\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Uniknya, dalam \u201cjaman kacau\u201d, ketika terjadi kelumpuhan di manamana, industri kretek terus berkembang. Sampai tahun 1918, puluhan perusahaan kretek baru justru bermunculan di Kudus. Industri kretek juga semakin meluas di Jawa Timur, ditandai dengan berdirinya perusahaan kretek pertama di Nganjuk dan Madiun tahun 1915.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Hindia Belanda terguncang. Negeri induknya, Belanda, memang tidak ambil bagian dalam perang. Namun nilai investasi Jerman yang tinggi di sana, ditambah hubungan dagang yang erat, membuat Inggris melakukan blokade atas pelabuhan-pelabuhan Belanda. Koloni-koloni Belanda terimbas, tak terkecuali Hindia Belanda. Ricklefs menggambarkannya sebagai \u201cjaman kacau\u201d di Hindia Belanda; pelayaran antara Indonesia dan Eropa terganggu oleh perang, komunikasi terhambat, anggaran belanja militer kolonial meningkat, sedangkan anggaran belanja untuk kesejahteraan dikurangi, harga barang-barang naik, dan kesejahteraan rakyat merosot.<\/p>\n\n\n\n

Uniknya, dalam \u201cjaman kacau\u201d, ketika terjadi kelumpuhan di manamana, industri kretek terus berkembang. Sampai tahun 1918, puluhan perusahaan kretek baru justru bermunculan di Kudus. Industri kretek juga semakin meluas di Jawa Timur, ditandai dengan berdirinya perusahaan kretek pertama di Nganjuk dan Madiun tahun 1915.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Juni 1914. Putera mahkota Austria-Hongaria dan istrinya dibunuh dalam kunjungan ke Sarajevo. Konflik kepentingan ekonomi-politik antar-bangsa Eropa menemukan momentumnya. Perang pecah sampai November 1918. Sejarah menulis dekade kedua abad XX ini dengan tinta darah. Tak kurang dari 40 juta manusia meregang nyawa hanya dalam waktu 4 tahun 4 bulan.<\/p>\n\n\n\n

Hindia Belanda terguncang. Negeri induknya, Belanda, memang tidak ambil bagian dalam perang. Namun nilai investasi Jerman yang tinggi di sana, ditambah hubungan dagang yang erat, membuat Inggris melakukan blokade atas pelabuhan-pelabuhan Belanda. Koloni-koloni Belanda terimbas, tak terkecuali Hindia Belanda. Ricklefs menggambarkannya sebagai \u201cjaman kacau\u201d di Hindia Belanda; pelayaran antara Indonesia dan Eropa terganggu oleh perang, komunikasi terhambat, anggaran belanja militer kolonial meningkat, sedangkan anggaran belanja untuk kesejahteraan dikurangi, harga barang-barang naik, dan kesejahteraan rakyat merosot.<\/p>\n\n\n\n

Uniknya, dalam \u201cjaman kacau\u201d, ketika terjadi kelumpuhan di manamana, industri kretek terus berkembang. Sampai tahun 1918, puluhan perusahaan kretek baru justru bermunculan di Kudus. Industri kretek juga semakin meluas di Jawa Timur, ditandai dengan berdirinya perusahaan kretek pertama di Nganjuk dan Madiun tahun 1915.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

(Topatimasang, Roem, (ed), dkk, Kretek: Kajian Ekonomi dan Budaya 4 Kota, Indonesia Berdikari, Yogyakarta, 2010, hal. 139)<\/p>\n\n\n\n

Juni 1914. Putera mahkota Austria-Hongaria dan istrinya dibunuh dalam kunjungan ke Sarajevo. Konflik kepentingan ekonomi-politik antar-bangsa Eropa menemukan momentumnya. Perang pecah sampai November 1918. Sejarah menulis dekade kedua abad XX ini dengan tinta darah. Tak kurang dari 40 juta manusia meregang nyawa hanya dalam waktu 4 tahun 4 bulan.<\/p>\n\n\n\n

Hindia Belanda terguncang. Negeri induknya, Belanda, memang tidak ambil bagian dalam perang. Namun nilai investasi Jerman yang tinggi di sana, ditambah hubungan dagang yang erat, membuat Inggris melakukan blokade atas pelabuhan-pelabuhan Belanda. Koloni-koloni Belanda terimbas, tak terkecuali Hindia Belanda. Ricklefs menggambarkannya sebagai \u201cjaman kacau\u201d di Hindia Belanda; pelayaran antara Indonesia dan Eropa terganggu oleh perang, komunikasi terhambat, anggaran belanja militer kolonial meningkat, sedangkan anggaran belanja untuk kesejahteraan dikurangi, harga barang-barang naik, dan kesejahteraan rakyat merosot.<\/p>\n\n\n\n

Uniknya, dalam \u201cjaman kacau\u201d, ketika terjadi kelumpuhan di manamana, industri kretek terus berkembang. Sampai tahun 1918, puluhan perusahaan kretek baru justru bermunculan di Kudus. Industri kretek juga semakin meluas di Jawa Timur, ditandai dengan berdirinya perusahaan kretek pertama di Nganjuk dan Madiun tahun 1915.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

\u201cIndustri kretek telah membuktikan diri menjadi hanya sedikit, bahkan mungkin satu-satunya, dari industri nasional yang mampu bertahan dari berbagai terpaan badai pergolakan sosial dan politik, perang dan pemberontakan bersenjata, juga krisis perekonomian global maupun lokal\u201d<\/p>\n\n\n\n

(Topatimasang, Roem, (ed), dkk, Kretek: Kajian Ekonomi dan Budaya 4 Kota, Indonesia Berdikari, Yogyakarta, 2010, hal. 139)<\/p>\n\n\n\n

Juni 1914. Putera mahkota Austria-Hongaria dan istrinya dibunuh dalam kunjungan ke Sarajevo. Konflik kepentingan ekonomi-politik antar-bangsa Eropa menemukan momentumnya. Perang pecah sampai November 1918. Sejarah menulis dekade kedua abad XX ini dengan tinta darah. Tak kurang dari 40 juta manusia meregang nyawa hanya dalam waktu 4 tahun 4 bulan.<\/p>\n\n\n\n

Hindia Belanda terguncang. Negeri induknya, Belanda, memang tidak ambil bagian dalam perang. Namun nilai investasi Jerman yang tinggi di sana, ditambah hubungan dagang yang erat, membuat Inggris melakukan blokade atas pelabuhan-pelabuhan Belanda. Koloni-koloni Belanda terimbas, tak terkecuali Hindia Belanda. Ricklefs menggambarkannya sebagai \u201cjaman kacau\u201d di Hindia Belanda; pelayaran antara Indonesia dan Eropa terganggu oleh perang, komunikasi terhambat, anggaran belanja militer kolonial meningkat, sedangkan anggaran belanja untuk kesejahteraan dikurangi, harga barang-barang naik, dan kesejahteraan rakyat merosot.<\/p>\n\n\n\n

Uniknya, dalam \u201cjaman kacau\u201d, ketika terjadi kelumpuhan di manamana, industri kretek terus berkembang. Sampai tahun 1918, puluhan perusahaan kretek baru justru bermunculan di Kudus. Industri kretek juga semakin meluas di Jawa Timur, ditandai dengan berdirinya perusahaan kretek pertama di Nganjuk dan Madiun tahun 1915.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Setiap bulan Februari hingga bulan Mei, setidaknya sejak 2016, saya rutin berkunjung ke Kabupaten Temanggung di Jawa Tengah. Dalam sepekan di bulan-bulan tersebut, minimal sehari saya habiskan di Temanggung. Kadang bisa hingga berminggu-minggu. Namun untuk tahun ini, rutinitas itu tidak bisa lagi saya lakukan. Tentu saja Anda semua sudah tahu apa sebabnya.

\nTahun ini, terakhir saya berkesempatan ke Temanggung, terjadi di awal bulan Maret, sesaat sebelum wabah korona masuk di negeri ini sehingga hampir seluruh masyarakat Indonesia dianjurkan untuk menerapkan penjarakan sosial dan penjarakan fisik. Kala itu, para petani tembakau di Temanggung sedang menyiapkan bibit-bibit tembakau, mengikuti penyuluhan-penyuluhan pertanian, serta menyiapkan lahan untuk memulai musim tembakau tahun ini.

\nSetiap tahunnya, di Temanggung, sejak pekan ketiga di bulan Maret hingga akhir April, musim tanam tembakau berlangsung. Masa waktu tanam yang tidak terlalu berbarengan, dalam rentang Maret hingga April ini terjadi di Temanggung karena kondisi geografis lahan.

\nUntuk lahan-lahan yang berada di wilayah pegunungan, lahan gunung, masa tanam berlangsung lebih awal. Sedang yang di dataran lebih rendah, masa tanam berlangsung belakangan. Sebaliknya pada musim panen, wilayah tanam dataran lebih rendah, panen lebih dahulu dibanding lahan yang terletak di wilayah pegunungan.

\nMaret hingga April dipilih sebagai awal musim tembakau, di mana para petani mulai menanam tembakau-tembakau mereka, karena Maret hingga April biasanya musim peralihan dari hujan ke kemarau terjadi. Tanaman tembakau membutuhkan cukup air di masa awal ditanam, Maret hingga April kebutuhan air itu akan dicukupkan oleh hujan. Selanjutnya, perkembangan tanaman tembakau tidak membutuhkan banyak air, malah sebaliknya, ia harus tumbuh di cuaca panas yang bagus, karena jika hujan, perkembangan tembakau akan buruk, daun bisa-bisa membusuk.

\nPada tahun-tahun sebelum ini, sembari mengurus program beasiswa untuk anak-anak petani tembakau di Temanggung, saya menyempatkan diri berkunjung ke petani-petani tembakau kenalan saya untuk melihat langsung proses penyuluhan pertanian, dan yang utama, melihat langsung proses tanam tembakau berlangsung di lahan-lahan yang telah disiapkan petani.

\nIni menjadi pelajaran tersendiri bagi saya, dan tentu saja menjadi sarana paling penting untuk saya bersikap dalam polemik di dunia pertembakauan versus anti-tembakau. Berada dekat sekali dengan petani, dan bisa menyaksikan langsung kehidupan keseharian mereka, mengantar saya untuk bersikap berpihak pada mereka para petani tembakau.

\nSayangnya tahun ini rutinitas berkunjung ke Temanggung di musim tanam tembakau tidak bisa saja jalani akibat wabah korona. Lantas saya coba mengontak dua orang petani sahabat saya di Temanggung, Pak Yanto di kecamatan Kledung, lereng timur gunung Sindoro dan Pak Rofi'i di kecamatan Tlogomulyo, lereng timur gunung Sumbing. Yang pertama saya tanyakan kepada keduanya, apakah wabah korona ini mengganggu musim tanam tembakau di wilayah mereka. Keduanya mempunyai jawaban yang berbeda.

\nMenurut Pak Yanto, di Kledung, wabah korona cukup mengganggu musim tanam kali ini. Para pemilik lahan kesulitan mencari pekerja penanam tembakau karena wabah korona, dan berita yang beredar tentangnya membikin banyak warga di Kledung enggan keluar rumah terlalu lama. Imbasnya, proses tanam tembakau cukup terganggu untuk musim tanam tahun ini.

\nDi Desa Tlilir, Tlogomulyo, menurut Pak Rofi'i, wabah korona tidak mengganggu musim tanam kali ini. Petani-petani tembakau di Desanya mulai menanam pada akhir Maret lalu dan puncaknya terjadi sekarang-sekarang ini di awal April. \"Kami warga desa, Mas, bisa memantau penduduk kami, bisa melacak jaringan pertemanan di desa. Paling-paling kami keluar paling jauh ya ke pasar. Jadi kami merasa cukup aman dan berani ke ladang untuk tanam mbako. Ya kalau ada yang baru mudik dari zona merah, itu baru kami pantau terus, buat jaga-jaga. Sekadar begitu saja.\" Ujar Pak Rofi'i memberi keterangan perihal antisipasi wabah korona di desanya.

\nObrolan selanjutnya tentu saja terkait musim tanam tahun ini, dan prediksi musim tembakau di tahun ini. Lagi-lagi keduanya mempunyai jawaban yang berbeda.

\nPak Rofi'i cukup puas dengan kondisi cuaca di awal musim tanam begini. Hujan cukup sehingga bibit-bibit tembakau yang ditanam mendapat asupan air yang cukup di awal musim tanam. Ini sesuai dengan kondisi tembakau dan kebutuhan tembakau akan air di awal musim tanam. Menurut Pak Rofi'i, tinggal tunggu ke depannya saja, lihat kondisi cuaca ke depan, kalau kemarau bagus, hasil panen tembakau tahun ini akan baik.

\nSedang menurut Pak Yanto, di Kledung, di musim pancaroba kali ini, yang juga bertepatan dengan musim tanam tembakau, hujan lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan bagi bibit-bibit tembakau yang baru ditanam. Karena terlalu banyak hujan juga tidak baik bagi tanaman tembakau di awal masa tanam, serangan jamur bisa terjadi dan membunuh tanaman tembakau yang baru ditanam.

\nPak Yanto bahkan sampai membagikan pengumuman yang disebar ke petani-petani kepada saya. Isi pengumuman itu menghimbau petani tembakau di Kledung untuk menyemprotkan fungisida karena tanaman tembakau rawan berjamur dalam kondisi hujan yang terlalu tinggi. Dalam pengumuman itu juga ditekankan agar para petani memperhatikan drainase di lahan mereka agar tidak ada genangan air. Karena genangan air bisa menimbulkan serangan jamur pada tanaman tembakau.

\nNamun begitu, Pak Yanto tetap optimis, tahun ini Ia yakin hasil tembakau akan baik. \"Doakan saja, Mas, semoga betul baik hasilnya di tahun ini.\" Ujar Pak Yanto menutup perbincangan kami.<\/p>\n","post_title":"Musim Tanam Tembakau di Tengah Wabah Korona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"musim-tanam-tembakau-di-tengah-wabah-korona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-09 11:21:35","post_modified_gmt":"2020-04-09 04:21:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6619","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6616,"post_author":"883","post_date":"2020-04-07 10:43:57","post_date_gmt":"2020-04-07 03:43:57","post_content":"\n

\u201cIndustri kretek telah membuktikan diri menjadi hanya sedikit, bahkan mungkin satu-satunya, dari industri nasional yang mampu bertahan dari berbagai terpaan badai pergolakan sosial dan politik, perang dan pemberontakan bersenjata, juga krisis perekonomian global maupun lokal\u201d<\/p>\n\n\n\n

(Topatimasang, Roem, (ed), dkk, Kretek: Kajian Ekonomi dan Budaya 4 Kota, Indonesia Berdikari, Yogyakarta, 2010, hal. 139)<\/p>\n\n\n\n

Juni 1914. Putera mahkota Austria-Hongaria dan istrinya dibunuh dalam kunjungan ke Sarajevo. Konflik kepentingan ekonomi-politik antar-bangsa Eropa menemukan momentumnya. Perang pecah sampai November 1918. Sejarah menulis dekade kedua abad XX ini dengan tinta darah. Tak kurang dari 40 juta manusia meregang nyawa hanya dalam waktu 4 tahun 4 bulan.<\/p>\n\n\n\n

Hindia Belanda terguncang. Negeri induknya, Belanda, memang tidak ambil bagian dalam perang. Namun nilai investasi Jerman yang tinggi di sana, ditambah hubungan dagang yang erat, membuat Inggris melakukan blokade atas pelabuhan-pelabuhan Belanda. Koloni-koloni Belanda terimbas, tak terkecuali Hindia Belanda. Ricklefs menggambarkannya sebagai \u201cjaman kacau\u201d di Hindia Belanda; pelayaran antara Indonesia dan Eropa terganggu oleh perang, komunikasi terhambat, anggaran belanja militer kolonial meningkat, sedangkan anggaran belanja untuk kesejahteraan dikurangi, harga barang-barang naik, dan kesejahteraan rakyat merosot.<\/p>\n\n\n\n

Uniknya, dalam \u201cjaman kacau\u201d, ketika terjadi kelumpuhan di manamana, industri kretek terus berkembang. Sampai tahun 1918, puluhan perusahaan kretek baru justru bermunculan di Kudus. Industri kretek juga semakin meluas di Jawa Timur, ditandai dengan berdirinya perusahaan kretek pertama di Nganjuk dan Madiun tahun 1915.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kudus, perkembangan industri yang begitu pesat menarik minat para pengusaha Tionghoa untuk ikut terjun ke bisnis kretek. Sayangnya, perkembangan yang terjadi di kota kelahiran kretek ini tidak berbuah manis. Persaingan para pengusaha pribumi dengan para pengusaha Tionghoa terjadi sepanjang Perang Dunia I, dan berujung pada kerusuhan di bulan Oktober 1918, beberapa minggu sebelum perang berakhir.<\/p>\n\n\n\n

Budiman dan Onghokham menggambarkan bencana tersebut sebagai berikut:
\n\u201cPada awal mulanya seluruh perusahaan rokok di Kudus berada di tangan orang pribumi. Namun, setelah para pengusaha ini berhasil mencapai demikian banyak kemajuan dalam waktu yang relatif singkat, para pengusaha Tionghoa beramai-ramai mengikuti jejak mereka. Di antara kedua pihak kemudian muncul persaingan hebat. Pada tahun 1918 persaingan ini telah mencapai puncaknya, hingga menjadi salah satu faktor penting penyebab meletusnya sebuah kerusuhan hebat yang meledak di Kudus pada tanggal 31 Oktober tahun itu juga. <\/p>\n\n\n\n

Banyak korban berjatuhan pada kedua pihak. Sejumlah rumah dan pabrik terbakar. Banyak pengusaha pribumi yang berpengaruh diajukan ke muka pengadilan dan dijatuhi hukuman. Akibatnya, industri kretek di Kudus mengalami kemunduran. Sebaliknya, dengan terpidananya para pengusaha pribumi tersebut, para pengusaha Tionghoa berhasil memperkuat posisi mereka dalam industri rokok kretek di Kudus. Fajar kemakmuran mereka pun mulai merekah.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi di mana konsepsi kebangsaan Nusantara belum lagi jelas, atau semata-mata ditentukan oleh pemerintah kolonial untuk kepentingan mereka, sejumlah kerusuhan dengan orang-orang Tionghoa dengan cepat mewabah dan merebak di banyak tempat, khususnya di Jawa. Sepanjang tahun 1913 \u2013 1914, kerusuhan etnis pecah di banyak kota, antara lain di Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, Tangerang, dan Bekasi, dengan motif serupa\u2014persaingan bisnis.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi lagi-lagi, industri kretek adalah anomali. Pasca kerusuhan, tidak dibutuhkan waktu lama bagi industri kretek di Kudus untuk pulih dan bangkit kembali. Masih menurut gambaran Budiman dan Onghokham, di tahun 1924, industri kretek di Kudus sudah bisa dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu besar (produksi di atas 50 juta batang per tahun), menengah (produksi 10 - 50 juta batang per tahun) dan kecil (produksi di bawah 10 juta batang per tahun). <\/p>\n\n\n\n

Di tahun itu, tercatat ada 12 perusahan besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan kecil. Jumlah seluruhnya sebanyak 35 perusahaan, dan terus meningkat di tahun-tahun selanjutnya: menjadi 38 perusahaan di tahun 1925, 42 perusahaan di tahun 1926, dan 46 perusahaan di tahun 1927.<\/p>\n\n\n\n

Di tahun 1928, industri kretek telah mencapai jumlah 50 perusahaan, dengan perincian 13 perusahaan besar, 26 perusahaan menengah, dan 11 perusahaan kecil. Pulihnya industri kretek di Kudus juga ditandai dengan semakin berkibarnya perusahaan Nitisemito. <\/p>\n\n\n\n

Tahun 1924, Bal Tiga telah melibatkan 15.000 orang pekerja. Salah satu faktor penting di balik kesuksesan Bal Tiga adalah strategi promosinya yang luar biasa. Nitisemito dan Bal Tiga menyediakan sejumlah hadiah gratis berupa sepeda, jam dinding, jam tangan, gelas, cangkir, piring\u2014semua berlogo Bal Tiga, yang bisa didapatkan pelanggan hanya dengan menukarkan sejumlah bungkus kosong kretek. <\/p>\n\n\n\n

Agar promosinya berjalan lebih massif, Nitisemito membeli beberapa bis yang didesain khusus dengan jendela besar, dan menggunakannya sebagai etalase hadiah (jendela besar membuat hadiah bisa terlihat lebih jelas) yang dibawa berkeliling dari kota ke kota di Jawa. Strategi \u201cjemput bola\u201d ini memudahkan pelanggan yang hendak menukar sejumlah bungkus kretek dengan hadiah, dan dengan sendirinya menaikkan kepopuleran Bal Tiga di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Tak hanya itu, setiap ada pasar malam di Jawa Tengah, Nitisemito mendirikan stan Bal Tiga. Sandiwara atau tonil juga digelar dari kota ke kota. Yang ingin menonton tidak perlu merogoh kocek untuk membeli karcis, tetapi cukup menukarkan beberapa bungkus kosong Bal Tiga sebagai tiket masuk.<\/p>\n\n\n\n

*Tulisan diambil dari buku \u201cMembunuh Indonesia: Konspirasi Global Penghancuran Kretek\u201d<\/p>\n","post_title":"Kretek dan Krisis Perang Dunia Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kretek-dan-krisis-perang-dunia-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-07 10:44:03","post_modified_gmt":"2020-04-07 03:44:03","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6616","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6613,"post_author":"878","post_date":"2020-04-06 10:56:01","post_date_gmt":"2020-04-06 03:56:01","post_content":"\n

Sejarah panjang daun tembakau mencatat, pada mulanya daun yang lazim tumbuh di musim kemarau dan membutuhkan sedikit saja asupan air untuk tumbuh besar tersebut digunakan sebagai bagian dari ritual spiritual dan juga sarana pengobatan beberapa penyakit. Suku-suku di wilayah benua Amerika (yang dipukul rata disebut Suku Indian padahal bukan) yang pertama kali diketahui menggunakannya. Selain sebagai bagian dari ritual spiritual dan obat bagi komunitas, tembakau juga digunakan sebagai simbol persahabatan.

\nSelain suku-suku di Pulau Amerika, tembakau juga sudah dimanfaatkan oleh banyak manusia di wilayah lainnya, jiga sebagai bagian dari ritual spiritual dan ritual adat, sebagai bahan pengobatan, dan untuk konsumsi sehari-hari. Ada yang penggunaannya dengam cara dikunyah, ada pula yang dikeringkan, digulung lantas dibakar sebelum diisap asap yang dihasilkannya.

\nSetelah bangsa Eropa menjajah tanah-tanah di Amerika, salah satu yang mereka bawa kembali ke Eropa adalah kebiasaan mengisap tembakau yang umum dilakukan suku-suku di benua Amerika. Mereka merasa cocok, dan mungkin tembakau juga baik untuk mengusir hawa dingin yang menyelimuti benua Eropa pada beberapa bulan dalam tiap tahunnya.

\nSelanjutnya, penggunaan tembakau sebagai bahan konsumsi menjadi semakin populer. Dari dataran Eropa, bangsa-bangsa Eropa membawa dan mengenalkan tembakau ke tanah-tanah jajahan mereka lain di penjuru bumi. Selanjutnya tembakau menjelma komoditas yang begitu laris di pasaran dengan kota Bremen sebagai pusat penjualan tembakau di Eropa pada masanya.

\nDi Indonesia, jauh-jauh hari sebelum bangsa Eropa datang dan mengenalkan tembakau di Nusantara, tradisi menginang dengan tembakau sebagai salah satu bahan bakunya sudah ada dan lazim dilakukan masyarakat Nusantara.

\nDi Temanggung, hikayat rakyat uang dipercaya warga perihal asal mula ditemukannya daun tembakau oleh Sunan Makukughan adalah sebagai obat, 'tamba', 'tambaku', yang kemudian menjadi tembakau. Dan memang, beberapa komunitas di Nusantara menjadikan daun tembakau sebagai salah satu bahan untuk obat-obatan yang digunakan sehari-hari untuk beberapa penyakit tertentu.

\nPenemuan rokok kretek, dengan tembakau dan cengkeh menjadi bahan utama pembikin rokok kretek, pada mulanya juga sebagai wahana pengobatan penyakit asma yang diderita Haji Djamhari, orang yang diyakini sebagai penemu ramuan kretek kali pertama. Jadi, tembakau atau ramuan dengan kandungan tembakau di dalamnya, sejak lama sudah lazim menjadi bagian dari tradisi pengobatan di banyak tempat di bumi ini.

\nSetelah tembakau kemudian menjadi komoditas yang seksi lewat produk rokoknya, perang dagang lantas mengubah posisi tembakau dari sebelumnya bagian pengobatan masyarakat menjadi objek penyakitan. Tembakau dan produk rokok selalu dicecar sebagai biang keladi bermacam penyakit yang bermunculan di muka bumi. Hingga ada anekdot yang beredar di kalangan perokok, \"apapun penyakitnya, rokoklah penyebabnya\".

\nAkan tetapi, perkembangan teknologi modern yang memungkinkan bermacam riset perlahan kembali membuktikan dan mengembalikan tembakau kepada posisi semulanya sebagai bagian dari bahan pengobatan di muka bumi. Beberapa penemuan terbaru tembakau dapat digunakan sebagai obat bermacam penyakit semisal rabies, asma, batuk, stroke, dan bermacam penyakit lainnya. Di Indonesia, ada Dr. Greta yang membuka klinik pengobatan untuk bermacam penyakit dengan tembakau menjadi obatnya.

\nBeberapa tahun lalu ketika ramai wabah virus ebola di Afrika dan di beberapa tempat lain, tembakau digunakan sebagai salah satu bahan vaksin untuk virus ebola. Lantas, yang terbaru ini, wabah corona yang merebak di penjuru bumi dan membikin banyak manusia menjadi waspada karenanya, apakah ada kemungkinan tembakau juga digunakan sebagai vaksin virus covid-19?

\nAdalah Kentucky BioProcessing perusahaan yanv berbasis di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, anak perusahaan dari British American Tobacco yang bergerak di bidang pemrosesan biologis dan bioteknologi yang telah melakukan riset untuk menemukan kemungkinan tembakau menjadi bahan baku vaksin untuk virus covid-19 seperti yang sudah dilakukan terhadap virus ebola.

\nSaat ini, Kentucky BioProcessing sudah berhasil menemukan vaksin covid-19 dengan bahan baku tembakau. Vaksin tersebut sudah masuk pada tahap uji praklinis. Jika tahap-tahap proses yang dijalankan lancar, pada Juni 2020, Kentucky BioProcessing siap memproduksi 1-3 juta dosis vaksin per pekannya.

\nVaksin yang kembangkan Kentucky BioProcessing ini menggunakan hasil kloning rantai genetik dari covid-19. Hasil kloning virus covid-19 tersebut lantas digunakan untuk membikin anti-gen dari covid-19. Anti-gen hasil kloningan ini adalah zat yang bisa menghasilkan respons baik pada sistem imunitas tubuh manusia. Anti-gen ini lantas dimasukkan dalam tanaman tembakau untuk kemudian dipanen bersama tanaman tembakau.

\nUsai dipanen bersama tembakau, anti-gen tersebut akan diekstraksi dari daun tembakau yang dipanen, lantas dilanjutkan dengan proses purifikasi, untuk kemudian siap digunakan pada tubuh manusia. Kelebihan vaksin ini dibanding vaksin lain, formulasi vaksin stabil pada suhu ruang, sedang vaksin lain mesti dimasukkan ke mesin pendingin untuk menjaga vaksin tetap dalam kondisi prima.

\nSaya kira, jika vaksin dari ekstrak tembakau ini nantinya berhasil membuktikan diri mampu menangkal covid-19, ini akan menjadi titik balik tembakau. Dari sebelumnya yang berfungsi sebagai obat dan bahan ritual adat, kemudian komoditas ini dinistakan karena dianggap sumber berbagai macam penyakit, kelak, posisi tembakau akan kembali pada posisi terhormat semula. Juni tahun ini pembuktiannya.<\/p>\n","post_title":"Kentucky BioProcessing, Memproduksi Vaksin Covid-19 dari Ekstrak Daun Tembakau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"kentucky-bioprocessing-memproduksi-vaksin-covid-19-dari-ekstrak-daun-tembakau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-06 10:56:05","post_modified_gmt":"2020-04-06 03:56:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6613","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6609,"post_author":"883","post_date":"2020-04-04 12:44:28","post_date_gmt":"2020-04-04 05:44:28","post_content":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_title":"Pemanfaatan Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"virus-corona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2023-09-13 11:21:34","post_modified_gmt":"2023-09-13 04:21:34","post_content_filtered":"\r\n

Dunia sedang terjangkit virus corona. Dunia sedang memeranginya. Para ilmuwan berlomba-lomba mencari vaksin untuk menghentikan serangan virus corona yang statusnya sudah mencapai wabah pandemik. Semua pihak bahu-membahu, bahkan ada yang menguji coba tembakau sebagai vaksin bagi virus corona. Ya, tembakau yang dicap sebagai musuh dalam dunia kesehatan kini dapat menjadi harapan bagi dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Harapan tembakau dapat menjadi vaksin<\/a> bagi virus corona datang dari salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia, British American Tobacco (BAT). BAT mengembangkan vaksin bersama dengan anak perusahaan bioteknologi AS, Kentucky BioProcessing (KBP).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kentucky BioProcessing yang menjadi anak perusahaan dari BAT ini sejak 2014 sudah terlibat dalam kolaborasi dengan Mapp Biopharmaceutical Inc. dalam rangka pengembangan ZMapp yang merupakan obat Ebola. Meskipun obat ini belum dipasarkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak pihak yang meragukan apa yang dikerjakan oleh BAT, hal ini dikarenakan industri rokok selalu dituding sebagai pabrik yang memproduksi penyakit bagi manusia. Perdebatan mengenai rokok dan kesehatan bagaikan magnet berbeda kutub yang hampir tidak pernah ada titik temunya.<\/p>\r\n

Tembakau sebagai Vaksin untuk Virus Corona<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Rokok versus kesehatan bukan menjadi point penting pada usaha BAT yang mengembangkan vaksin virus corona, point penting yang harus menjadi konsern bagi seluruh ilmuwan dan publik adalah menyoal pengakuan bahwa tembakau merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk dunia kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Pertarungan antara industri rokok dan farmasi mengakibatkan frame tembakau secara determinan hanyalah berdampak negatif bagi kesehatan. Tembakau itu buruk dan harus dikendalikan bahkan dimusnahkan dari muka bumi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Padahal tembakau sebagai komoditas yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia berabad-abad lamanya. Terbukti dimanfaatkan oleh manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Tembakau<\/a> dimanfaatkan bukan hanya dimensi ekonomi semata, tapi juga dimensi sosial, budaya dan kesehatan masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Oke balik lagi ke persoalan tembakau dapat menjadi harapan bagi pengembagan vaksin virus corona. Pertanyaannya, apa yang melandasi tembakau dapat dijadikan harapan tersebut?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut tim peneliti ahli yang mengembangkan tembakau sebagai vaksin mengatakan, vaksin yang sedang dalam pengembangan ini menggunakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh, serta memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi vaksin konvensional. Di antaranya lebih aman lantaran tembakau tidak dapat menyimpan patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mereka baru-baru ini juga mengkloning sebagian dari urutan genetik COVID-19. Ini menyebabkan zat yang menginduksi produksi antibodi. Setelah itu, antigen kemudian dimasukkan ke dalam tanaman tembakau untuk reproduksi.<\/p>\r\n

Potensi Tembakau sebagai Obat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n

Penelitian mengenai tembakau dapat menginduksi antibodi bukanlah barang baru. Dr Toto Sudargo, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pernah meneliti komponen bioaktif yang terkandung di dalam tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Menurut Dr Toto, pada daun tembakau terdapat senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenol. Dua senyawa itu menjadi antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, anti-karsinogen, anti-proliferasi, anti-flamasi, serta memberikan efek proteksi terhadap penyakit kardiovaskuler.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n

Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia.

\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.

\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.

\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.

\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.

\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.

\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.

\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.

\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.

\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.

\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.

\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann

\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.

\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n

Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n

Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n

Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};