Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n
Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n
Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n
Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia. Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia. Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia. Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6600","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":19},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; Selain itu di dalam daun tembakau juga terdapat vitamin C atau asam askorbat yang menjadi antioksidan dan dapat bereaksi dengan antiradikal bebas dengan cara memberikan efek proteksi sel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Di dalam tembakau juga ada zinc (Zn) yang berguna dalam pembentukan struktur enzim dan protein yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, menurut Dr Toto, tembakau juga mengandung minyak astiri (essential oil) yang dapat digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Mungkin masih banyak lagi penelitian soal manfaat tembakau bagi kesehatan. Dan dengan adanya uji coba pengembangan tembakau sebagai vaksin Covid-19 bisa jadi momentum pengakuan tembakau yang tidak melulu bertentangan dengan kesehatan. Hari ini kita masih terus berharap tembakau dapat menjadi kunci melawan Covid-19, biarkan para ilmuwan dan sains yang menggali harapan tersebut.<\/p>\r\n","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6609","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6606,"post_author":"878","post_date":"2020-04-02 11:33:35","post_date_gmt":"2020-04-02 04:33:35","post_content":"\n Memasuki bulan ke empat wabah corona yang bermula dari Wuhan, Cina merebak di muka bumi, jumlah manusia yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mendekati satu juta orang di seluruh dunia. Dari total jumlah tersebut, hampir 50 ribu penderitanya meninggal dunia. Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kretek mesin berjenis mild<\/a> misalnya, memakai komponen tembakau berjenis Virginia Flue Cured. Kretek mild sebagai salah satu jenis kretek yang paling populer dikonsumsi penting untuk diberikan informasi mengenai bahan baku tembakau tersebut. Tulisan ini akan memberikan sejarah singkat Virginia Flue Cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tembakau Virginia adalah jenis tembakau yang namanya diambil dari tempat ia mula-mula ditanam, Virginia, Amerika Serikat. Di dunia internasional tembakau ini dikenal dengan sebutan Brightleaf Tobacco karena warna daunnya yang lebih terang dibanding tembakau lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sejarah tembakau ini bermula pada masa Perang Saudara pada tahun 1812. Saat itu timbul kebutuhanakan rokok yang lebih lembut, ringan nikotin, namun tetap menguarkan aroma wangi tembakau. Beberapa petani di Ohio, Pennsylvania, dan Maryland mencoba berinovasi. Beberapa petani lainnya juga berinovasi dengan mengubah sistem curing. Tapi percobaan ini baru berhasil sekitar tahun 1839.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Abisha Slade<\/a>, seorang tentara berpangkat kapten sekaligus petani tembakau sukses di Carolina Utara, adalah orang yang dianggap mengawali tradisi produksi tembakau Virginia FC. Saat itu para petani di kawasan tersebut menemukan formula bahwa daerah yang sedikit berpasir di dataran tinggi akan menghasilkan daun tembakau lebih tipis. Karakteristik daun seperti ini akan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin lebih rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Sebetulnya bukan Kapten Slade seorang diri yang berjasa. Ia berutang banyak pada budaknya, Stephen, yang tanpa sengaja menghasilkan daun tembakau berwarna cerah dan berkarakter daun tipis dengan kadar gula tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Suatu hari, saat sedang bertugas memproses daun tembakau, Stephen ketiduran karena terlampau lelah. Ketika bangun ia kaget karena api hampir saja padam. Tergesa-gesa ia mengambil arang dari tempat penyimpanan agar api tak padam. Dan, voila, muncullah daun berwarna terang.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Kapten Slade bersaksi itulah tembakau paling cerah yang pernah dilihatnya. Sejak saat itu Kapten Slade mengembangkan sistem baru untuk menghasilkan tembakau Virginia<\/a> yang berwarna cerah dan berdaun tipis: menanam pada tanah yang tidak begitu subur (tanah kritis namun masih mengandung air) dan menggunakan arang untuk proses curing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Selanjutnya, banyak perubahan yang terjadi. Di Selatan yang tandus tanah yang tadinya tak ada harganya mendadak menjadi mahal dan mendatangkan keuntungan berlimpah. Para petani tembakau beramai-ramai menggunakan sistem flue cured.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Tumbuh kesadaran di kalangan petani bahwa tembakau Virginia memerlukan tanah yang kurang subur. Dengan demikian tanah yang tadinya tidak produktif, tidak bisa ditanami apa pun, kini bisa ditanami tembakau.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n Setelah Perang Saudara usai, kota Danville yang terletak di negara bagian Virginia mulai mengembangkan industri tembakau jenis ini. Daerah penanamannya luas, mencakupi Caswell County, Pittsylvania County, bahkan hingga Carolina Utara. Saat ini tembakau Virginia FC ditanam di mana-mana, mulai dari Brazil, Cina, Zimbabwe hingga Indonesia. Tembakau jenis ini merupakan bahan baku utama kretek mild dan rokok putih.<\/p>\r\n","post_title":"Tembakau Virginia Flue Cured Bahan Baku Rokok Mild","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"anda-penghisap-kretek-mild-mari-mengenal-tembakau-virginia-flue-cured","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-07-10 09:38:53","post_modified_gmt":"2022-07-10 02:38:53","post_content_filtered":"\r\n Tembakau Virginia Flue Cured adalah tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok mild.<\/em><\/p>\r\n Banyak kretekus yang tidak tahu bahwa komponen tembakau dalam sebatang kretek<\/a> yang mereka konsumsi memiliki jenis atau varietas yang beraneka ragam. Keanekaragaman varietas inilah yang menjadikan kretek memiliki karakteristik masing-masing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n
\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.
\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.
\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.
\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.
\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.
\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.
\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.
\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.
\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.
\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.
\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann
\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.
\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n
\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.
\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.
\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.
\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.
\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.
\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.
\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.
\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.
\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.
\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.
\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann
\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.
\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n
\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.
\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.
\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.
\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.
\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.
\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.
\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.
\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.
\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.
\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.
\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann
\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.
\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n
\nDan ini belum usia. Hari-hari ke depan, jumlahnya akan kian bertambah. Belum ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan usai. Beberapa perkiraan berdasar hasil permodelan matematika memang sudah ada, namun itu sekadar perkiraan saja, hanya ramalan. Bukan sebuah kepastian.
\nSemua ini tidak bisa dianggap remeh, dan memang wabah ini bukan sesuatu yang remeh dan bisa diabaikan begitu saja. Namun begitu, statistika bisa menjebak banyak orang untuk meremehkan hal ini. Data-data kuantitatif berupa jejeran angka dan persentase dari wabah yang terjadi di muka bumi ini bisa menggiring manusia untuk meremehkan wabah ini.
\nTenang saja, peluang selamat jika tertular covid-19 itu mencapai 97 persen. Angka kematian dari corona ini hanya 3 persen saja, kecil jika dibanding dengan banyak penyakit lain atau virus yang menginfeksi manusia lain di dunia. Jadi biasa saja.
\nBetul, bersikap tenang memang perlu. Jangan panik lebih lagi sembrono. Tetapi, sikap tenang itu juga jangan sampai membawa ke sikap meremehkan dan menganggap enteng wabah covid-19 ini.
\nBetul 3 persen kematian itu kecil jika dibanding 97 persen kemungkinan selamat dari covid-19. Tapi ini sekadar tipuan statistika saja. Atau jika enggan dibilang tipuan, inis sekadar penyamaran statistika semata.
\nBisa jadi, virus covid-19 ini menjadi salah satu virus yang paling mudah tertular kepada manusia. Medium antara penularannya begitu banyak sehingga banyak orang mudah sekali terpapar virus jenis ini. Perkiraan ilmuwan, jika penanganan wabah ini tidak diusahakan semaksimal mungkin, atau menyerahkan pada mekanisme alamiah yang diberi istilah herd immunity, sekira 80 persen penduduk bumi pada akhirnya akan tertular virus ini. Artinya jika penduduk bumi saat ini kira-kira 4 milyar jiwa, yang akan tertular virus covid-19 sebanyak 3,2 milyar jiwa. Lantas 3 persen yang meninggal dunia akibat covid-19 dari 3,2 milyar jiwa itu berapa? 96 juta jiwa. Sebuah angka yang mengerikan.
\nMari kita bawa data-data statistika ini ke Indonesia. Meskipun angka penduduk Indonesia sudah lebih dari 250 juta jiwa, saya pakai angka 250 juta jiwa saja untuk menyederhanakan hitungan. 80 persen dari 250 juta jiwa akan tertular virus corona di Indonesia, angkanya sebanyak, 200 juta jiwa. Jumlah yang meninggal dunia dari 200 juta jiwa akan mencapai 6 juta jiwa.
\nLagi-lagi ini bukan angka yang sedikit dan bukan sebuah kasus yang bisa diremehkan. Seperenam saja yang meninggal dunia di negeri ini dari prediksi statistik yang dijabarkan ilmuwan perihal wabah corona ini, ini sudah menjadi sebuah bencana yang begitu besar di negeri ini. Jadi jangan sekali-kali meremehkan.
\nTetapi jangan pula panik dan bertindak gegabah karena data statistik ini, karena selain bisa menjebak ke arah meremehkan, pembacaan data statistik juga bisa menggiring menuju kepanikan berlebih. Setelah itu, karena panik yang berlebih, segala macam berita yang beredar lantas begitu saja dipercaya tanpa proses saring yang ketat terlebih dahulu. Lebih lagi jika menyadari data statistik itu, kemudian mencari cara agar bisa terhindar dari penularan virus corona tetapi tanpa menyaring berita-berita yang berseliweran di luar sana.
\nSudah terlalu banyak berita hoax yang beredar di luar sana yang memberi masukan dan anjuran apa saja yang mesti dilakukan dan mesti dikonsumsi agar terhindar dari penularan virus corona. Namun begitu, karena hoax yang beredar, alih-alih terhindar dari corona, malah bisa berakibat vatal yang membahayakan diri sendiri. Seperti contoh kasus di Arizona, Amerika Serikat misal.
\nKasus di Arizona ini terjadi memang bukan karena hoax, namun karena kepanikan berlebih. Mendapat kabar bahwa klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria bisa digunakan untuk obat covid-19, sepasang suami istri karena ketakutann
\nya akan corona lantas mengonsumsi klorokuin. Namun mereka salah konsumsi karena saking paniknya. Yang mereka konsumsi bukan klorokuin yang biasa digunakan untuk obat malaria yang diderita manusia, tetapi klorokuin yang ada dalam obat penghilanv jamur pada ikan. Si suami meninggal dunia, istrinya kritis karena mengonsumsi klorokuin yang salah.
\nJadi jangan panik, jangan pula meremehkan, kita berada di pertengahan saja. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan, jaga lingkungan sekitar, dan jaga jarak aman.<\/p>\n","post_title":"Membaca Data Statistika, Jangan Meremehkan atau Panik Berlebihan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"closed","ping_status":"closed","post_password":"","post_name":"membaca-data-statistika-jangan-meremehkan-atau-panik-berlebihan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-04-02 11:33:42","post_modified_gmt":"2020-04-02 04:33:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/bolehmerokok.com\/?p=6606","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6600,"post_author":"883","post_date":"2020-03-31 11:13:27","post_date_gmt":"2020-03-31 04:13:27","post_content":"\r\n