tentang mana tembakau yang dibutuhkan pasar, sehingga harus ditanam.<\/li>
                                                                                                                                                                                                                                  2. Ongkos produksi masih relatif tinggi, belum ada cara yang dapat menurunkan ongkos produksi.<\/li>
                                                                                                                                                                                                                                  3. Dukungan lembaga keuangan baik didaerah maupun dipusat sangat minim bahkan cenderung tidak ada. Mungkin ketika didukung pembiayaan produksi dengan bunga standar petani akan lebih bisa pangkas ongkos produksi. Rata-rata selama ini yang berjalan petani sering ambil hutangan ke pihak swasta dengan sistem \u201cijon\u201d, dengan bungan besar.  <\/li>
                                                                                                                                                                                                                                  4. Asimetrik informasi, kebanyakan petani tidak mau bermitra dengan perusahaan rokok. Mereka ingin menjual bebas hasil panennya. <\/li>
                                                                                                                                                                                                                                  5. Saluran tata niaga terlalu banyak hingga terjadi ketidakpastian atau tidak menentunya harga.<\/li>
                                                                                                                                                                                                                                  6. Harga tembakau sangat ditentukan oleh pasar. Pasarnya bagus, harga meningkat, pasar anjlok harga ikut anjlok. <\/li><\/ol>\n","post_title":"Membaca Sistem Tata Niaga Tembakau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-sistem-tata-niaga-tembakau-dinas-perindustrian-dan-perdagangan-provinsi-jawa-tengah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-08-03 09:48:33","post_modified_gmt":"2020-08-03 02:48:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6984","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6970,"post_author":"877","post_date":"2020-07-29 08:59:43","post_date_gmt":"2020-07-29 01:59:43","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                    Sebentar lagi panen raya tembakau di Nusantara ini akan tiba waktunya. Panen raya tembakau kali ini beda dengan panen tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kali ini panen raya di tengah-tengah gelombang pandemi covid 19, yang berdampak merosotnya ekonomi nasional bahkan internasional. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Semua negara di dunia kena dampak adanya pandemi ini. Dampaknya hampir di semua sektor. Mengkin satu-satunya sektor yang terlewatkan pandemi adalah bidang kesehatan terlebih farmasi dan jasa medis keuntungannya melimpah dan penuh tantangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Prediksi nanti saat panen raya tembakau pun terkena dampak pandemi covis 19. Apalagi gelombang pasar olahan tembakau mulai melemah jauh sebelum pandemi ada. Jadi petani tembakau harus punya kejelian melihat situasi dan kondisi menjadi bagian faktor yang mempengaruhi nilai jual tembakau. Seperti keadaan saat pandemi kali ini. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Faktor utama dalam nilai jual tembakau tidak hanya kualitas dan kuantitas. Situasi dan kandisi politik misalkan, dapat berpengaruh terhadap rendah dan tidaknya nilai jual tembakau. Karena situasi dan kondisi ini berdampak terhadap melesunya pasaran olahan tembakau (rokok). Gara-gara rokok pasarnya lesu berpengaruh terhadap melesunya pembelian tembakau.
                                                                                                                                                                                                                                    Sederhanya begini, kalau pasar tidak ada permintaan, maka industri tidak akan berproduksi banyak dan tidak membutuhkan bahan baku banyak. Akhirnya pembelian bahan bakupun di tekan. Sebaliknya, jika permintaan pasar kenceng, produksi pasti di genjot, pembelian bahan baku ikut meningkat. Logikanya demikian dalam siklus bisnis dan perdagangan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Memang perdagangan pada sektor pertembakauan punya keunikan tersendiri. Misal, pembelian bahan baku tembakau tahun ini tidak mungkin industri akan langsung memprodusi bahan tersebut. Jika dipaksakan diproduksi, konsekuwennya rasa dan kenikmatan rokok ambyar. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Baiknya bahan baku yang diproduksi itu bahan baku simpanan minimal tiga tahun yang lalu. Semakin lama simpanan tembakaunya, akan semakin bagus. Hasil olahan rokoknya semakin nikmat. Selama tembakau yang dibeli kualitas bagus. Ini menunjukkan minimal tiga tahun yang lalu pembelian tembakaunya, baru tahun ini diproduksi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Walaupun demikian, tidak bisa kondisi dan situasi terkini diabaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pembelian dan nilai jual tembakau. Tetap kondisi dan situasi terkini punya pengaruh. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Bahkan sekalipun cuaca mendukung dan hasil tanaman tembakau bagus, baik kualitas dan kuantitas, tidak ada jaminan pembelian bahan baku ikut membaik. Juga, tidak selamanya cuaca jelek, hasil tembakau bisa dikatakan jelek, tidak selamanya pembelian dan niali jual tembakau ikut jelek. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Justru terkadang sebaliknya, saat cuaca mendukung terjadi panen raya hasil tembakau petani rata-rata berkuwalitas bagus sehingga terjadi persaingan pasar, bisa jadi nilai tembakau turun. Karena terlalu banyak bahan baku. Sebaliknya, cuaca tidak mendukung, hasil pertanian tembakau jelek, bisa jadi nilai tembakau naik, karena terjadi kelangkaan tembakau berkuwalitas. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Umumnya, cuaca bagus dan mendukung berpengaruh hasil tanaman tembakaunya berkuwalitas, berpengaruh pula terhadap nilai jual tembakau menjadi bagus, selama permintaan pasar rokok bagus. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Jika permintaan pasar rokok kurang bagus (melesu), sama saja pembelian bahan bakupun ikut melesu, sekalipun hasil panen tembakau bagus. Cuman terkadang ada pabrikan yang baik hati, saat hasil panen bagus, dilihatnya situasi dan kondisi kedepan bagus, tidak ada kendala pasaran rokok, maka pembelian bahan baku ditingkatkan, kemudian disimpan untuk bahan baku kedepan.
                                                                                                                                                                                                                                    Inilah uniknya perdagangan sektor pertembakauan. Pabrikan atau industri rokok harus punya modal dobel dan berlipat-lipat. Satu sisi, membeli bahan baku minimal tiga tahun kedepan baru bisa diproduksi. Kedua, pabrikan harus membayar biaya cukai di depan, sebelum bahan baku terolah menjadi rokok dan sebelum terjual. Seperti halnya perokok, ia harus bayar pajak dulu di depan sebelum menikmati rokoknya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Prediksi pembelian bahan baku tembakau tahun ini (masa pandemi) berdasar data kondisi dan situasi sebelum pandemi dan di masa pandemi, maka tembakau yang akan terbeli dengan kuota besar itu tembakau grade tengah dan cenderung grade bawah tapi tidak grade yang terbawah yaitu sekitar grade B yang agak C atau keterbalikannya grade C yang agak B (grade C terendah), grade C, dan grade D. Sedangkan grade selanjutnya dan grade yang terbawah cenderung pembeliannya sedikit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Kira-kira penjelasannya begini, cuaca tahun ini mendukung, jadi rerata hasil pertanian tembakau bagus baik kualitasnya atau kuantitasnya. Gara-gara pandemi, situasi dan kondisi regulasi\/kebijakan pemerintah yang tidak mendukung berdampak terhadap pembelian bahan baku tembakau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Perlu diingat, pabrikan atau industri rokok tidak akan berspikulasi terlalu berani. Karena sebelum mendekati kemunculan covid 19, rokok dipasaran melemah disebabkan tekanan kenaikan cukai dan kampanye anti rokok. Keadaan pasar rokok belum membaik, baru merangkak ketingkat perbaikan, muncul pandemi covid 19 yang menjadikan perekonomian nasional dan internasional merosot tajam. Keadaan ini berdampak pada sektor pertembakauan di Indonesia, akan ikut melemah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Gambarannya, sebelum covid 19, sekitar awal tahun 2019 hingga bulan Agustus orang sudah banyak beralih ke rokok \u201ctingwe\u201d (nglinting dewe\/melinting sendiri) sebagai alternatif untuk berhemat. Sekitar bulan september hingga akhir tahun sebagian penikmat rokok tingwe kembali ke rokok kretek industri. Itupun memilih rokok kelas tiga dan sedikit ada yang kelas dua. Perokok belum berani terlalu banyak mengkonsumsi rokok kelas satu karena harganya naik dan mahal. Hanya sesekali merokok kelas satu untuk selingan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Masa transisi kembali ke rokok pabrikan, di awal tahun 2020 muncul pandemi covid 19, yang sekarang dampaknya begitu hebat mempengaruhi pendapatan masyarakat merosot tajam, dan berpengaruh terhadap melemahnya rokok dipasaran. Selain itu sekitar mulai bulan Juni hingga sekarang isu kebijakan\/ regulasi pemerintah tentang kenaikan cukai muncul lagi.
                                                                                                                                                                                                                                    Nah, keadaan inilah sangat berpengaruh terhadap pembelian bahan baku oleh pabrik\/industri rokok. Yang terkena dampak pertama kali bagi mereka petani lepas\/atau tidak ikut kemitraan, harganya akan terombang ambing. Beda dengan petani kemitraan masih relatif aman dan selamat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Tapi, walaupun harga terombang ambing, petani tembakau saat pandemi ini masih relatif aman dibanding hasil pertanian lainnya yang harganya jauh merosot sampai titik merugi. Petani tembakau masih untung walaupun tipis-tipis. Karena aktifitas merokok kretek itu sebagai media relaksasi, rekreasi dan budaya masyarakat turun temurun. <\/p>\n","post_title":"Prediksi Grade Tembakau Yang Laku Saat Panen Raya Masa Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"prediksi-grade-tembakau-yang-laku-saat-panen-raya-masa-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-29 08:59:50","post_modified_gmt":"2020-07-29 01:59:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6970","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6963,"post_author":"877","post_date":"2020-07-27 11:26:44","post_date_gmt":"2020-07-27 04:26:44","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                    CNBC Indonesia tanggal 25\/7\/2020 memberitakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat lonjakan saham farmasi PT. Bio Farma saat pandemi. PT. Bio Farma ini punya anak usaha yang bekerjasama dengan pemerintah, yaitu PT. Indofarma Tbk (INAF) dan PT. Kimia Farma Tbk (KAEF). <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Keduanya BUMN dengan menyumbang kenaikan cukup fantastis hingga ratusan persen sebesar 133% dan 114%. Ini karena mereka menjual obat, yang kemudian akan menjadi pemasok satu-satunya vaksin corona. Beda dengan saham rokok, yang menjual produk konsumsi minoritas masyarakat Indonesia pasti kena dampak corona.  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Sebelum mengulik lebih jauh ke fokus pembicaraan, ada sedikit penjelasan tentang industri farmasi yang ada di Indonesia. Parulian Simanjuntak Direktur Eksekutif IPMG berkata, kalau industri  farmasi yang ada di Indonesia itu industri farmasi internasional. Di Indonesia memiliki 18 pabrik dan 1 usaha pergudangan obat, dengan total karyawan 10.000 jiwa, diadaptasi dari media online Bisnis.com rilis pertanggal 8\/4\/2020.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Kembali ke saham, sebaliknya saham industri rokok merosot hingga minus. Contoh saham PT Diamond Propertindo Tbk (DADA) turun hingga -12.5%. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun hingga  -8.4% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga -6.4%.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Akibat utama merosotnya saham rokok disebabkan terjadi penurunan penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), dari Rp 35.92 triliun anjlok menjadi Rp30.5 triliun saat pandemi ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Bicara soal saham di atas, sebagian pembaca ada yang menikmati berita di atas, ada yang biasa saja, ada yang jenuh itu pasti. Aku sendiri bicara tentang saham di atas merasa gak asyik gitu. Cuman dibalik itu jika kita cermati ada yang asyik dan perlu diperbincangkan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Pertama, bicara tentang keterkaitan industri farmasi dan industri rokok dalam jual beli saham. Kedua, bicara bedanya keuntungan farmasi dan keuntungan industri rokok.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Mulai yang pertama, sebetulnya yang memiliki industri farmasi itu asing, demikian juga yang memiliki saham rokok mayoritas asing, jadi sama saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Penjelasan sederhananya, semua industri farmasi yang berdiri di bumi nusantara ini jelas anak usaha industri farmasi internasional. Yang bekerjasama dengan pemerintah langsung ada dua dari total 18 industri, lainnya bekerjasama dengan pihak swasta. Sedangkan industri rokok yang masuk dalam bursa saham itupun mayoritas milik investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Jadi, bicara saham farmasi dan saham rokok ya sama saja bicara investor asing. Kalaupun mereka untung besar atau merugi, agendanya sama mengeruk uang rakyat Indonesia. Dari rakyat untuk keuntungan investor asing.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Beda dengan industri rokok nasional, pemiliknya seorang pemodal anak bangsa, pasti kepeduliannya terhadap nasib bangsa lebih kuat dari pada investor asing. Kental rasa memiliki tanah air, bangga dengan tanah kelahirannya, rakyat pribumi dianggapnya saudara setanah air.  Nasionalismenya terbangun, walaupun jiwa patritiknya masih banyak yang kurang. Tapi paling tidak investor lokal lebih merasa memiliki bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Untuk itu pemerintah harusnya melindungi dan lebih memperhatikan kondisi industri rokok nasional. Jangan sampai pemerintah ikut alur industri farmasi yang ingin meruntuhkan industri rokok nasional dengan berkedok kesehatan. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Tak berhenti disitu, di tengah-tenngah pandemi ini, industri farmasi memanfaatkan situasi dan kondisi demi keuntungan yang sebesar besarnya dengan berkedok keberlangsungan hidup manusia. Sampai sekarang diombang-ambing terkait vaksin corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Di saat isu vaksin corona ditemukan, disitu pula saham farmasi menjadi mahal dan terjadi lonjakan hingga ratusan persen. Jangan-jangan pandemi ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, demi melariskan vaksinnya. Banyak orang komentar demikian, dan sah-sah saja.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Keadaan industri rokok nasional saat pandemi merugi dan merosot tajam, karena produk rokok kretek lesu di pasaran, pungutan pemerintah berupa cukai dinaikkan. Walaupun  keadaan demikian, industri rokok nasioanl tetap mengeluarkan dana dengan suka rela membantu pemerintah melawan pandemi dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan kesehatan, seperti pakaian APD, masker, bahkan sampai memberikan bantuan alat untuk uji Swap.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Tak tanggung-tanggung, salah satu industri rokok nasional seperti Djarum yang saya ketahui rela mengkebiri dana program-programnya dialihkan semua fokus membantu pemerintah melawan pandemi corona. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Masihkan pemerintah perlu bukti lainnya, kalau industri rokok nasional lebih nasionalis dan patriotik dibanding industri farmasi multinasioanal?. Kayaknya buktinya sudah cukup banyak dan meyakinkan. Nah, pemerintah harusnya peduli juga terhadap keadaan industri rokok nasioanal, jangan ada dusta, jangan ada curiga.    
                                                                                                                                                                                                                                    <\/p>\n","post_title":"Cerita Lain Di Balik Meningkatnya Saham Industri Farmasi dan Anjloknya Saham Industri Rokok Kretek Saat Pandemi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"cerita-lain-di-balik-meningkatnya-saham-industri-farmasi-dan-anjloknya-saham-industri-rokok-kretek-saat-pandemi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-27 11:26:47","post_modified_gmt":"2020-07-27 04:26:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6963","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6946,"post_author":"877","post_date":"2020-07-22 09:18:25","post_date_gmt":"2020-07-22 02:18:25","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                    Menteri Sosial, Juliari Batubara, baru-baru ini usul cukai rokok dan harga rokok dinaikkan hingga 100 ribu per bungkus. Ini usulan masih nanggung, Pak Menteri. Mendingan pabriknya ditutup sekalian Pak Menteri. Atau jangan jangan Pak Menteri punya pikiran seperti itu, cuman gak berani mengungkapkan. Kalau ya, cemen sekali Pak Menteri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Kebiasaan pemerintah bikin kebijakan itu manasuka. Istilah kerennya \u201cterserah gue lah\u201d, ngapain pikirin orang banyak, bikin pusing dan gak bisa makan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Misalkan saja Pak Menteri usulnya sambil usil nyuruh menutup semua pabriknya, itu baru keren. Pasti Pak Menteri Sosial Juliari Batubara akan lebih terkenal. Di mata Bloomberg, pabrikan farmasi, antirokok dan antek-anteknya Bapak adalah pahlawan. Pahlawan yang baru saja bangun dari tidurnya di siang bolong. Harusnya bapak Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial bangun pagi, baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Mungkin dengan baca buku sejarah pertembakauan di Indonesia Pak Menteri akan tau dan mengerti, kali pertama yang menggeluti sektor pertembakauan baik pabrik rokok kretek, jualan tembakau dan mengkonsumsinya itu para Kiai, Ulama\u2019. Bahkan sejarahnya dulu pertembakauan di Nusantara ini berkat para Wali.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada Sunan Kedu yang bawa bibit tembakau terbaik dan mengajari cara menanam tembakau yang baik dan berhasil hingga muncul kualitas tembakau terbaik dan termahal di dunia dinamai tembaku \u201cSrinthil\u201d. Tembakau ini tumbuh di lereng pegunungan tandus di Temanggung. Harganya fastastis, ceritanya pernah sampai jutaan per satu kilo. Kira-kira kalau dibandingkan dengan tanaman lainnya yang sepadan harga jualnya per kilo itu tanaman apa, Pak Menteri?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Di Madura dengan kondisi tanah kering ada Pangeran Katandur (nama populernya), putra dari Sunan Kudus membawa bibit tembakau dan mengajari masyarakat setempat cara bertanam, juga membuahkan hasil tembakau yang punya nilai ekonomi sangat tinggi dibanding tanaman lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ada Sunan Kudus Sayyid Ja\u2019far Shodiq mengajari masyarakat sekitar berdagang tembakau dan cara pemanfaatannya. Mitosnya bumi Kudus bagus untuk penyimpanan tembakau dan pembuatan rokok kretek.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Dahulu ribuan pabrikan rokok kretek skala besar maupun kecil berdiri. Saat ini tinggal ratusan. Keberadaan pabrikan rokok kretek ini dari dulu hingga sekarang punya efek begitu besar perekonomian di Kota Kudus dan Kota sekitarnya. Pabrikan ini padat karya, mempekerjakan banyak orang baik dalam kota maupun dari luar kota.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Tak berhenti di tiga Wali\/Sunan di atas, tradisi menanam, berdagang dan mengkonsumsi rokok kretek dilanjutkan oleh para Kiai\/Ulama di banyak tempat ditahun-tahun berikutnya.
                                                                                                                                                                                                                                    Misal almarhum KH. Hasan Mangkli dari Magelang, membuat rokok kretek skala kecil. Memang usahanya ini sengaja didirikan di Desa Langgardalem Kota Kudus. Tak hanya itu, setiap berdakwah keliling, selalu membawa bibit cengkeh agar di tanam para jamaahnya. Karena yang namanya rokok kretek, rokok asli Indonesia itu pasti ada cengkehnya.
                                                                                                                                                                                                                                    Di pati ada almarhum KH. Sahal Mahfud, juga dulu berdagang tembakau dan cengkeh. Bahkan di ceritakan muridnya yang bernama Muhibuddin asal Kecamatan Mlonggo Jepara, kalau ada orang yang bertamu dan dewasa pasti diberi suguhan rokok kretek merek Sukun, Djarum dan Gudang Garam tinggal milih.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Di Kudus ada KH. Sya\u2019roni Ahmadi saat ini ditokohkan para Kiai setelah KH. Maimoen Zubair Meninggal. Ia bercerita kalau dahulu pernah berjualan tembakau di jalan selatan Masjid Menara Kudus. Pernah juga bekerja di Pabrik rokok Kretek di utara Masjid Menara Kudus setelah menikah. Di sekitaran Masjid Menara Kudus dulu banyak sekali pedagang tembakau dan pembuatan rokok kretek, skala besar maupun kecil. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Petanyaan untuk pak Menteri Sosial, apakah kebiasaan para Wali dan Ulama\u2019 memberikan pembelajaran bagi masyarakat dan santrinya sesuatu yang madhorot (berdampak negatif)?. Pertanyaan kedua, apakah para Wali dan Ulama\u2019 di atas mengajari menanam, berdagang sektor pertembakauan di atas salah?.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Memang, Wali dan Ulama\u2019 itu manusia bisa saja salah, tapi mereka itu sudah terbukti memberikan jalan yang terbaik bagi masyarakat. Buktinya lagi mereka dikenang dan dipercaya sebagai orang yang terbaik sebagai panutan.
                                                                                                                                                                                                                                    Pertanyaan lanjutan, sebagai Menteri Sosial apa yang sudah bapak perbuat dan bermanfaat bagi masyarakat?. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Menjalankan amanah aja belum, walaupun dapat gaji berlimpah. Menjalankan program bantuan ke masyarakat masih banyak masalah. Mendingan Pak Menteri Sosial Juliari Batubara selesaikan dulu masalah dan amanah rakyat. Jangan malah usul asal-asalan. <\/p>\n","post_title":"Soal Pertembakauan, Menteri Sosial Boleh Usul Tapi Jangan Asal","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"soal-pertembakauan-menteri-sosial-boleh-usul-tapi-jangan-asal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-22 09:18:28","post_modified_gmt":"2020-07-22 02:18:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6946","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6940,"post_author":"877","post_date":"2020-07-20 08:21:33","post_date_gmt":"2020-07-20 01:21:33","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                    Banyak orang mengartikan Jamu sama dengan obat dalam. Kata jamu tergolong bahasa Jawa ngoko (pasaran), sedang kromo inggilnya (bahasa halusnya) jamu adalah \u201cDjampi\u201d. Kok bisa jamu disamaartikan dengan obat? Saya tidak membahas terlalu detail persamaan arti jamu dan obat. Jelasnya, ketika bicara jamu masyarakat paham bahwa itu obat. Dan produk kretek adalah olahan tembakau dan cengkeh diracik untuk obat pada abad 19 oleh anak bangsa bernama H. Djamhari.

                                                                                                                                                                                                                                    Menurut Klinkert dalam kamus bahasa Melayu Belanda, jamu di maknai minuman atau minuman herbal. Dalam kamus KBBI dijelaskan kalau kata \u201cjamuan\u201d itu asal kata dasar dari \u201cjamu\u201d. Sedangkan jamuan punya arti hidangan atau barang yang dihidangkan pada tamu.
                                                                                                                                                                                                                                    Banyak pemerhati jamu dari kalangan medis, bahwa arti kata jamu tidak hanya obat tapi juga sajian (hidangan). Bahkan jamu yang bermakna obat tidak selamanya minuman (cair), juga yang padat dan dimakan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Baik jamu dimaknai obat atau sajian\/ hidangan, bagi kretek sah-sah saja. Munculnya kretek memang untuk mengobati sakit bengek, dan kretek bagi sebagian masyarakat Indonesia duhulu sebagai bahan sajian saat kedatangan tamu. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Jamu bermakna jamuan atau bermakna obat tradisional, dua-duanya merupakan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu nenek moyang kita saat sakit cara pengobatannya dengan tanaman yang ada disekeliling. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Tak hanya itu, nenek moyang kita punya tradisi dan kebiasaan tiap hari memakan dan meminum barang yang berkhasiat\/berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti halnya memakan dan meminum dengan bahan yang campur empon-empon atau rempah-rempah. Dan di Indonesia empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Jika disederhanakan, bangsa Indonesia terjajah karena banyak empon-empon dan rempah-rempah. Karena saking banyaknya empon-empon atau rempah-rempah tumbuh subur di bumi nusantara ini hingga banyak negara ingin menguasainya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Dari dulu hingga sekarang yang namanya empon-empon atau rempang-rempah dipercaya masyarakat sebagai bahan yang dapat menyehatkan tubuh. Sehingga, nenek moyang kita dahulu punya tradisi empon-empon atau rempah-rempah sebagai media untuk pengobatan ketika sakit. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Bahkan para dokter kebanyakan masih percaya empon-empon atau rempah-rempah baik bagi tubuh manusia. Kalau dijelaskan wujud empon-empon atau rempah-rempah seperti; jahe, kunyit, temulawak, kunci, cengkeh, parijoto dan lainnya masih banyak tanaman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Bahkan ditiap wilayah di bumi nusantara ini ada tanaman khas yang sering dikonsumsi masyarakat, bahkan sebagai media pengobatan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Di jawa misalnya, empon-empon atau rempah-rempah dibuat minuman atau dibuat jamu. Selain buat obat ya buat jamuan. Tiap hari tiap rumah saat memesak atau membuat minuman pasti memakai bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Tak hanya itu, tiap rumah jaman dulu bisa dipastikan ada tanaman empon-empon atau rempah-rempah. Sehingga muncul yang saat ini dinamakan jamu gendong, yaitu minuman yang terbuat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah dan punya khasiat tersendiri di tiap minuman. Ada minuman kunir asem, beras kencur, minuman temulawak, minuman jahe, minuman asem dan lain-lain. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Revolusi industri bahan tersebut dibuat dan dikemas kemudian dikompersilkan. Dahulu banyak industri kecil atau besar berinovasi memproduksi jamu dari bahan tersebut dengan perpaduan atau digabungkan dari empon-empon atau rempah-rempah tujuannya untuk media pengobatan dan kesehatan badan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Di Maluku ada cengkeh yang dipercaya masyarakat sebagai media pengusir penyakit atau untuk media kesehatan tubuh manusia. Bahkan dalam catatan sejarah, gara-gara cengkeh penjajah ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan cengkeh di dunia. Karena mereka tau akan banyaknya manfaat cengkeh untuk bahan pengawet alami pada makanan, penghangat badan dan kebutuhan medis (kesehatan). <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Sehingga, baik Room Topatimasang atau Putut Ea penulis buku ekspedisi cengkeh, berpendapat jika Indonesia tak ada cengkeh, penjajahan tak akan terjadi, sejarah Indonesia akan beda.
                                                                                                                                                                                                                                    Berjalannya waktu, keberadaan empon-empon atau rempah-rempah yang dikonsumsi untuk kesehatan tubuh maupun untuk media pengobatan seakan terkikis oleh obat pil atau sejenisnya yang saat ini tersedia di apotek.
                                                                                                                                                                                                                                    Bahan empon-empon atau rempah-rempah tidak lagi bisa didapat dengan mudah diapotek tergeser keberadaan pil dan sejenisnya. Empon-empon atau rempah-rempah hanyabisa didapat di pasar tradisional itupun jumlahnya berkurang karena peminatnya berkurang. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Orang sakit ringan entah itu flu atau batuk sekarang lebih memilih membeli obat pil atau sejenisnya di apotek dari pada membeli atau membuat obat dari bahan empon-empon atau rempah-rempah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Cerita orang Tionghoa Kudus cik lien (nama samaran), toko rokok yang saat ini ia kelola adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    \u201cDahulu nenek moyangnya seorang tabib, tiap mengobati pasien pasti memakai bahan tumbuh-tumbuhan. Dan dulu ceritanya sering juga mendatangkan tanaman dari negara China. Sebagai seoarang tabib wajib ada persediaan tanaman obat itu. Karena sering menjadi tujuan masyarakat, akhirnya dibuatlah toko untuk menjual umum tumbuhan obat yang dikemudian hari dinamakan apotek. Menjual segala macam tumbuhan obat rempah-rempah termasuk cengkeh, juga menjual tembakau di tempat toples besar (tempat makanan yang terbuat dari kaca). Dikemudian hari, keberadaan rempah-rempah terkikis obat pil, karena banyak orang membeli pil atas rekomendasi dokter. Karena pasarnya pil, ya persedian obat sesuai pasaran. Tapi masih ada itu sedikit rempah-rempah, cengkeh dan tembakau. Lambat laun aturan apotek makin ribet akhirnya apoteknya tutup beralih jualan rokok kretek sampai sekarang. Dan masih sedikit menyediakan pil yang kecil-kecil untuk obat sakit ringan\u201d. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Rokok kretek itu obat dan juga sebagai tradisi masyarakat untuk jamuan bagi tamu. Tradisi dan budaya ini telah ada sejak dulu kala dan sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang. Rokok kretek olahan tembakau dengan rempah yang bernama cengkeh. Selain itu, dalam sejarahnya cairan bumbu yang dicampur pada rokok kretek memakai bahan empon-empon, seperti kayu manis, kapulogo dan lainnya. <\/p>\n","post_title":"Kretek Adalah Salah Satu Produk Jamu Mahakarya Putra Bangsa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-adalah-salah-satu-produk-jamu-mahakarya-putra-bangsa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-20 08:21:38","post_modified_gmt":"2020-07-20 01:21:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6940","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6926,"post_author":"877","post_date":"2020-07-15 08:16:10","post_date_gmt":"2020-07-15 01:16:10","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                    Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kretek. Sejarahnya yang panjang membuat budaya kretek tidak saja telah merangkum pengetahuan dan kreativitas lokal yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Kretek yang ditemukan di Kudus adalah warisan budaya yang sudah ada bahkan jauh sebelum negara Indonesia lahir. Lebih dari itu, kini budaya kretek telah menjadi bagian dari sistem pencarian hidup masyarakat yang menghidupi jutaan orang. Oleh karenanya kretek merupakan salah satu warisan budaya takbenda di Nusantara ini.

                                                                                                                                                                                                                                    Apa itu warisan budaya takbenda? Meliputi segala praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan--serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya--yang diakui oleh kelompok, atau perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka.

                                                                                                                                                                                                                                    Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani.
                                                                                                                                                                                                                                    Wujud dari warisan budaya takbenda, meliputi:
                                                                                                                                                                                                                                    a. tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda;
                                                                                                                                                                                                                                    b. seni pertunjukan;
                                                                                                                                                                                                                                    c. adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan;
                                                                                                                                                                                                                                    d. pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
                                                                                                                                                                                                                                    e. kemahiran kerajinan tradisional.
                                                                                                                                                                                                                                    Keberadaan warisan budaya takbenda harus terlindungi. Cara perlindungannya dengan pencatatan atau didaftarkan. Hal-hal yang harus dicatatkan dalam warisan budaya takbenda adalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang mengungkapkan gagasan dan perilaku masyarakat pendukung dari unsur kebudayaan, meliputi sejarah atau asal usul unsur budaya, komunitas pendukung, deskripsi terkait unsur budaya yang mengungkapkan pentingnya nilai-nilai budaya dalam unsur budaya tersebut, hal-hal yang telah dilakukan untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatannya, dan hal-hal yang akan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian unsur budaya tersebut.
                                                                                                                                                                                                                                    Tujuannya, untuk mendokumentasi seluruh unsur budaya di Indonesia guna mempertahankan nilai dan makna dari unsur budaya tersebut demi keberadaannya bagi generasi penerus bangsa. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Ketika warisan budaya takbenda dicatat, maka masyarakat mengetahui, mengenali, menyadari, akhirnya melestarikan. Warisan Budaya takbenda penting bagi masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

                                                                                                                                                                                                                                    Warisan Budaya takbenda Indonesia merupakan bukti perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk melestarikannya adalah mengetahui, mengenali sehingga terbangun rasa memiliki dan menghargai warisan budaya tersebut. Seperti kata pepatah \u201cTak kenal maka tak sayang\u201d.

                                                                                                                                                                                                                                    Selanjutnya pelestarian terhadap warisan budaya takbenda dapat dilakukan dalam bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan berarti tindakan yang bertujuan menjamin kelestarian warisan budaya, misalnya secara hukum atau melalui peraturan dan kebijakan terkait warisan budaya takbenda, dokumentasi, penelitian, dan pendidikan. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Setelah itu, perlu dilakukan pengembangan yang dapat dilakukan melalui pengemasan dan promosi. Untuk lebih dapat dirasakan oleh masyarakat, warisan budaya takbenda dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan pariwisata, sosial, keagamaan, ekonomi, internalisasi nilai dan diplomasi budaya. Seluruh upaya tersebut harus tetap memegang prinsip pelestarian yang tidak merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Kretek adalah hasil kreativitas masyarakat Indonesia yang mengolah sumber daya alam yang terkandung di bumi Nusantara. Bentuk kreatifitas berupa racikan atau ramuan tembakau dicampur cengkeh. Beberapa cerita yang beredar di masyarakat merujuk nama Haji Djamhari sebagai peracik pertama kretek, berasal dari kota Kudus (tahun 1870an). Tembakau dan cengkeh sebagai bahan racikan di peroleh dari hasil perkebunan rakyat (domestik) yang mempunyai kualitas dan kekhasan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Jika merujuk pada teks susatra Jawa, kebanyakan disusun pada awal abad ke-19. Seperti tertulis dalam Centhini (1814), misalnya. Dalam ensiklopedi Jawa tradisi ini digunakan kata \u201cngudut\u201d, \u201ceses\u201d atau \u201cses\u201d sebagai istilah umum masyarakat Jawa menyebut kebiasaan mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar.
                                                                                                                                                                                                                                    Sedangkan istilah rokok baru umum digunakan belakangan pada akhir abad ke-19. Istilah rokok secara filologis berasal dari bahasa Belanda yaitu \u201cro\u2019ken\u201d . Ini adalah istilah orang Belanda untuk menyebut aktivitas mengisap pipa dan cerutu.
                                                                                                                                                                                                                                    Budaya kretek adalah temuan termuthakir dari sejarah evolusi budaya mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar. Dalam catatan Darmawan Mangoenkoesoemoe yang berjudul \u201cBijdragen to de kenis van de Kretek-Stroojes Industrie in Het Regenchap Koedoes\u201d, sebelum digulung menggunakan kertas seperti bentuknya terkini, pada awalnya dikenal berbagai gulungan tembakau dengan daun atau kulit buah. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Seperti rokok klobot adalah tembakau yang dibungkus dengan kulit jagung; rokok wangen atau rokok diko berasal dari daun nipah; rokok pupus berasal dari kulit pisang; sedang rokok kawung berasal dari kulit enau. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Unsur estetis produksi kretek itu dikerjakan dengan tangan (hand made). Tahapan produksi ini dimulai dari nglinting dan diakhiri dengan mbatil. Inilah sisi estetis kretek, selain bentuk dan cara melintingnya secara manual yang juga telah diwariskan antar generasi. Aktifitas nglinting dan mbatil serta bentuk kretek non-filter yang khas adalah bentuk kreativitas dan ketrampilan lokal yang juga patut dicatat. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Untuk itu, keberadaan kretek sudah saatnya terdaftar dalam registrasi warisan budaya Nusantara yang kemunculannya berusia ratusan tahun. Registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencakup pendaftaran dan pencatatan unsur budaya menjadi warisan budaya masyarakat, kemudian dilakukan penetapan sebagai upaya pelindungannya. <\/p>\n\n\n\n


                                                                                                                                                                                                                                    Hal ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar dapat memantapkan jatidiri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul unsur budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.<\/p>\n","post_title":"Kretek Salah Satu Warisan Budaya Takbenda di Negeri Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-salah-satu-warisan-budaya-takbenda-di-negeri-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-07-15 08:16:16","post_modified_gmt":"2020-07-15 01:16:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6926","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};