\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6603,"post_author":"878","post_date":"2020-04-01 12:02:48","post_date_gmt":"2020-04-01 05:02:48","post_content":"\n

Tahun 2020 bisa jadi menjadi tahun terberat bagi dua atau tiga generasi manusia yang masih hidup di muka bumi kini. Salah satu sebabnya, wabah corona yang menjalar hampir di seluruh wilayah bumi dalam waktu yang relatif singkat saja.

\nMulanya di Cina, virus corona atau yang lebih sering disebut Covid-19 lantas dengan begitu cepatnya menyebar ke penjuru bumi. Ketika virus ini mulai membikin masalah di kota Wuhan, Cina pada penghujung 2019, banyak orang masih menganggap remeh karena mengira virus ini setara virus flu biasa saja. Keadaan kemudian berubah drastis karena penularan covid-19 yang begitu cepat hingga akhirnya pada Januari 2020, Wuhan, dan hampir seluruh wilayah Cina dikarantina dengan ketat untuk menghambat penyebaran virus ini.

\nSayangnya, penyebaran virus sudah terlanjur terjadi. Covid-19 memang sejenis virus yang bandel karena mudah sekali berpindah inang lewat beberapa media antara. Covid-19 kemudian membikin daratan Eropa gempar. Italia, Spanyol, dan Perancis menjadi tiga negara yang mengalami dampak paling signifikan akibat penularan virus covid-19. Italia bahkan tercatat sebagai negara dengan korban meninggal dunia terbanyak di dunia akibat virus covid-19 ini.

\nIndonesia pun tak lepas dari terjangan wabah corona ini. Meskipun pada awalnya negara lewat pejabat-pejabatnya meyakinkan warga bahwa Indonesia aman dari virus corona, bahkan mereka menyisipkan guyonan dan kelakar tidak pada tempatnya hingga terkesan meremehkan agar masyarakat tenang dan tidak panik, pada akhirnya, pada awal Maret ditemukan kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

\nHingga hari ini, kenaikan positif Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Per 31 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1528 orang, naik 114 kasus dari hari sebelumnya. Dari total positif sebanyak itu, 136 orang meninggal dunia dan 81 orang dinyatakan sembuh. Ke depan, Indonesia masih akan menjalani hari-hari berat nan panjang hingga akhirnya wabah corona ini berakhir di Indonesia dan di seluruh penjuru bumi.

\nSembari menanti wabah corona ini berakhir, lantas apa yang mesti dan bisa dilakukan oleh kretekus di Indonesia?

\nYang pertama dan paling utama, tentu saja mematuhi dengan sukarela peraturan-peraturan yang sudah dibikin pemerintah, baik pusat juga daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran virus covid-19 ini. Tanpa kesadaran dan kerelaan mematuhi peraturan yang telah diberlakukan pemerintah, bisa jadi kita malah akan menjadi beban bagi negara, juga menjadi vektor perantara penyebaran virus covid-19 itu.

\nSelanjutnya kretekus sebaiknya berada di rumah saja agar kampanye social distancing dan pysical distancing yang digalakkan pemerintah guna menghambat laju penebaran virus bisa efektif. Sembari tetap di rumah saja, kretekus mesti memperhatikan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, dan rajin-rajin mandi dan cuci tangan.

\nJika kretekus adalah pekerja yang mesti tetap bekerja di luar rumah guna mencari rezeki sebagai pemenuhan kebutuhan harian keluarga, ikutilah prosedur pengamanan diri ketika anda keluar rumah. Pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumunan, dan beberapa protokol keluar rumah lain yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan.

\nKemudian, jika Anda punya keahlian di bidang kesehatan, atau punya jiwa kerelawanan yang tinggi, kretekus bisa mendaftarkan diri menjadi sukarelawan medis dan non-medis dalam membantu upaya pemerintah menghadapi wabah yang menyebalkan ini. Pilihan ini sangat terbuka sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan masing-masing. Karena, dalam kondisi seperti ini, kekurangan tenaga sangat mungkin dialami mereka yang berjuang di garis depan dalam memerangi wabah corona, peran relawan menjadi cukup penting untuk menutup kekurangan tenaga di lapangan.

\nYang terakhir, tetaplah merokok wahai kretekus. Merokok sembari tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam dunia perkretekan. Jadilah perokok yang santun, dan tetap selalu menjadi perokok santun. Karena di tengah wabah semacam ini, rokok kretek bisa membantu anda dalam relaksasi, menjadi teman penghilang stres karena mesti terkurung lama di dalam rumah.

\nLebih dari itu, dengan tetap merokok, kita menyumbang kepada negara lewat cukai pada tiap batang rokok yang kita isap. Dari sana, kita juga ikut andil memerangi wabah corona karena banyak pemerintah daerah kini yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagai dana tambahan untuk memerangi wabah virus corona di daerahnya masing-masing.<\/p>\n","post_title":"Apa yang Bisa Kretekus Lakukan di Masa Wabah Corona Ini?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"apa-yang-bisa-kretekus-lakukan-di-masa-wabah-corona-ini","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-01 12:02:55","post_modified_gmt":"2020-04-01 05:02:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6603","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6595,"post_author":"919","post_date":"2020-03-29 10:59:30","post_date_gmt":"2020-03-29 03:59:30","post_content":"\n

Otoritas sepak bola di hampir seluruh negara pada akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Sungguh sangat tidak menyenangkan ketika kondisi social distancing seperti ini tidak ada hiburan pertandingan dari lapangan hijau. Betapa mendongkolnya saya dan banyak manusia di luar sana yang kehilangan sepak bola akibat corona atau covid-19. Tapi ternyata sepak bola tidak benar-benar mati, beruntungnya netflix merilis film tentang sepak bola yang ternyata mampu mengobati kerinduan kita tentang aksi 24 orang mengolah si kulit bundar.<\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya ada dua film bertemakan sepak bola di netflix. Tapi untuk kali ini saya merekomendasikan untuk menonton terlebih dahulu film berjudul The English Game. Serial yang disutradarai oleh Julian Fellowes ini rilis 20 Maret 2020 dan langsung hadir dalam lima episode dan satu episode berdurasi sekitar 44 menit. Serial ini sangat cocok untuk menemani dan meredakan penat saat social distancing.<\/p>\n\n\n\n

Banyak hal yang dikisahkan dalam The English Game. Pertama, kisah tentang bagaimana sepak bola dimainkan dan dikompetisikan sebelum era modern seperti saat ini. The English game berlatar belakang pada tahun 1878 dan menceritakan kompetisi Piala FA berjalan pada saat itu. Sebagai informasi, Piala FA sudah mulai dikompetisikan sejak musim 1871-72, dengan demikian serial ini menggambarkan kisah tentang kompetisi tujuh musim setelah pertama dihelat. Kala itu belum ada nama klub tenar Inggris seperti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan yang lainnya. Kompetisi saat itu diikuti klub seperti Old Etonians, Royal Engines, Oxford University, dan jika ada satu nama yang kita kenal saat ini adalah Blackburn. <\/p>\n\n\n\n

Kompetisi di jaman itu ternyata tidak seheterogen seperti saat ini, karena saat itu hanya klub yang berisi orang-orang bangsawan saja yang bisa main sepak bola dan tampil di Piala FA. Serial The English Game menggambarkan perjuangan kelas pekerja dan masyarakat pinggiran saat itu untuk meraih Piala FA dan memberikan wajah baru sepak bola yang kemudian kita kenal seperti saat ini. Kelas pekerja pula yang kemudian menelurkan sebuah istilah bahwa sepak bola bukan hanya sekedar permainan belaka namun jauh lebih luas dari itu. <\/p>\n\n\n\n

Adalah Fergus Suter yang menjadi tokoh protagonis di serial tersebut. Dirinya yang merupakan pemuda asal Skotlandia lalu bersama teman sekampung halamannya, Jimmy Love dibeli oleh klub Darwen FC yang dimiliki oleh sebuah pabrik tekstil di daerah Lancashire, Inggris. Kehadiran Fergus Suter dan Jimmy Love rupanya mampu mendongkrak prestasi Darwen FC saat itu dan membuat petinggi FA selaku asosiasi sepak bola Inggris murka. Maklum saja, para petinggi FA saat itu adalah anggota bangsawan dan juga bermain untuk sebuah klub bernama Old Etonians. Nah di sinilah kemudian konflik antara kelas pekerja versus bangsawan itu dimulai dan mewarnai seluruh rangkaian serial tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari sudut pandang lain kita tidak hanya bisa melihatnya dari sudut sepak bola. Serial The English Game ini juga menggambarkan betapa serakahnya industri di Inggris pada saat itu. Kelas pekerja diperas sedemikian rupa agar pabrik tetap berjalan dan meraih keuntungan dengan maksimal. Bayangkan saja melalui rapat tertutup antar pemilik pabrik dan bank mereka mengambil keputusan untuk memangkas gaji para pegawai sebesar 10 persen, pemandangan yang mengerikan bukan?<\/p>\n\n\n\n

Setiap serial tentang apa pun pasti kisah cinta yang turut mewarnainya. Kisah cinta dalam serial The English Game sebenarnya memiliki kualitas yang biasa saja, tidak baik dan tidak buruk. Ibarat pelengkap, kisah cinta di serial tersebut hanya sebagai toping agar bisa terlihat lebih manis dan menjadi jembatan antarkisah dan scene yang terjadi di dalamnya. <\/p>\n\n\n\n

Serial The English Game mudah-mudahan tak hanya berhenti di satu season saja, semoga saja netflix juga membuat season-season berikutnya. Akan tetapi seperti kebiasaan netflix, untuk melanjutkan kisah sebuah serial biasanya mereka akan mengacu pada dua hal, kesuksesan serial tersebut dan juga persetujuan dari sang sutradara. Jika semakin banyak yang menyaksikan The English Game maka tentu peluangnya terbuka lebar. Dengan demikian, mari kita menyaksikan serial tersebut saat social distancing ini karena sepak bola nyatanya tak mati karena corona, masih ada The English Game yang menyelamatkannya. <\/p>\n","post_title":"Sepak Bola Tidak Mati Karena Corona, The English Game yang Menyelamatkannya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"sepak-bola-tidak-mati-karena-corona-the-english-game-yang-menyelamatkannya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-03-29 10:59:36","post_modified_gmt":"2020-03-29 03:59:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6595","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":20},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};